Saturday, January 11, 2020

Pejabat Munafik Itu Bernama Wahyu Setiawan - Komisioner KPU | Cibiran Para Tokoh



JUJUR saja, ini berita mengagetkan semua orang. Yang katanya jujur dan alim itu, ternyata maling juga. Tidak hanya itu, teriakannya di panggung politik maupun di ruang publik menggambarkan sosok bersih dan teladan. Apa mau dikata, iblis telah menggodanya. Dan ia tergoda. Malaikat bumi bernama KPK mendapat tugas incognito untuk meng-OTT Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan.

Tentu saja berbagai tanggapan pun datang bertubi-tubi. Penulis punya dua tokoh besar yang bersedia mengomentari kasus Komisioner KPU ini. Sebut saja Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, Dewan Pendiri LBH “Panji Keadilan” yang berkantor di Jalan Gunawarman Nomor 75 Kebayaron Baru, Jakarta.

Mantan perwira tinggi di Mabes Polri ini mengaku kaget dan heran atas operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa Wahyu Setiawan. Pasalnya, tidak disangka komisioner yang dikenal jujur dan akuntabel itu ternyata 'maling' juga.

“Kalau gayanya, saya percaya, sok alim dan menjanjikan. Seperti, dialah yang paling Jujur. Ternyata, hatinya tergoda setan juga hingga mau makan uang haram,” ucap Siswandi yang dihubungi melalui android, Jumat (10/1/2020). Menurutnya, seseorang yang jujur biasanya tak banyak ngomongin orang.

Wahyu Setiawan, oknum Komisioner KPU ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), hari Rabu (8/1/2020) saat berada di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. “Ini Memalukan,” kata Siswandi.

Siswandi sangat menyayangkan ulah Wahyu Setiawan yang telah mencoreng nama Komisioner KPU. Selama ini kredibilitas KPU tidak pernah terjadi kecurangan, baik soal pilpres, pilkada dan pileg, serta dipahami jujur dalam bertugas.

Siswandi menyatakan, benar kata almarhum KH Hasyim Muzadi, semasa hidupnya pernah berkomentar di TVone. "Kenapa saya sekarang getol turut memberantas korupsi? Karena saya, kebetulan tidak kerja berhubungan dnegan uang. Tapi andaikan saya kerja berhubungan dengan uang, tidak tahu juga ya.. jangan-jangan saya juga korupsi bila tdk disertai dengan iman," kata KH Hasyim Muzadi sambil tertawa seperti ditirukan Siswandi.

"Intinya... siapa pun biasanya ingin bersih. Tapi kalau sudah dengan uang... he he... mau juga... Seperti Wahyu Setiawan yang dikenal sok suci, bicaranya berantas korupsi... Eh kejentuk juga," kata Siswandi kecewa.

Berarti Allah baru membuka aibnya komisioner KPU yang selama ini kiprahnya aman-aman saja. Ketika aib sudah dibuka, maka habislah reputasi yang selama ini dibangga-banggakan sebagai orang jujur. "Ternyata endingnya dia orang gak benar,” ungkap  Siswandi. Ia berharap komisioner lainnya bisa mengambil pelajaran berharga menyikapi kasus ini.

Siswandi mengenal Wahyu Setiawan sebagai komisioner KPU yang bersuara lantang mengenai isu korupsi, juga menentang jika mantan terpidana korupsi mendaftar sebagai calon anggota legislatif  di Pemilu 2019. Wahyu Setiawan bahkan ingin membuat larangan bagi mantan terpidana korupsi mendaftar sebagai calon Kepala Daerah melalui peraturan KPU (PKPU).

Wahyu bersikeras ingin menerapkan itu meski Komisi II DPR menolaknya. DPR menolak dengan alasan UU No. 10 tahun 2016 tentang Pilkada tidak memuat larangan bagi mantan terpidana korupsi. Namun pa akhirnya larangan KPU menolak koruptor dibatalkan oleh Mahkamah Agung.

Menurut Siswandi yang mantan Kapolresta Cirebon itu, korupsi merupakan kejahatan luar biasa, dan koruptor telah mengabaikan amanah. "Hukumannya sudah jelas," kata Siswandi sambil memungkas pendapatnya bahwa bukti-bukti tindak pidana korupsi Wahyu Setiawan akan terungkap secara hukum kelak di persidangan Peradilan Tipikor.
 
Naniek S Deyang     
Siswandi mennambahkan, tak ada salahnya kita menyimak tulisan mantan wartawan yang eksis di media cetak, Naniek S Deyang, tentang Wahyu. Naniek yang pada Pilpres 2019 berada di kubu Prabowo Subianto, pernah dikecewakan oleh sosok Wahyu Setiawan ini, terutama saat sidang di MK. Berikut petikannya: 

Wahyu!
Kami Masih Ingat Betapa Aroganmu Saat Sidang MK

Wahyu,
saat engkau teriak di MK meski hakim sedang tidak menanyaimu, dimana di situ kamu justru nyerocos membuka keretakan koalisi 02, sebetulnya puncak kejengkelen para penasehat hukun kala itu juga merepresentasikan kekesalan kami rakyat Indonesia.

Para kuasa hukum 02 saat itu bertanya, kamu itu saksi atau komisioner KPU?
Karena saat itu yang ditanya sebetulnya saksi 01,
tapi yang emosional menjawab Anda Wahyu!!

Wahyu,
sekarang duit 400 juta
(yg tertangkap saat OTT) yg konon dari partai besar itutelah mengantarkan dirimu menjadi manusia dengan aib yg luar biasa memalukan utk kamu dan keluargamu....

Padahal itu hanya mungkin bagian kecil yg rencananya kamu sakuin, bisa jadi sebelumnya sdh gelondongan yg kamu telan Wahyu!

Wahyu,
mungkin orangtuamu memberi nama itu agar hidupmu penuh limpahan anugerah dari Allah SWT, namun sebagai komisonir KPU, kamu mencoba mengubah jalan Allah dan menjadikan dirimu "Tuhan Kecil"
dengan mengubah nasib orang2 yg bertarung di panggung politik.

Wahyu
ini baru hukum dunia, hukum akherat entahlah kamu pasti tau hukum orang yg doyan duit dan demi duit mengorbankan jutaan harapan rakyat...!!!

Atas dua komentar pedas dari dua tokoh gaek di bidangnya masing-masing itu, kita berharap KPK semakin gencar manangkap para maling duit negara (rakyat) itu.  Hhhhmmm, hukumannya harus setimpal, lebih berat dari yang paling berat di negeri ini. Apa ya?

Sumber pendukung: indonesiapost.co dan portal-islam.id

No comments:

Adbox