Ketum GPAN: Ketua PARFI 2020-2025 Harus Mampu Ciptakan Stigma Artis Bersih Narkoba




JAKARTA - Terlepas dari siapa saja yang terpilih menjadi Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) untuk masa bakti 2020-2025, yang penting selain yang disyaratkan dalam Kongres, dia mampu menciptakan stigma Artis Bersih Narkoba.

Anggap saja itu harga mati dari Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Brigjen Pol P Adv Drs Siswandi. Hal tersebut disampaikannya kepada pers pada pembukaan Kongres PARFI, di Hotel Maharaja Jakarta Selatan, Selasa 10 Maret 2020.

"Diharapkan PARFI terpilih bisa menjadi patner GPAN dalam mencegah selebriti agar tidak terjerumus  narkoba. Jangan mau coba-coba," kata Siswandi. Diharapkan, tidak ada lagi selebritis yang tersandung narkoba.

Dikatakan, kasihan artis tersandung narkoba, masa depannya hancur, statusnya menjadi terhukum. Oleh sebab itu, harus diberikan pencerahan. Artis merupakan objek yang seksi bagi media untuk diberitakan manakala terlibat kasus narkoba.

Pertanyaannya, kenapa artis mudah sekali tersandung narkoba? Inilah yang selama ini menadi pertanyaan banyak kalangan. Seolah-olah mainan paling akrab dengan artis itu narkoba. Apa pun alasannya, baik sebagai jaga stamina maupun obat menguruskan badan, menurut Siswandi itu alasan yang salah. "Ini sudah membudaya, salah pemahaman dampak narkoba," tandas Siswandi.

GPAN sangat berkepentingan terhadap jalannya Kongres PARFI karena stigma pergaulan artis dengan narkoba yang sudah melekat itu mesti dihapus. Siswandi juga mengaku tidak menolak persyaratan lainnya untuk calon ketua PARFI yang baru, tetapi sebaiknya usulannya untuk mencantumkan kompetensi dan keinginan untuk menghapus stigma itu, menjadi pertimbangan semua pihak di Kongres PARFI.

Seperti diumumkan dalam Kongres PARFI, selain sebagai warga negara Indonesia yang didasari ketakwaannya kepada Tuhan YME, syarat calon Ketua PARFI itu juga dia bukan PNS/ASN/TNI-Polri aktif, berdomisili di Jabodetabek, berkelakukan baik, siap memajukan organisasi, jujur dan berintegritas, sehat jasmani-rohani, dan tidak terlibat narkoba.[isur]

No comments

Powered by Blogger.