KETUM GPAN KECAM PUTUSAN ANULIR HUKUMAN MATI ADAM (GEMBONG NARKOBA) MENJADI 20 TAHUN

Share:

JAKARTA - Hukum rupanya masih berpihak pada gembong narkoba. Hakim masih dinilai berat sebelah, dan membiarkan 50 orang mati setiap harinya akibat narkoba. Pasalnya, hukuman mati atas gembong narkoba bernama Adam dianulir hakim MA dan diganti dengan 20 tahun penjara. 

Rupanya, dinginnya lantai penjara bagi Adam tidak menghalanginya untuk tetap bertransaksi. Adam tetap eksis dan lancar mengendalikan bisnis haram tersebut. Hebatnya lagi, Adam yang jelas-jelas gembong narkoba itu mampu mengontrol penyeludupan 20 kilogram sabu dan 31 ribu butir ekstasi dari dalam hotel prodeo.

Adam diketahui telah terbebas dari hukuman mati yang awalnya dijerat BNN kepadanya pada 2016 silam. Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Brigjen Pol. (Purn) Drs. Siswandi mengecam keras putusan MA yang menganulir hukuman mati Adam yang diganti 20 tahun penjara.

Kata Siswandi, meski hakim "bebas" untuk menentukan berat ringannya pemidanaan dan tergantung "Rasa Keadilan Hakim", akan tetapi hakim juga WAJIB mempertimbangkan RASA KEADILAN yang hidup di tengah-tengah masyarakat.

Dalam kasus ini, lanjut Siswandi,Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagai bagian dari sindikat narkoba. "Terdakwa adalah pelaku kejahatan luar biasa. Pelaku kejahatan yang secara langsung atau tidak langsung telah mengakibatkan matinya anak-anak bangsa dalam jumlah sangat besar, setidaknya 50 orang setiap hari," kecam Siswandi kepada pers, di kantor DPP GPAN Jakarta, Sabtu 24 Agustus 2019.

Menurut Siswandi, kejahatan Adam adalah kejahatan yang mengancam keselamatan bangsa, kejahatan yang berdampak hilangnya satu generasi. "Kejahatan yang menghambat upaya pemerintah untuk mewujudkan Generasi Unggul Indonesia Maju," tandas mantan petinggi BNN ini.

Kecaman Siswandi melalui GPAN terhadap hukuman atas Adam itu terlebih karena terdapat bukti bahwa selama menjalani masa tahanan selama ini, Adam mengendalikan bisnis narkoba dari dalam Lapas atau rutan.

"Oleh karenanya DPP GPAN mengecam atau setidaknya mengkritisi putusan Kasasi MA yang merubah vonis mati terhadap terdakwa Adam menjadi  hukuman penjara selama 20 tahun," ungkap Siswandi.

Siswandi mendedak segera eksekusi mati para gembong narkoba jika Indonesia ingin bersih dari narkoba. Saya tekankan bahwa Indonesia Darurat Narkoba. Bahkan saat ini sudah sedang mengalami Bencana Narkoba," pungkas Siswandi.[IS]

No comments