DI TANGAN FACHRUL RAZI SOAL RADIKALISME INTOLERANSI DAN KHILAFAH AKAN BERES | KATA DR. KH. ZAINAL ABIDIN



INI paparan khusus yang mengisyaratkan kehadiran Menteri Agama Jenderal TNI Purn Fachrul Razi, di kabinet Jokowi Jilid II, menjadi angin segar bagi penegakan birokrasi tandas dan berwibawa. Adalah Dr. KH. Zainal Abidin, dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung yang menilai khusus terpilihnya jenderal TNI di Kementerian Agama RI.

"Setahu dan seingat saya sudah dua kali menteri agama dipegang oleh TNI, yaitu Pa Alamsyah Ratu Prawiranegara dan Pa Tarmizi Taher. Sekarang Pa Fachrul Razi, saya kira, pertama dari sisi latarbelakang status ketentaraan tidak ada masalah, malahan ada nilai plusnya. Paling tidak, dari sisi konsistensi dan kedisiplinan sangat kuat, dan wawasan kebangsaannya pun tidak diragukan".

"Dari manajemen, beliau pasti sangat berpengalaman. Sisi Keagamaan, beliau sepengetahuan saya, adalah seorang yang sangat taat beragama. Menjalankan ibadah dengan baik. Pemikiran tentang agama dan keagamaan cukup moderat dan banyak bergaul dengan para cendikiawan muslim. Wawasan keagamaanya cukup luas dan kontekstual," papar Zainal Abidin.

Menurut Zainal, tugas Fachrul Razi saat ini terutama melakukan tatakelola umat beragama, mempersatukan kembali umat beragama, baik dari sisi eksistensi, potensi dan posisi, maupun menyangkut potensi keberagaman faham.

"Pendapat dan pandangan serta pemikiran dan konsep ideologi yang bersifat transnasional yang saat ini sering diidentikan dan diisukan sebagai pemahaman radikal intoleran bahkan muncul term "aliran sesat" yang sangat membahayakan dan itu sering ditujukan kepada saudara muslim seperti kita, yang karena gara-gara tidak sependapat, dan tdk sefaham ".

Ditambahkan Zainal, menyangkut isu tentang "khilafah" misalnya, justru hal ini memerlukan banyak diskusi, dialog interaktif dengan para pihak terutama para cendekiawan, ilmuwan, para pemikir keagamaan dan kebudayaan, tokoh pemikir politik serta stakeholders.

bagi Zainal menyangkut hal itu perlu upaya pendekatan yang lebih bersifat humanis. Ini sebuah keniscayaan yang perlu dipertimbangkan. "Dakwah toleransi dan pendidikan toleransi di kalangan para mubalig, pendidik dan penggiat sosial keagamaan adalah salah satu solusi alternafif yang tidak bisa diabaikan," papar Zainal yang juga pendakwah terkemuka di Jawa Barat ini.

Bagaimana juga Menteri Agama tampil sebagai sosok yang piawai dalam menyikapi keadaan umat saat ini, demi NKRI kita, tandasnya. Pendekatan akomodatif, persuasif edukatif tampaknya akan lebih terhormat ketimbang pendekatan konflik yang beraroma politik dalam menghadapi dan mengatasi dinamika umat beragama saat ini.

"Semua pihak berkepentingan dengan Indonesia yang sudah berdaulat ini. Bangsa yang dihuni oleh lebih dari 80% umat Islam, diharapkan lebih dewasa dan arif dalam sikap dan kepribadian. Secara pribadi saya optimis, dgn kepemimpinan beliau, Jenderal Fachrul Razi, umat beragama akan menjadi kapital besar bagi kemajuan bangsa indonesia ke depan. Jika sistim tatakelolanya memadai. Kepada Bapak Menteri Agama, Selamat bekerja dan bersinergi, semoga sukses," pungkas Zainal.[Isur]

No comments

Powered by Blogger.