UIN BANDUNG MEMOTIVASI MAHASISWA UNTUK PROGRAM BEASISWA LPDP | TOEFL HARUS BERPOINT 450

Share:


BANDUNG - Mutu akademik mahasiswa menjadi perhatian utama di pendidikan tinggi. Berbagai motivasi untuk peningkatan mutu akademik mahasiswa telah dilakukan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung.

Untuk memberikan motivasi maka digelar kegiatan “Sosialisasi Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk Mahasiswa UIN SGD Bandung” di Hotel Puri Khatulistiwa, Jalan Raya Bandung-Sumedang, Jumat, (06/12/2019)

Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., Rektor UIN SGD Bandung, langsung memotivasi para mahasiswa. “Lulus di LPDP sudah biasa tapi jumlahnya belum luar biasa. Saya belum puas jadi perlu dilakukan treatmen bagi mahasiswa berprestasi. Harus ada cerita di masa depan UIN Bandung lulus terbesar program beasiswa LPDP," ungkap rektor.

Penguatan mutu akademik mahasiswa merupakan tanggung jawab Lembaga. “Harus ada ikhtiar dari lembaga secara maksimal. Harus terprogram secara sistemik dan harus dibuat regulasi. Bila perlu Kuliah Kerja Nyata untuk mahasiswa berprestasi digantikan dengan kegiatan persiapan LPDP," lanjutnya.

LPDP memberikan peluang beasiswa untuk studi lanjut ke luar negeri. “Alumni LPDP harus melakukan pendamping kepada mahasiswa berprestasi untuk penguatan bahasa, pembuatan proposal, dan cara korespondensi dengan promotor," papar rektor.

UIN SGD Bandung berupaya maksimal untuk penguatan mutu akademik mahasiswa. “Teknologi informasi perlu dikuatkan pada Tahun 2020. Ini memungkinkan untuk pelaksanaan kelas mobile melalui penilaian mahasiswa berpretasi," kata rektor.

Hidupkan Kultur Akademik
Dibutuhkan kultur akademik untuk peningkatan mutu akademik mahasiswa. “Berbagai sarana kita maksimalkan untuk menopang penguatan mutu akademik mahasiswa. Kultur akademik harus dihidupkan melalui pemanfaatan berbagai sarana serta fasiltas termasuk gazebo untuk digunakan diskusi-diskusi dan aktivitas akademik lainnya”, lanjutnya.

Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN SGD Bandung antusias menyambut berbagai gagasan rektor. “Agenda sosialisasi ini merupakan respon atas keinginan Pak Rektor untuk memberikan treatment kepada mahasiswa berprestasi bagi peluang program beasiswa LPDP," ungkap warek I.

Kualifikasi LPDP terdiri atas IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) dan nilai hasil ujian TOEFL. “Sosialisasi ini diberikan kepada mahasiswa berprestasi dengan minimal IPK 3.5 dan minimal nilai TOEFL 450 yang merupakan utusan jurusan dan program studi di lingkungan UIN SGD Bandung " tandas Rosihon.

Workshop sosialisasi menjadi pilot project program pembibitan mahasiswa. “Ini merupakan pilot project program pembibitan mahasiswa untuk memperkuat standar 3 akreditasi BAN PT bidang mahasiswa dan alumni, dan dalam rangka memberikan penguatan kepada alumni untuk memperoleh beasiswa studi lanjut ke Luar Negeri," ungkap Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag.

Program pembibitan mahasiswa direncanakan setiap tahun. “Program ini akan dilaksanakan setiap tahun. Disiapkan untuk mengawal mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan studi ke Luar Negeri. Semoga program ini akan meneruskan tradisi lulusan UIN Bandung belajar ke Luar Negeri," papar Wakil Rektor Bidang Akademik ini.

Pemateri dari LPDP dihadirkan dalam kegiatan ini, hadir pula Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Dr. Ahmad Ali Nurdin, Ph.D., yang akan memberikan motivasi pengalaman mengakses program beasiswa studi ke luar negeri. Hadir pula beberapa undangan termasuk Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin.

Kegiatan ini diikuti 75 peserta mahasiswa berprestasi di antaranya ada yang memiliki nilai TOEFL 500. Acara ini dikoordinasi oleh Dra. Dina Mulyati Kepala Bagian Akademik UIN SGD Bandung.[rls/IS]

Disadur dari sumber dan foto: Humas UIN SGD Bandung

No comments