Unik, Siswandi Seorang Brigjen Polisi Jadi Advokat | Ini Alasan Utamanya ..

Share:


ZAMAN Now ini ada pensiunan perwira tinggi polisi, dilantik sebagai advokat yang bertugas menjadi kuasa hukum tersangka atau terdakwa. Ini peristiwa unik, dalam sebuah sidang terbuka di DPP Kongres Advokat Indonesia (KAI) terdapat 52 advokat dari berbagai kalakangan.

Belasan di antara 52 advokat itu adalah para perwira tinggi polisi, dari situ tercatat nama Brigjen Pol. P. H. Adv. Drs. Siswandi. Dia lah Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN), Pendiri LBH Panji Keadilan Mulia Agung Perkasa, Pengurus YKIM, mantan petinggi BNN, dan tentu saja pensiunan brigadir jenderal (brigjen) polisi. Di Kota Cirebon, Siswandi tercatat sebagai mantan Kapolresta yang populer dan disegani.   

Saat ditanya alasannya menjadi advokat, suami Renita ini menyatakan, alasan utama adalah pengabdian tanpa akhir. Kalau di kepolisian ia mengabdi selama 34 tahun, pengabdian pun selesai karena ia harus pensiun. Tapi kalau advokat sampai hayat dikandung badan pun hidupnya masih bisa bermanfaat bagi orang lain. "Pengabdian Tanpa Akhir," tandas Siswandi kepada INTRONEWS, Kamis malam (27/02/2020).

Sebagai seorang advokat, ayahanda Aldo itu pun mengemukakan alasan penting untuk membela Lex Spesialis, para korban penyalahguna dan pecandu narkoba. Namun demikian, semua kasus tidak membedahkan suku, agama maupun ras.

"Yang memerlukan bantuan hukum untuk mencari kebenaran dan keadilan yang hakiki, demi mewujudkan penegakkan hukum, terutama orang yang dizolimi oleh hukum," papar Siswandi.

Tentu saja kiprahnya di dunia hukum tidak sekadar cerita, Siswandi bersama GPAN dan LBH Panji Keadilan gencar menyuarakan aturan-aturan penting penegakan hukum perkara narkoba. Bersama para ahli lainnya, Siswandi mengelorakan tersangka pengguna dan korban narkoba tidak mesti dipenjara. Karena baginya, korban dan penyalahgguna harus direhabilitasi.

Sebagai upaya untuk memotong jaringan sindikat narkotika di penjara, para korban dan penyalahguna diupayakan tidak menjadi alat para sindikat dan pengedar narkoba. "Kalau penyalahguna dan korban dipenjara malah akan semakin kuat jaringan sindikat. Makanya kita potong jaringannya dengan cara rehabilitasi," kata Siswandi.

Sebagai advokat tentu saja membuka konsultasi hukum terhadap seluruh perkara yang dialami warga negara. Siswandi mengaku sangat faham seluk-beluk masalah penegakan hukum, lantaran ia mantan penegak hukum dan penyidik di kepolisian.

Upacara Sakral
Nama Siswandi mencuat tatkala digelar pelantikan oleh Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (DPP KAI), Kamis 27 Februari 2020 di Ruang Semeru, The Sultan Hotel, Jakarta. Sebuah upacara sakral pengangkatan 52 advokat secara organisasi di wilayah hukum DKI Jakarta.

Sidang Terbuka DPP KAI ini dipimpin langsung Presiden Kongres Advokat Indonesia Adv. H. Tjoetjoe Sandjaja Hernanto, SH, MH, dan anggota majelis sidang antara lain: Adv. TM. Luthfi Yazid, SH, LLM; Adv. Pheo M. Hutabarat, SH; Adv. Prof. H. Denny Indrayana, SH, LLM, Ph.D; dan Adv. Aldwin rahadian M, SH, MAP.

Sebelum Sidang Terbuka DPP KAI diawali penandatanganan MoU antara DPP KAI dengan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mengenai pelaksanaan konsultasi dan bantuan hukum untuk anggota APPSI. Penandatanganan dilakukan Presiden KAI Adv. H. Tjoetjoe Sandjaja Hernanto, sementara dari APPSI dilakukan oleh Ketua Umum, Dr. Ferry Julianto.

Tradisi pengangkatan advokat KAI, mereka mengucapkan Ikrar Advokat dan mencium bendera sang saka merah putih dan Pataka KAI.

Acara ditutup oleh hiburan komedian senior Srimulat. Ada Tessy, Bagong, Polo yang selama ini gencar sebagai aktivis Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN). Hiburan juga dimeriahkan Aris music dkk sebagai bentuk kontribusi GPAN.[isur/rls]

No comments