Wednesday, October 16, 2019

TIM HUKUM PROF ATIP SOROTI KEHADIRAN GUBERNUR JABAR DI PELANTIKAN REKTOR UNPAD | HUBUNGANNYA DENGAN PTUN?



JIKA melihat agenda persidangan di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) Bandung, Selasa 15 Oktober 2019 tim kuasa hukum pihak tergugat mewakili majelis wal amanat (MWA) Unpad, memberikan jawaban (duplik) atas replik penggugat yang sepekan sebelumnya digelar di persidangan ini.

Kuasa Hukum Tergugat (MWA) Unpad Tajuddin usai membacakan duplik itu (Selasa, 15/10/2019) di PTUN Bandung, mengatakan agenda sidang hari itu penyerahan duplik dari pihak tergugat. Agenda berikutnya terkait pembuktian dan alat bukti surat.

"Pada intinya kami sudah menjawab dan itu sudah diserahkan ke majelis hakim, pada pokoknya tentu saja kami membantah apa yang dikatakan pengugat. Tentu, hal ini nantinya akan dinilai oleh majelis hakim. Dan, tentu saja hal ini sudah disertai alat-alat bukti surat, yang nanti akan mendukung atas bantahan-bantahan yang nanti akan disampaikan pihak tergugat," begitulah kata Tajuddin.

Ditanya soal masih adanya bantahan-bantahan dari kedua pihak, kata Tajuddin, tentu saja proses yang sekarang setelah adanya jawaban dari tergugat berupa duplik, nanti pun pihaknya akan mengajukan bukti surat atas dalil-dalil yang diajukan.

Dari istilah yang digunakan di persidangan sudah jelas sangat tidak menarik untuk disaksikan, namun suasana di luar persidangan justru cukup menarik. Memang tidaklah seramai saat digelar tanggapan penggugat (Prof Atip Latipulhayat), sidang kali ini hanya pembacaan dari pihak tergugat.   

Lain ceritanya saat wawancara dengan Kuasa Hukum Pengugat (pihak Prof. Atip)  yakni Cecep Agam Nugraha seusai sidang duplik tergugat. Esensi sidang hari itu menurut Cecep, penggugat telah mendengarkan dengan seksama apa yang dikemukanan tergugat dalam dupliknya tadi.

"Ini bahannya (sambil memegang berkas, red), akan kami pelajari untuk kami ungkapkan di sidang minggu depan (22 Oktober 2019)," aku Cecep. 

Yang menarik dari ucapan Cecep Agam Nugraha jika bercermin kembali pada peristiwa ‘kemeriahan’ pelantikan rektor Unpad 2019–2024 Rina Indiastuti di Graha Sanusi, Jalan Dipatiukur, Senin (7/10/2019), yang membuat dirinya prihatin.

"Tentu saja kami prihatin. Pasalnya, proses persidangan ini kan masih berlangsung. Sebelumnya, kan sudah diingatkan oleh majelis hakim gugatan ini masih berproses di PTUN Bandung, utamanya. Majels hakim secara lisan telah mengatakan sebaiknya Pilrek Unpad itu dihentikan dulu," papar Cecep Agam.

Yang lebih memprihatinkan Cecep Agam saat pemilihan dan pelantikan rektor Unpad itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil selaku Majelis Wali Amanat dari sedikitnya 4 PTN di Jabar, justru menghadirinya. "Ini kan sebuah preseden yang kami pertanyakan perihal apresiasinya terhadap gugatan atau supremasi hukum," tandas Cecep Agam.

Belum lagi, saat ini semakin lama Unpad secara kelembagaan membuat banyak keputusan, bagaimana itu nasibnya bila dimentahkan oleh kemenangan gugatan hukum ini? "Ini yang kami prihatinkan," pungkas Cecep Agam.[Hari safiari/IS]

No comments:

Adbox