PANITIA PILREK UNPAD DIANGGAP TIDAK MENGERTI HUKUM | PELANTIKAN REKTOR JALAN TERUS



PANITIA Pemilihan Rektor Unpad periode 2019-2024 dinilai Cecep Agam Nugraha, SH, MKn, Tim kuasa hukum Prof. Atip Latipulhayat, penggugat Majelis Wali Amanat (MWA) dianggap tidak taat hukum. Pemilihan rektor Unpad yang jatuh pada Prof Dr Rina Indiastuti secara aklamasi bahkan hingga pelantikannya cenderung dipaksakan dan tidak menoleh proses hukum yang sedang dijalani di PN dan PTUN.

Cecep kepada sejumlah wartawan melalui android membuktikan alasan hukumnya bahwa dari awal pihaknya sudah memohonkan kepada majelis hakim di PTUN ketika sidang pemeriksaan supaya proses pilrek ulang Unpad dihentikan sampai ada keputusan tetap pengadilan.

"Hal ini tentunya untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan guna mengantisipasi kerugian lebih lanjut baik yang dialami oleh klien kami maupun pihak lain. Dan saat itu langsung direspon oleh majelis hakim dengan meminta secara lisan kepada kuasa hukum majelis wali amanat Unpad untuk menghentikan, tetapi faktanya pilrek ulang tetap dilakukan," ungkap Cecep Agam.

Menurut Cecep, perjuangannya di PTUN akan terus berlanjut dan Selasa ini (8/10/2019) jadwal sidang lanjutan digelar. Rencananya, hari Selasa ini Prof Atip dan tim kuasa hukum akan menghadiri sidang. Namun belum diketahui akan kehadiran pihak MWA yang diketuai Rudiantara yang juga saat ini masih menjabat (Menteri Kominfo RI) itu.

Materi sidang kali ini Replik dari tim kuasa hukum. "InsyaAlloh akan dibacakan langsung oleh principal kita, membantah argumen jawaban mereka terhadap gugatan kita," tandas Agam.

Sementara itu terkait pelantikan rektor baru Prof Rina Indiastuti, guru besar Falultas Hukum yang juga mantan calon rektor penggugat MWA Prof Atip Latipulhayat menilai, MWA menganggap gugatan itu sebagai yang tidak ada apa-apanya.

"Menganggap sepi karena mereka yang punya kuasa. Anda juga tahu apa yg mereka omongkan tidak satu pun yang dipenuhi. Sebagai rakyat dan bagian kecil dari Unpad, sepertinya saya tidak boleh memiliki kebenaran. Kebenaran hanya punya yang berkuasa," ungkap Prof Atip kepada wartawan, Senin (7/10/2019).

Pertanyaan mendasar yang dilontarkan kepada proses hukum, apakah keabsahan pelantikan rektor kemarin akan batal secara hukum jika gugatan dimenangkan oleh Prof. Atip Latipulhayat? Pihak Atip dan kuasa hukumnya akan terus berjuang memenangkan gugatan. "Bismillah," kata Cecep Agam maupun Prof Atip Latipulhayat.

Aklamasi
Babak baru carut marut Pemilihan Rektor (Pilrek) Unpad hingga tahapan tanggal 6 dan 7 Oktober 2019, diam-diam bakal menuai kontroversi lanjutan. Seperti yang dilaporkan Harri Safiari, pemilihan rektor yang dipilih MWA hari Minggu kemarin berakhir aklamasi.

Ketua Majelis wali Amanat Unpad Rudiantara membantah adanya unsur titipan dari Kemenristekdikti dalam Pilrek Unpad ini. Secara tegas ia katakan, suara Kementerian 35 persen. Kalau pun dilakukan voting bakal kalah oleh suara sebesar 65 persen.

Pada pihak lain rektor terpilih, Rina Indiastuti menyatakan rasa syukur atas proses pemilihan yang berlangsung secara aklamasi, memimpin Unpad untuk 5 tahun ke depan."Alhamdulillah, saya mendapat amanah untuk menakhodai Unpad,” papar Rina. Ia berobsesi akan menerapkan pola kepemimpinan seperti seorang dirigen orkestra.

Jalannya pengumuman rektor Unpad dihadiri seluruh anggota MWA. Tampak juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar selaku perwakilan dari Menristekdikti. Sehari setelah itu pun pelantikan rektor digelar di Gedung Sanusi Hardjadinata kampus Unpad Jl. Dipati Ukur No.35, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.

Muncul beragam reaksi, khususnya para alumni. Eka Santosa berada pada posisi alumni yang menyoroti pemilihan rektor yang aklamasi. Ini sejarah pertama ada pemilihan rektor terjadi secara aklamasi. Kemudian Eka Santosa mengapresiasi rektor perempuan pertama sepanjang sejarah pilrek Unpad.

Kata Eka, ini realitas. Meski dalam kondisi yang menjadi pusat perhatian banyak pihak dan adanya pengulangan pilrek, namun Unpad tetap memiliki rektor baru. Dalam hal lain, Eka Santosa pernah mengingatkan pimpinan MWA soal gugatan Prof Atip Latpulhayat, jangan dianggap sepele. 

"Ini unik, tapi realitas. Zaman kiwari ada pemilihan rektor dipilih secara aklamasi. Mulai penunjukan sebagai Plt, kemudian ada masa transisi satu hari Unpad tidak punya rektor, hingga akhirnya pada pilrek Prof Rina terpilih secara aklamasi, anggap saja ini realitas yang bisa kita lihat," kata Eka.

Terkait semua itu, Ketua Majelis Wali Amanat Unpad yang juga Menteri Kominfo, Rudiantara, selepas pelantikan rektor yang baru menegaskan terlepas dari soal proses pengadilan pihaknya menganggap semuanya itu keluarga besar Unpad.

"Semuanya memiliki kelebihan masing-masing untuk membangun Unpad lebih baik," kata Rudiantara.(IS/Harri Safiari)

No comments

Powered by Blogger.