Gerak-Gerik Selebriti Selalu Jadi Tren Kekinian | Komentar Dyah Rahmi Astuti

Share:


DI ZAMAN media masih koran, radio dan televisi tabung, hanya segelintir orang bisa terkenal karena sering tampil di media tersebut. Meski menuju menjadi orang populer itu butuh proses sangat panjang, tetapi hasilnya selalu memuncak dan populer. Sejak itulah, apa pun yang menempel pada diri orang populer akan menjadi tren pada zaman itu.

Coba kita tinggalkan apa pun yang dipakai sang selebritis, kini kita lihat apa yang dilakukan dan diucapkan sang populis itu. Gerak-gerik pejabat populer maupun artis ternama, misalnya, kadangkala menjadi pola dan gaya bagi fans pada saat itu. Uniknya, gaya bicara pun selalu akan ditiru. Tapi celakanya, kalau sang idola melepaskan kata-kata jorok di ruang publik, maka kata-kata itu otomatis akan ditiru bahkan menjadi tren saat itu.

Orang-orang populer di media itu biasa kita sebut public figure. Analisa Dyah Rahmi Astuti, S.Sos, M.Si, dosen sekaligus Ketua Prodi Ilmu Humas pada Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Public Figure merupakan seseorang yang memiliki perhatian khusus dari khalayak umum, karena memiliki Daya Tarik (attractiveness) dari segi kharisma maupun fisiknya. Seperti halnya keterampilan, penampilan, juga karakter dan lainnya.

Konsumsi Media
Sambil membetulkan kerudung warna ping, Dyah Rahmi Astuti yang  kerap kita temui menjadi MC pada acara kampus itu menjelaskan, Public figure itu seorang yang selalu dan muncul di media. Itu sebabnya mereka mudah dikenal khalayak umum.

"Maka tidak salah, jika public figure dikatakan sebagai sosok yang tidak lepas dari media. Sebaliknya, media juga paling suka dengan eksplorasi public figure. Media selalu membutuhkan si public figure," tutur dosen cantik saat ditemui di acara wisuda UIN Bandung beberapa waktu lalu .

Nah, jika dilihat dari hal tersebut, berbicara tugas public figure itu artinya berbicara tugas dari media juga. Dari sisi ilmu komunikasi jurnalistik, media memiliki beberapa peranan atau tugas, antara lain memberikan informasi, persuasi, edukasi, hiburan dan lainnya kepada publik. 

Jujur saja, belakangan ini masyarakat selalu kehausan dan dahaga akan informasi mengenai public figure. Baik melalui media massa atau pun media sosial yang mereka miliki secara personal, public figure dapat memberikan banyak hal kepada mayarakat. Karena, public figure itu memiliki kepercayaan di khalayak umum, terlebih bagi para pengikutnya.

Sisi ini yang agak rawan, apa pun yang dikatakan, disampaikan, bahkan postingan di media sosial mereka, sudah otomatis menjadi referensi para pengikutnya (followers) dalam kehidupan sehari-harinya.

Public figure, dalam hal ini adalah selebriti atau entertainment, di masa ini mereka disebut opinion leader. Jika dulu opinion leader ini hanya disematkan pada mereka dengan sosok tokoh atau pun pemimpin di masyarakat daerah tertentu, tapi sekarang tidak.

"Yang Namanya opinion leader, itu adalah mereka yang memiliki kekuatan atau pun cenderung dapat memengaruhi masyarakat dengan muatan isi informasi yang disajikannya. Apa pun yang dikatakan atau dituliskan public figure melalui media massa (media sosial), bisa jadi selalu dianggap benar oleh para pengikutnya," kata Dyah.

Maka, sudah seharusnya public figure menyadari mereka bukan sekadar menghibur para pengikutnya, tertawa lepas dengan segala leluconnya, tetapi mereka juga memiliki peran mendidik (sekecil apa pun itu) di bidang apa pun yang si public figure kuasai. "Yang disampaikan secara persuasif, juga memberikan informasi yang mumpuni," tambah Dyah RA.

Perihal informasi, jangan sampai si public figure gampang menyampaikan atau menyebarluaskan bahan yang salah atau hoax, karena hal itu akan membahayakan banyak orang. Kebayang 'kan, kalau public figure itu mengklik satu informasi salah dan disebarkan, lalu satu pengikutnya melihat dan percaya.

"Karena itu sifatnya, khalayak akan mudah percaya pada seorang public figure, lalu disebarkan kembali, dan hal itu akan terus bekerja secara sama dengan pengikut lainnya," tandas Dyah RA.

Yang public figure pengaruhi adalah khalayak umum, terlebih atau terkhusus para pengikutnya. Di dunia selebriti mereka dikenal dengan sebutan fans. Public figure memiliki tempat khusus di hati para pengikutnya. Entah dengan branding yang baik, atau si pengikut merasa public figure sebagai sosok yang diinginkannya dalam hal hiburan atau pun tokoh yang diminatinya.

"Apa pun alasannya, public figure baik disadari atau pun tidak, sangat memengaruhi mereka yang ‘mengkonsumsi’ gerak-geriknya melalui media," jelas Dyah RA.'
 
Inilah beberapa hal yang patut diberikan kepada publik.

1. Informasi yang dapat mencerdaskan khalayak umum. Ingat, salah satu peran media (dan di dalamya termasuk public figure) adalah memberikan edukasi kepada masyarakat.

2. Hiburan sesuai kebutuhan khalayak. Tidak sedikit di antara kita mencari hiburan dari  atau dengan menonton televisi, yang di dalamnya banyak selebritis, atau membuka youtube yang masa ini isinya lebih banyak selebriti yang sudah ternama di televisi.

Sebelum mengakhiri pembicaraan, Dyah RA mengingatkan bahwa sejak beberapa tahun terakhir selebriti bergeser atau pindah tayangan ke youtube. Para selebriti pintar memilih platform. Mereka tahu jika sekarang masyarakat lebih suka menonton youtube ketimbang televisi.

"Selebriti saling berlari mendapatkan penonton yang banyak di youtube (viewer), untuk dapat membantu eksistensi mereka, juga menyelamatkan perekonomian mereka yang sudah jarang dipanggil on air di televisi," ungkap Dyah RA.

Netizen, kata Dyah RA, dengan berbagai problematika dalam kehidupan sehari-hari, terlebih sudah jengah dengan aktifitas pekerjaan, jika ada waktu luang atau sengaja meluangkan waktu, hiburan paling mudah didapat ada di telivisi.

"Atau, di era teknologi saat ini, youtube adalah jawaban mereka mencari hiburan untuk menghilangkan penat secara sejenak yang di dalamnya ada selebriti," pungkas Dyah RA.[isur]

No comments