PENGHIANAT NEGARA JIKA ANGGOTA BNN MENJUAL BARANG BUKTI BERUPA SABU | BEGITULAH KATA SISWANDI

Share:

JAKARTA - Kabar menggemparkan jagat nusantara, pekan ini, anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) berinisial MK terciduk anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Gilanya lagi, MK ini diduga menjual barang bukti sabu seberat 2,5 kilogram tersebut kepada orang lain.   

Tentu saja kabar menghebohkan ini membuat Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (Ketum GPAN) Brigjen Pol (Purn) Drs. Siswandi yang selama ini konsisten pemberantasan narkoba jadi geram. Saking geramnya Siswandi menyebut oknum anggota BNN itu sebagai penghianat negara.

"Ungkap tuntas penghianat negara tersebut. Diyakini dia tidak bermain sendiri dan bukan pertama kalinya," tandas Siswandi kepada wartawan, Jumat pagi (18 Oktober 2019 ). 

Jenderal polisi bintang satu yang pernah menjadi petinggi BNN ini menganalisa, barang bukti 2,5 kg sabu ada indikasi diduga melalui empat hal:
1. Anggota BNN tersebut pernah menangkap tersangka selanjutnya barang bukti diambil tersangka dilepas dan dimintai uang.
2. Anggota BNN tersebut menangkap tersangka dengan barang bukti sangat banyak kemudian dicuri 2,5 kg dan bisa lebih banyak.
3. Oknum Tersebut mencuri dari penyimpanan gudang barang bukti di BNN.
4. Rekam jejak oknum perlu ditelusuri sampai tuntas.

"Biar kapok untuk oknum-oknum lainnya, mungkin bagusnya barang bukti tersebut suruh ditelan saja. Saya pernah menyaksikan pernyataan Kepala BNN zaman Buwas (Budi Waseso), bila ada oknum BNN bermain sindikat narkoba, tembak saja. Itu penghianat bangsa," ujar Siswandi menirukan statemen Buwas.

Disamping itu, lanjut Siswandi, setelah diungkap harus terang benderang dijelaskan kepada masyarakat.  Jangan dipendam, karena kalau anggota BNN jual barang bukti narkoba itu seperti istilah 'Jeruk Makan Jeruk'. "Memang Indonesia benar Darurat Narkoba. Bahkan sudah menjadi Bencana Narkoba," tandasnya lagi.

Seperti dilansir sejumlah media massa, Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari membenarkan aksi penangkapan polisi terhadap tersangka MK dan hingga kini tersangka masih dalam proses pemeriksaan Polda Metro Jaya.(IS)

No comments