Siswandi: Lucinta Luna Tertangkap Konsumsi Narkoba | Yang Lain Menyusul

 
DARIPADA ditangkap kemudian dipenjara, para public figure yang masih mengonsumsi narkoba, diminta segera bertaubat dan berobat. Pesan itu lebih fokus ditujukan kepada Public Figure berinisial B, G, dan M, yang masih terindikasi menggunakan narkoba.

"Kalau tidak segera bertobat dan berobat, akan mengalami hal yang sama seperti dialami Lucinta Luna & Nanie Darhan, ketangkep sedang konsumsi narkoba," ungkap Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, kepada pers di Jakarta, Rabu (12 Februari 2020).

Lucinta Luna & Artis Nanie Darhan yang tertangkap mengonsumsi narkoba menjadi contoh pengalaman buruk para public figure selama ini. Lucinta diamankan di Apartemen Thamrin City, Jakarta Pusat, Selasa 11 Februari 2020.

Jika ada yang bertanya, ada apa dengan kehidupan selebriti yang tetap 'bandel' mengonsumsi narkoba? Menurut Siswandi, ini lebih disebabkan kurangnya pemahaman tentang Penyakit Adiksi. "Belum sampai ke masyarakat luas," tandasnya.

Bagaimana peran intansi terkait menjelaskan tentang bahaya narkoba? Sedangkan masih banyak Public Figure yang belum bertobat untuk berhenti mengonsumsi narkoba.

Siswandi mengungkapkan, selain Lucinta Luna sederetan Public Figure lain berinisal B, G dan M yang masih terindikasi menggunakan narkoba, siap-siap diciduk. "Kalau tidak segera bertobat dan berobat akan mengalami hal yang sama," tandas Siswandi.
 
Negara Rugi
Pengamatan sekaligus analisa paling mutakhir yang dilontarkan mantan Pimpinan BNN, Dr. Anang Iskandar, negara akan merugi puluhan triliun rupiah untuk mengurusi para tahanan narkoba. Selain untuk penyelidikan, penyidikan, juga untuk urusan persidangan dan makan sehari-hari para narapidana.

Seperti dilansir javanews online, penyalahguna narkoba ditangkap dan dihukum penjara menyebabkan lapas kelebihan muatan (over capacity). Saat ini jumlah penyalahguna yang dipenjara rata-rata sekitar 48 ribu orang per hari.

"Coba hitung berapa biaya penyidikan, biaya penuntutan dan biaya pengadilannya. Bayangkan berapa biaya makan, biaya pembangunan sumber daya lapas dan kerugian sosial yang harus ditanggung negara, mencapai puluhan triyun pertahun. Kerugian negara yang tidak ternilai adalah penyalahguna menjadi residivis setelah selesai menjalani hukuman," papar Anang Iskandar dalam laman itu.

Penegakan hukum dengan menahan dan memenjarakan penyalahguna di indonesia, disamping merugikan negara juga menghasilkan generasi residivis penyalahguna. Dan juga bentuk pelanggaran terhadap UU narkotika yang dilakukan penegak hukum. "Residivisme inilah cikal bakal yang membuat Indonesia memasuki darurat narkotika," kata Anang Iskandar.

Masih menurut Anang di laman lainnya (Berita Antara), penyalahguna narkotika adalah orang sakit adiksi ketergantungan narkotika kronis. Artinya, rentan kambuh sebagai penyalah guna berulang. Bukan karena sengaja menyalahgunakan narkotika. Akan  tetapi, karena tuntutan sakit adiksi ketergantungan yang dideritanya.

"Bila tidak terpenuhi maka mengakibatkan sakit yang gejala seperti “sakau”. Untuk menyembuhkan sakit adiksinya diperlukan proses rehabilitasi," ungkap Anang sambil menegaskan bahwa penjara bukan solusi untuk napi narkoba.


Perlu dicatat, penyalahguna dalam proses hukum ditahan dan dipenjara membuat bandar narkotika terbahak-bahak merasa diuntungkan.(isur)
Siswandi: Lucinta Luna Tertangkap Konsumsi Narkoba | Yang Lain Menyusul Siswandi: Lucinta Luna Tertangkap Konsumsi Narkoba | Yang Lain Menyusul Reviewed by INTRONEWS on February 12, 2020 Rating: 5

No comments