INILAH IDE BARU DEKAN FAKULTAS USUHULUDDIN | DI UIN BANDUNG MATERI KULIAH BERBASIS TEMPLATE JURNAL WAWASAN

Share:


BANDUNG - Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung luncurkan ide baru. Dekan fakultas ini Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag punya memiliki inisiatif mewajibkan seluruh dosen menggunakan template Jurnal Wawasan sebagai media di dalam perkuliahan.

"Jurnal Wawasan merupakan keunggulan sekaligus distingsi Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung. Jurnal Fakultas Ushuluddin ini menjadi ciri khas akademisi Ushuluddin di dalam riset dan studi ilmu-ilmu Ushuluddin. Jurnal yang dikembangkan oleh Fakultas Ushuluddin UIN SGD ini meliputi pula materi-materi bidang studi agama, sosial dan budaya," papar Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag, saat dijumpai di kantornya, Rabu 16 Oktober 2019.

Template Jurnal Wawasan yang dimaksud di sini adalah format baku berupa file atau dokumen tentang struktur, topik dan tema, cara penulisan, dan keseluruhan bentuk dan konten atau substansi di dalam Jurnal Wawasan. Dengan kata lain, kata Wahyudin, template jurnal adalah "wadah" dan isi materi jurnal.

Wahyudin Darmalaksana menjelaskan, tujuan utama diwajibkannya template Jurnal Wawasan sebagai media perkuliahan. Pertama, akademisi berkesempatan mengakses isu aktual yang sedang menjadi perbincangan di seputar ilmu Ushuluddin kaitannya dengan isu-isu kontemporer.

Kedua, model pembelajaran teori dan metodologi materi-materi dasar ilmu Ushuluddin dalam menghadapi berbagai tantangan dunia yang disajikan melalui tradisi penelitian, kajian dan studi mendalam terkait dengan topik dan tema spesifik.

"Ketiga, role model yang berperan untuk mendekatkan jarak antara akademisi dan template Jurnal Wawasan untuk penguatan riset, kajian, dan studi ilmu Ushuluddin dalam pengembangan keunggulan dan distingsi Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung," ungkapnya.

Saat ini Jurnal Wawasan telah memiliki impact yang luas di tingkat regional. Jurnal fundamental Fakultas Ushuluddin ini terindeks Moraref dan terakreditasi Nasional peringkat Science and Technology Index (Sinta) 2 serta sedang memburu index reputasi global.

Menurut Wahyudin, peluncuran ide baru ini sangat beralasan. "Mula-mula cinta template berikutnya tercipta kultur dan tradisi akademik," pungkas Wahyudin Darmalaksana.[IS]

No comments