Monday, November 18, 2019

GERAKAN HEJO GARUT SIAP-SIAP PERANGI "RUNTAH" DENGAN SATU KATA "MUSNAHKAN" | RESIDUNYA MANFAATKAN..!!



GARUT - Ketua Gerakan Hejo Kabupaten Garut Ratno Sastromiharjo (Wa Ratno), bersama aktivis penanganan persampahan, Hadian Aripin, di Sekretariat Bersama Jl Pembangunan No 2 Kota Garut, pada Minggu, 17 November 2019, menjadi tuan rumah di rapat para aktivis lingkungan, seni dan budaya di Kabupaten Garut. Mereka sepakat untuk memerangi sampah dengan satu kata "musnahkan".

”Utamanya kami berhimpun seperjuangan. Bertukar pikiran, memecahkan masalah yang mendera Garut saat ini,” papar Wa Ratno. Ia menekankan ”Dalam waktu dekat akan ada aksi cukup besar menggugah warga demi perbaikan di bidang tata lingkungan, seni-budaya, juga persampahan. Tunggu, tanggal mainnya.”

Pertemuan hari itu antara lain dihadiri para aktivis setempat, seperti; Harun Arrasyid (LSM Perkara), Dadang Darsana (Gerakan Pembangunan Desa), Ato Galena (aktivis Wanaraja), Irwan J One (Dewan Kebudayaan Kabm Garut), Joehendi, dan lainnya. Pengamatan redaksi, pertemuan malam itu mengerucut pada perlunya langkah nyata memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat di Garut.

”Terdekat kami ingim segera kembalikan Garut sebagai Kota Intan,” papar Irwan J One yang ditimpali rekannya Joehendi -” Bukan kota dodol seperti banyak disebut saat ini.”

Menurut Wa Ratno, persoalan tuntutan ganti simbolisasi Garut: ”Ini menyiratkan, betapa nilai luhur pentingnya menjaga keseimbangan alam dan kehidupan kita yang diwariskan para leluhur, makin luntur. Paling nyata, persoalan sampah paling nyata, berceceran di mana-mana. Dari tahun ke tahun tak ada soslusinya. Semua saling menyalahkan.”
 
Program KamiSama
Masih di gempungan yang cukup seru ini kata para pegiat di Garut, Koordinator Hejo Tekno dari Gerakan Hejo yaitu Betha Kurniawan menyempatkan diri melakukan interaksi tentang solusi pemusnahan sampah yang ramah lingkungan ala Gerakan Hejo Divisi Hejo Tekno:

”Bersyukur, dialog interaktif itu yang mengupas konsep KaMiSaMa (Kawasan Minimasi Sampah Mandiri), salah satunya menempatkan mesin pemusnah sampah ramah lingkungan ‘Stungta’, berlangsung lancar dan happy every body,” papar Betha Kurniawan.

”Selain sukses menyatukan pemikiran para aktivis di Garut, konsep KaMiSaMa dan handalnya mesin Stungta cukup bergema di Garut. Darurat sampah jangan kita amati saja, segera kita musnahkan, demi efisiensi di segala lini,” pungkas Wa Ratno.(Harri Safiari/IS)

Foto: Harri Safiari

No comments:

Adbox