HANYA ADA DI SINI | UIN SGD SIAP CIPTAKAN SEPAKBOLA BERBASIS AKHLAK KARIMAH

Share:


BANDUNG - Ini hanya ada di kampus UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, Sepakbola Berbasis Akhlakul Karimah. Istlah dan aturan ini diciptakan oleh Rektor UIN SGD Bandung Prof Dr Mahmud MSi saat melepas Kontingen PTKIN Football Championship 2019, di aula Gedung O. Djauharuddin AR Jl Ah. Nasution No. 105 Bandung.

Jika ini digulirkan dan ternyata diminati seluruh persepakbolaan nasional, maka sepakbola tidak lagi menjadi ajang perkelahian tetapi menjadi olahraga yang mendidik sportivitas dan kejujuran. Di dalam sepakbola juga boleh berbuat baik, tidak sekadar bernafsu ingin mengalahkan lawan. Termasuk di dalamnya pandai bersyukur dengan cara yang Islami, misalnya mengucap syukur alhamdulillah setelah memasukan bola ke gawang lawan.

"Tidak euforia berlebihan, dan itu menunjukan sepakbola yang berbasis akhlakul karimah, Insya Allah hasilnya akan sangat baik," tutur rektor saat berpidato di acara itu, Senin (18/11/2019). Intinya, sepakbola juga menjadi pendidikan yang baik, sehingga kita semakin bersemangat menciptakan sistem dan aturan olahraga yang menjunjung tinggi sportifitas dan akhlak yang mulia.
 
Selain melepas kontingen PTKIN Football Championship 2019 yang akan berlaga di Insitut Agama Islam Negeri Jember 19-28 November 2019, rektor juga memberikan apresiasi peraih medali pada Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (Pionir) IX Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) se-Indonesia di UIN Malang.

Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, didampingi Wakil Rektor III,  Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag, Kepala Biro Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. H. Jaenudin, M.Ag dan Kepala Bagian Kemahasiswa, H. Wawan Gunawan, S.Ag., MM berpesan kepada 24 peserta kontingen PTKIN Football Championship 2019 untuk meluruskan niat karen Allah, ikuti segala proses perlombaan sesuai aturan, tatacara dan mengedepankan akhlak karimah dalam meraih target sebagai juara yang sesuai dengan ridho Allah.

"Saya titip kepada seluruh kontingen yang akan berlaga pada Football Championship 2019 di IAIN Jember untuk tiga hal. Pertama, Luruskan niat. Semuanya dalam rangka ibadah kepada Allah. Karena segala sesuatu itu tergantung niat. Maka jadilanlah olahraga ini dalam kerangka ibadah. Misalkan saat memulai pertandingan diawali dengan berdoa dan ketika berhasil memasukan gol, tidak menyebutkan kata-kata kotor, tapi keluarlah ucapan alhamdulillah sambil melakukan sujud syukur sebagai cerminan dari akhlak karimah. Tentunya, perilaku ini sesuai dengan prinsip Wahyu Memandu Ilmu dalam bingkai akhlak karimah,” tegasnya.

Kedua, untuk meraih target sebagai juara harus ditanamkan niat sejak mencari keridhoan Allah. Dalam setiap pertandingan untuk berkompetisi harus diikuti dengan cara ikhtiar lahir dan batin. Latihannya harus bagus, doanya mesti bagus supaya mendapatkan hasil, prestasi yang membanggakan.

“Oleh karena itu, untuk mengawali setiap acara harus dimulai dengan berdoa yang dipimpin langsung oleh pelatih atau official. Kalau perlu shalat sunah tidak ditinggalkan, malahan harus ditingkatkan dan ditambah dengan melakukan shalat tahajud,” ujarnya.

Ketiga, dalam meraih target sebagai juara harus mengedepankan cara yang sesuai dengan aturan kompetisi PTKIN Football Championship 2019, sehingga segala sesuatunya bernilai dan menjadi Ibadah.

“Ini pertandingan pertama yang dibuka dan dilakukan oleh Kementerian Agama yang baru. Saya tidak ingin ada cerita kita menang dengan cara yang tidak sesuai. Mari kita tanamkan kemenangan dengan cara-cara terhormat, elegan, sehingga ada keberkahan di dalam perlombaan sepakbola itu,” ujarnya.

Rektor sepakat untuk kontingen Football Championship 2019 dari UIN SGD Bandung harus mendapatkan prestasi yang membanggakan. Namun, yang paling penting bermain secara maksimal, mengerahkan semua teknik, taktik, dan strategi disertai usaha, ikhtiar, akhlak karimah serta doa yang ikhlas.

“Jangan jadikan beban, tapi bebaskan dan serahkan segala ikhiar lahir dan batinnya kepada Allah untuk meridhoi segala aktivitas kita, sehingga modal kekuatan ini menjadi pemicu untuk meraih prestasi. Misalkan kita ditakdirkan tidak menjadi juara, tapi tolong, saya nitip akhlaknya, sehingga kontingen UIN SGD Bandung tetap menjadi teladan bersama dalam mengedepankan akhlak karimah sebagai ajang silaturahmi dan syiar berdakwah di lingkungan PTKIN terwujud. Dengan cara-cara begitu, kita sudah mempraktikan aturan, tata cara, sistem sepakbola yang berbasiskan pada akhlak karimah,” tandasnya.
 
Sementara itu Wakil Rektor III, Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag menegaskan, kehadiran pemain pemain muda Persib Bandung Muchammad Wildan Ramdani, mahasiswa Jurusan Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) ini dapat memberikan energi positif yang mengedepankan nilai-nilai sportifitas dan moral dalam perlombaan PTKIN Football Championship 2019 di IAIN Jember yang berlangsung dari tanggal 19-28 November 2019.

"Mudah-mudahan duta UIN SGD Bandung terbaik ini memberikan penampilan terbaik, sehingga mendapatkan  prestasi yang dapat membanggakan kampus tercinta. Selamat bertanding duta-duta UIN SGD Bandung. Mari kita junjung tinggi sportifitas dan pertontonkanlah  nilai-nilai akhlak karimah supaya menjadi teladan dalam persepakbolaan di lingkungan PTKIN," pungkasnya.[rls/IS]

No comments