KABUPATEN BANDUNG 2020 PERLU PEMIMPIN YANG MEMAHAMI PROGRAM-PROGRAM RIDWAN KAMIL

Share:

Dony Mulyana Kurnia (DMK) dan Ridwan Kamil (RK), mengadakan pertemuan khusus, pada hari Kamis, 24 Oktober 2019, di Hotel JW Marriot Bandung, Jl. Ir. H. Djuanda Bandung

Oleh: Ir. Dony Mulyana Kurnia (DMK)


Kedua Alumni Arsitek ITB angkatan 1990 tersebut membicarakan berbagai hal, khususnya terkait PILKADA KABUPATEN BANDUNG 2020. Dalam keterangannya DMK mengatakan, RK berharap DMK bisa memenangkan PILKADA KABUPATEN BANDUNG 2020, sebab hal ini sangat strategis untuk kemajuan Kabupaten Bandung pada khususnya, dan Jawa Barat pada umumnya.

Sudah barang tentu, kalau DMK bisa menjadi pemimpin di Kabupaten Bandung, akan bisa lebih memahami tentang apa-apa yang diprogramkan Pemprov Jabar. Karena, Gubernur dan Bupati/Wakil Bupatinya, sama-sama arsitek alumni ITB. Sehingga, tidak sukar untuk bisa saling memahami baik program Jawa Barat atau pun Kabupaten Bandung, kedua program teritorial tersebut akan harmonis, sinergis dan saling dukung.

Selain itu dibicarakan pula terkait dukungan partai terhadap pencalonan DMK, yang sudah pasti adalah dukungan dari partainya sendiri, yaitu Partai Demokrat, dan masih perlu koalisi dengan partai-partai lainnya. Komunikasi politik terus dilakukan dengan berbagai partai untuk terciptanya koalisi strategis, dan dengan calon-calon lainnya untuk menciptakan tandem yang tepat dalam pemenangan PILKADA KABUPATEN BANDUNG 2020.

Diakui DMK, calon-calon kuat Bupati/Wakil Bupati sesuai hasil survei internal, selain DMK ada juga Kurnia Agustin Dadang Naser dari Golkar, Gungun Gunawan dari PKS, dan Sofyan Yahya dari PKB. Sementara calon-calon lainnya elektabilitas dan popularitasnya masih jauh di bawah standar.

DMK mengatakan, alhamdullillah publik kabupaten Bandung sudah mengetahui figur DMK, disebabkan pada tahun 2015 DMK pernah menjadi Calon Wakil Bupati Bandung dari Partai Demokrat berpasangan dengan Deki Fajar calon Bupati dari PDI Perjuangan.

Terkait ramainya pembicaraan rencana interpelasi dari DPRD Jabar kepada RK sahabatnya itu, DMK berpendapat, cobalah dewan yang baru dilantik ini jangan grasa-grusu. Komunikasi saja dulu dari hati ke hati dengan gubernur, ngopi bareng, semua persoalan pasti bisa diselesaikan dengan kopi diplomatik. Karena, kalau pakai hak interpelasi itu terlalu over dosis, yang kita tahu gubernur kita ini sudah membuat banyak prestasi, bukan saja nasional bahkan di tingkat ÀSEAN, ASIA dan DUNIA. DMK pun menyarankan kepada RK, agar dibuka seluas-luasnya ngopi diplomatik dengan semua anggota dewan provinsi, itu saja kuncinya agar tidak terjadi interpelasi.[***]

No comments