LBH Panji Keadilan Mulia Agung Perkasa Berharap Polda Sulsel Sidik Tuntas Penipuan Mafia Tanah



JAKARTA - Terkait kasus penipuan oleh mafia tanah, seperti yang dilansir INTRONEWS kemarin, Tim Lawyer dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Panji Keadilan Mulia Agung Perkasa berharap Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menyidik tuntas kasus yang menyeret tersangka Rasman Alwi.

"Kami berharap Penyidik Ditkrimum Polda  Sulsel menyidik  tuntas tersangka Rasman Alwi  yang  menerima  uang  Rp2  milyar  lebih  melalui rekening  BRI nomor 489201007918532 atas nama RASMAN ALWI," tandas Dewan Pembina LBH Panji Keadilan Mulia Agung Perkasa Brigjen Pol (P) Drs Siswandi kepada pers melalui android, Rabu 29 Januari 2020.

Tersangka Rasman Alwi adalah seorang mafia tanah di Kepulauan Selayar yang dilaporkan korbannya, Alfian dan Tandrama, melalui tim lawyer LBH Panji Keadilan ke Polda Sulawesi Selatan. Akibat aksinya itu korban mengalami kerugian hingga milyaran rupiah. Tentu saja itu bukan uang sedikit.

Tim Lawyer berharap juga agar penyidik Ditreskrimum Polda Sulsel tidak terpengaruh adanya isu bahwa tersangka dibekingi orang kuat di belakangnya. "Hukum mesti ditegakan, jangan mau diintervensi," tandas Siswandi.


Pengakuan korban, saat bersama Tim Lawyer, mereka telah ditipu oleh Rasman Alwi senilai Rp2 miliar lebih (Rp2.000.565.000,-) dan pembayaran tanah tersebut yang ditransfer ke rekening BRI Cab Benteng Selayar dengan Nomor 489201007918532 atas nama Rasman Alwi. Dituangkan dalam Akte Notaris N. Ridwan Zainudin SH. No. 40 dan 41 tanggal 15 Agustus 2018.

Korban juga mendapat kabar bahwa tersangka Risman Alwi merupakan orang kuat karena bekingannya juga kuat. Namun kasus tersebut kini sudah dilaporkan ke Polda Sulsel dengan nomor laporan LPB/380/X/2019/SPKT tanggal 24 Oktober 2019, atas nama Rasman Alwi. Bahkan perkara ini sudah dilakukan penyidikan oleh Ditreskrimum Polda Sulsel.


"Pihak korban berharap, Polda dapat menyidik tersangka tanpa takut diintervensi oleh kekuatan tersangka Rasman Alwi," kata korban kepada pers di hadapan kuasa hukumnya.

Dilihat dari mafia tanah tersebut, korban berharap kasus ini tidak menimpa orang lain bahkan jangan ada lagi masyarakat yang tertipu oleh kelompok Rasman Alwi. Pihaknya punya bukti tranfer dan Akte Notaris Nomor 40 dan 41 dan telah diserahkan ke Penyidik Polda untuk proses hukum lebih lanjut.[Isur]

No comments

Powered by Blogger.