Siswandi: Nunung Tidak Salah, Yang Salah Yang Diamanati | Lembaga Jangan Ikut Main-main



JAKARTA - Isu sedang viral di berbagai platform media, komedian Nunung dan suaminya Jan Sambiran tertangkap kamera sedang berada di Solo. Padahal mereka sedang menjalani rehabilitasi alias rawat inap di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur Jakarta Timur. Kata Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, Nunung dan suaminya tidak salah.   

Kepada pers di Jakarta, 30 Desember 2019, Siswandi menegaskan kalau benar vonis hakim menjalani rehabilitasi di RSKO dan belum waktunya keliaran di luar, sebagai lembaga itu menandakan tidak amanah. Ini harus diberi sanksi keras, vonis rehab itu sama derajatnya dengan vonis penjara.

"Pembedanya vonis penjara berada di penjara, sedangkan vonis rawat inap ya di tempat rawat inap sesuai waktu yang diputuskan dalam vonis hakim. Nunung tidak salah, yang salah pihak yang diberi amanah untuk merawat. Habislah kalau balai rehabilitasi ikut main-main," tandas Siswandi.

Dikutip dari laman wartaekonomi.com edisi 29 Desember 2019, komedian Nunung dan suami Jan Sambiran, mendapatkan keringanan keluar sementara waktu dari RSKO Cibubur, Jakarta Timur. Sebab, pasangan yang tengah direhab ini hendak ke Solo.

Kepergian Nunung ke Solo bukan tanpa sebab, ia mendapat kabar bahwa orangtuanya sedang sakit dan dirawat. "Nunung telah diberikan izin oleh Dirut RSKO dengan alasan tersebut," kata Dr. Bagus Ario Wibowo, Kabag Humas RSKO Cibubur, Sabtu (28/12/2019).

Namun, ia tak mengetahui secara pasti berapa lama kebebasan itu didapatkan Nunung dan sang suami. Sebab, itu adalah kewenangan direktur utama.

Sebelumnya, beredar foto di mana Nunung bersama suaminya Jan Sambiran tengah berada di Bandara Adi Soemarno, Solo pada 27 Desember 2019. Padahal, seperti diketahui pasangan ini sedang menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur. Keduanya terbukti mengonsumsi narkoba jenis sabu pada 19 Juli 2019 di Tebet, Jakarta Pusat.

Atas kasus tersebut, pasangan ini dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan masa rehabilitasi 1,5 tahun.[rls/isur]

Sumber pendukung: wartaekonomi.com

No comments

Powered by Blogger.