DRUG AMNESTI itu Pantasnya untuk Siapa? | Analisa Ketum GPAN Siswandi

Share:


Sebuah Analisa Ketum GPAN, Brigjen Pol. (Purn.) ADV. Drs. Siswandi, SH, MH

RIBUAN penyalahguna dan pecandu narkoba yang dibui di dalam penjara, baik rutan maupun lapas, seharusnya direhabilitasi. Karena, rehabilitasi adalah bentuk hukuman. Contoh Tax Amnesti, pengampunan bagi mereka yang punya harta tetapi tidak patuh bayar pajak, sehingga pemerintah memberlakukan Tax Amnesti. Akibatnya, banyak pengemplang pajak yang kini taat mengikutinya.

Kenapa Wacana DRUG AMNESTI harus dilakukan pemerintah? Sementara Presiden Jokowi sendiri pernah menyatakan Indonesia Darurat Narkoba.

Ketum GPAN Brigjen Pol. (Purn.) ADV. Drs. Siswandi mengusulkan pemerintah melakukan Drug Amnesti. Tentu saja dengan sejumlah pertimbangan, antara lain:
1. Korban penyalahguna dan pecandu narkoba kini sudah merembes ke desa-desa;
2. Korban usia dini kini sudah semakin banyak jumlahnya;
3. Penyalahguna dan Pecandu Narkoba tempatnya bukan di penjara, melainkan  panti rehabilitasi (karena rehabilitasi juga merupakan hukuman);
4. Pemerintah juga memberikan makan dan kelayakan hidup terhadap tahanan korban Penyalahguna dan Pecandu baik di Rutan maupun Lapas;
5. Kenapa mereka yang dipenjara tidak diberikan Drug Amnesti dipindahkan ke tempat Rehab?;
6. Di penjara bukan sembuh, tapi semakin parah. Masuk penjara awalnya hanya sebagai korban dan Pecandu, setelah keluar penjara mereka bisa jadi bandar;
7. Jika direhabilitasi masih ada kemungkinan sembuh, toh sama pemerintah juga menggelontarkan anggaran.

INTINYA, DRUG AMNESTI:
Pengampunan terhadap tahanan/penjara bagi Korban Penyalahguna dan Pecandu Narkoba agar dipindahkan ke tempat rehabilitasi.

Hidup Sehat Bersih Tanpa NARKOBA

No comments