Kapolres Kepulauan Selayar Diminta Jangan Abaikan Hasil Gelar Perkara Polda Sulsel | Kasus 'Mafia Tanah' Rasman Alwi

Share:



RASMAN Alwi, sang mafia tanah, diduga telah melakukan aksi penipuan jual-beli tanah terhadap para korbannya di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kasus ini jadi menarik dan ramai dibicarakan media tatkala dia sendiri melapor ke Polres Kepulauan Selayar bahwa dirinya ditipu oleh para korbannya.

Begini awal kronologi kejadiannya, antara Rasman Alwi (mafia tanah), Tan Drama dan Alfian Pramana telah sepakat melakukan jual beli tanah dengan bukti akta pengikatan jual beli nomor 40 dan 41 tertanggal 15 Agustus 2018, notaris M. Ridwan Zainudin, SH.

Namun hal tersebut tidak dijalankan oleh Rasman Alwi yang berkewajiban memberikan tanah tersebut setelah proses pembayaran diselesaikan. Malah justru Rasman Alwi melaporkan Alfian Pramana ke Polres Kepulauan Selayar dengan tuduhan tindak pidana penipuan tanpa dasar yang jelas.   

Para korban kemudian meminta bantuan tim LBH Panji Keadilan Mulia Agung Perkasa yang dipimpin Brigjen Pol P Adv. Drs. Siswandi di Jakarta. Bersama korban dan tim Lawyer melaporkan kasus ini ke Mapolda Sulsel.

Atas dasar bukti-bukti yang diajukan korban dan tim lawyer tersebut, keluarlah surat dengan nomor B. 1580/II/RES.7.5/ 2020/ Ditreskrimum Polda Sulsel. Surat tersebut ditujukan kepada Kapolres Kepulauan Selayar untuk menindaklanjuti hasil gelar perkara, dan akan menarik perkara tersebut oleh Polda Sulsel. Namun demikian, Kapolres Kepulauan Selayar telah mengabaikan surat tersebut.

Pihaknya mempertanyakan Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Temmangnganro Machmud yang mengabaikan hasil gelar perkara yang dilakukan Polda Sulsel. Apakah Pelapor dibekingi orang kuat? Bagaimana PROMOTERnya?

Brigjen Pol P Adv. Drs. Siswandi kepada pers di Jakarta, Senin 2 Maret 2020, meminta Kapolres kepulauan Selayar AKBP Temmangnganro Machmud untuk mengindahkan hasil gelar perkara Polda Sulsel tersebut.

Siswandi berharap Polda Sulsel dapat menyidik tanpa takut diintervensi oleh kekuatan tersangka Rasman Alwi. "Dilihat dari mafia tanah tersebut, jangan ada lagi masyarakat yang tertipu oleh Rasman Alwi maupun kelompoknya," tandas Siswandi yang juga mantan pejabat di Mabes Polri ini.

“Untuk semua bukti-bukti termasuk struk tranfer dan akte Notaris Nomor 40 dan 41 sudah diserahkan ke Penyidik Polda," tambah Siswandi menirukan laporan korban sambil menunjukan bukti surat penanganan perkara tersebut yang ditarik oleh Polda Sulsel itu.[IS]

No comments