Ada "Rumah Pengabdian" Digagas PKM-LP2M & Para Pegiat Pengabdian di UIN Bandung



BANDUNG - Dalam sebuah diskusi bertajuk "Silaturahmi para Pegiat Pengabdian Masyarakat di UIN Bandung" yang diadakan di Kantor LP2M Jumat  24 Januari 2020 muncul gagasan perlunya hadir "Rumah Pengabdian".

Diskusi yang dihadiri jajaran pimpinan LP2M serta para pegiat pengabdian perwakilan dari berbagai Fakultas di UIN Bandung, diinisiasi oleh PKM sebagai embrio lahirnya "Rumah Pengabdian" tersebut.

Menurut Kepala Pusat PKM,  Dr. H. Aep Kusnawan, M.Ag,  "Rumah Pengabdian" mirip dengan rumah jurnal, sebagai wahana bertemunya para pegiat pengabdian untuk saling betukar pikiran, gagasan,  pengalaman serta mensinergikan berbagai program dan gerak langkah para pengabdi UIN Bandung. Tujuanya agar lebih bersinergi, saling mengisi dan melahirkan inovasi dan membentuk distingsi ragam Model Pengabdian UIN Bandung.

Gagasan tersebut diamini Ketua LP2M Dr. Husnul Qodim, karena akan sangat banyak manfaatnya. Menurutt Husnul, kita butuh untuk saling berbicara mengenai program pengabdian yang tersinergi, terkolaborasi serta yang dapat melahirkan kekhasan pengabdian UIN Bandung.

"Sebab,  banyak pihak yang mengajak kerjasama dengan Pengabdian LP2M justeru menanyakan potensi pengabdian apa yang dimiliki UIN Bandung. Maka dengan gagasan Rumah Pengabdian diharapkan akan terinventarisir ragam potensi pengabdian di UIN Bandung tersebut, yang selanjutnya dapat dikembangkan melalui kerjasama dengan para pihak terkait," kata Husnul.

Diskusi dan sharing seperti ini juga harus berlanjut untuk menggali dan menginventarisir beragam potensi kekhasan pengabdian dari tiap prodi Fakultas. Kemudian bisa bersama-sama menginovasi program, kolaborasi antar para pegiat, relevan dengan kekhasan dan kebutuhan setiap prodi.

"Serta relevan dengan kebutuhan komunitas sasaran pengabdian sehingga memiliki aspek kebermanfaatan bagi masyarakat secara umum. Hal ini sejalan dengan orientasi dan cita-cita LP2M  UIN Bandung agar setiap program diupayakan memiliki empat aspek nilai; inovasi, kolaborasi, relevansi dan kebermanfaatan," tandas Husnul.

Hal senada diakui juga salah seorang peserta diskusi, Dr Sofyan al-Hakim dari Fakultas Syariah dan Hukum. "Pertemuan para pegiat pengabdian seperti ini, sudah saya nantikan sejak lama, karena akan banyak sekali manfaatnya, termasuk di dalamnya saling berbagi peluang," kata Sofyan.

Betapa tidak, saat masing-masing peserta diskusi menyampaikan pengalamannya mengabdi, nampak keragaman potensi pengabdian UIN Bandung itu terjadi. Antara lain, Dr. Sofyan (FSH) dan Dr. Hasanudin (FISIP) beserta timnya mengembangkan pengabdian "Eko Wisata Halal" di Kab. Bandung.

Dr Neneng (FTK) beserta timnya mengembangkan pemberdayaan masyarakat melalui Produksi Kefir untuk mencegah Stunting di sejumlah Desa di Sumedang. Dr Lia (Saintek) beserta timnya,  Mengembangkan  Pemberdayaan dan Peningkatan Buah Lokal, sementara ini melakukan pendampingan Petani Jeruk di beberapa Desa di Parongpong KBB, Dr. Tri (Lab Terpadu) beserta Timnya, mengembangkan Sertifikasi Halal di beberapa Kabupaten di Jawa Barat. Disusul dengan pengabdian melalui "Pengolahan Sampah dengan menggunakan Mikroba".

Sementara Dr. Sahid (FISIP) beserta timnya, mengembangkan program pengabdian Politik Berbasis Akhlak Karimah, dan Dr. Heny Gustini (FDK) dengan timnya, menekuni pengabdian pada kalangan masyarakat marginal (pengemis,  anak jalanan, Waria, dsb). 

Pada kesempatan berbagi pengalaman itu nampak bahwa pengabdian di UIN Bandung cukup potensial,  dan layak untuk ditumbuhkembangkan melalui dorongan dan dukungan para pihak. Bahkan menurut Dr.Lia, "saya nenekuni pengabdian dikalangan petani jeruk lokal KBB, tapi untuk menjadikan Agro wisatanya, saya membutuhkan masukan dari ahli pengembang ekowisata, yang ternyata ada juga di sini".
 
Karena itu, menurut Kapus PKM, ke depan akan diprogramkan  terwujudnya "Rumah Pengabdi",  dengan dasar pengabdian sebagai salah satu Tri Dharma PT, maka perlu dikembangkan oleh para dosen dan civitas akademika di setiap prodi.

"Setiap prodi diharapkan punya minimal satu jenis pengabdian core prodi-nya masing masing, lengkap dengan tim dan program-programnya. Itu yang kelak akan disosialisasikan oleh PKM kepada para stakeholder untuk dikerjasamakan. Sehingga diharapkan Pengabdian di UIN Bandung akan tumbuh berkembang, berkelanjutan dan semakin memberi warna manfaat kepada masyarakat," papar dia.

"Manfaat bonusnya tentu diharapkan bagi akreditasi prodi maupun lembaga UIN akan terus meningkat,  serta dalam even Nasional Icon Uce nanti,  kita dapat memiliki stok pengadian yang berkualitas," pungkasnya.[rls/IS]

Humas UIN SGD Bandung

No comments

Powered by Blogger.