Heboh Fenomena "Sunda Empire" Kerajaan Langit Ditahbis di UPI Bandung | Humas dan Rektorat Tidak Faham Maksudnya

Share:
Laporan Harri Safiari


BANDUNG – Pemberitaan tentang fenomena pentahbisan Keraton Agung Sejagat di Purworejo yang memanggungkan pasangan ‘Raja’ Toto Santosa dan ‘Ratu’ Fanni Aminadia, dan dielu-elukan oleh lebih dari 400 pengikutnya pada awal Januari 2020. Rupanya, kejadian di ‘Purwerejo’ itu mau tak mau berimbas juga ke kampus UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung.

Apa pasal? Ternyata, telah beredar viral di medsos sejak 2 tahun lalu, tepatnya Maret 2017, Toto Santosa, hadir di acara halal bihalal dan silaturahmi Sunda Empire yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (Gedung Achmad Sanusi) di kampus UPI Jl. Setiabudhi No 229 Kota Bandung. Banyak orang mempertanyakannya – kaitan antara peristiwa ‘Raja & Ratu’ Purworejo dengan Sunda Empire di kampus UPI, apa? 

Yana Setiawan, Kasi Hubungan Kelembagaan Eksternal Humas UPI melalui konperensi pers pada Jumat, 17 Januari 2020 membenarkan, kegiatan yang sekarang disebut Sunda Empire, pernah menggunakan Gedung BPU UPI dan halaman Taman Isola (Bumi Siliwangi).

“Pihak UPI awalnya sama sekali tidak tahu apa itu Sunda Empire yang sekarang ini ramai di masyarakat. Mengakunya, mereka sebagai Panitia Pembangunan Kota Bandung. Terkadang kegiatannya di dalam ruangan, maupun di luar ruangan,” tutur Yana.

Tercatat oleh redaksi berdasarkan tayangan di medsos di antaranya Youtube (Alliance Press International), kegiatan Sunda Empire yang juga mengaku sebagai Earth Empire di UPI berlangsung sejak Maret 2017 hingga  5 kali kegiatan.

Antara lain: 1). 7 Maret 2017 di BPU UPI, acara: Napak Tilas 75 tahun ABDACOM (American-British-Dutch-Australian Command), 2). 8 Maret 2018, di lapangan Bumi Siliwangi, acara: Napak Tilas ABDACOM. 3). 15-16 Juni 2018 di lapangan Bumi Siliwangi, dan Gedung BPU UPI, gelaran acara Silaturahmi & Halal Bihalal. 4) 6 Juli 2019 di Isola Resort dengan acara Halal BiHalal. 5). 27 Desember 2019 di lapangan Bumi Siliwangi dengan acara Napak Tilas ABDACOM (dibatalkan, karena khawatir meninbulkan kegaduhan di kampus UPI).

Masih kata Yana, sepengetahuannya hanya dua kegiatan yang diketahuinya dari 5 kegiatan di atas, yakni yang terjadi pada awal (Maret 2017) dan terakhir (Desember 2019).

“Terima kasih, kepada rekan-rekan wartawan telah mengingatkan atas kejadian ini. Yang jelas tidak ada sedikit pun keterkaitan UPI secara institusional maupun perorangan dalam kegiatan ini,” jawab Yana ketika ditanyakan adanya selentingan kemungkinan perorangan dari pihak UPI terlibat dalam kegiatan ini, apalagi menyangkut akan berakhirnya bubarnya sistem pemerintahan ‘diluar empire’ pada Agustus 2020 seperti diutarakan tokoh Sunda Empire, Nasri Bankir.

Pada pihak lain senior Resimen Mahasiswa Batalyon XI UPI, Huzaenal ketika dikonfirmasi perihal kejadian ini, ia sangat menyesalkan. Huzaenal mendapat laporan 3 bulan sebelum viral di medsos tentang Sunda Empire dari Komandan Batalyon XI UPI, Ahmad Hilmi.

Mereka malah sempat mempertanyakan – “Dikiranya kegiatan legiun veteran RI atau Pepabri karena berseragam ala militer, dan banyak berpangkat jenderal. Malah mereka pernah dihardik, karena memperhatikan kegiatan mereka. Akhirnya, kegiatan anggota Menwa YON XI, hanya dalam pemantauan saja.”

“Anggaplah ini sebagai pelajaran pahit, ke depan kampus UPI yang termasuk kaya dengan unsur heritage, ternyata bisa juga digunakan kalangan umum untuk mendeklarasikan di luar ketentuan. Ini yang kita sayangkan,” kata Huzaenal.

Lain halnya kata Adi Raksanagara, wartawan senior di kota Bandung yang pernah mengenyam pendidikan di UPI kala masih bernama IKIP Bandung, melalui WA sempat ‘cekikikan’ mengomentari omongan besar dari tokoh Nasri Banks tentang World Band.

”Otoritasnya, betapa besar hingga mengultimatum warga dunia dengan tengat waktu Agustus 2020. Kita ini warga dunia dimatanya, sebagai apa? Kemudian soal Bandung menjadi ‘corps diplomatic’ dan anggotanya jalan-jalan ke Jl. Asia Afrika, duh pengen ketawa jadinya … Aya-aya wae …”.(Harri Safiari)

No comments