Ketum GPAN Siswandi Dukung Kebijakan Tahanan Rumah Bagi Penyalahguna dan Pecandu Narkoba

Share:



JAKARTA - Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Brigjen Pol (P) ADV. Drs. Siswandi sangat mendukung dan mengapresiasi langkah Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly, yang mengeluarkan kebijakan soal mekanime tahanan rutan/lapas menjadi tahanan rumah. GPAN lebih fokus terutama bagi tahanan rumah penyalahguna dan pecandu narkoba.

Siswandi juga mendukung langkah Menkumham tersebut terutama untuk memotong mata rantai penyebaran Virus Corona  Disease (Covid-19) yang belekangan telah menjangkit ribuan orang di Indonesia. Kebijakan Menkumham tersebut tertuang dalam Surat Edaran MA No. 1 Tahun 2020, memberikan tiga opsi antara lain pengalihan masa penahanan tersangka atau terdakwa. Ini juga diatur dalam pasal 22 KUHAP (Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana).

"Salah satu isinya memberi opsi agar tersangka/terdakwa yang kini ditahan di rumah tahanan (rutan) menjadi tahanan rumah," ungkap Siswandi kepada pers melalui jaringan android, di Jakarta, Senin 30 Maret 2020.

Hal ini ditanggapi serius oleh Ketum GPAN Siswandi, khususnya terhadap korban penyalahguna dan pecandu narkoba. Dengan pertimbangan, selain praduga tak bersalah, mereka juga harus disembuhkan dari kecanduan narkoba.

Mereka tepatnya bukan di penjara. Mereka itu sudah jelas terkena Virus Narkoba, jangan sampai terkena Virus Corona juga. "Namun demikian, persoalannya apakah Surat Kemenkumham RI itu dapat diwujudkan? Mari kita ikuti, semua komponen masyarakat," tambah Siswandi.[isur]

No comments