Dikepung Banjir Diancam Covid-19 | Itulah Nasib Warga Bandung Selatan Saat ini

Share:


Laporan Potensi SAR Asep Mulyana alias Asmul dari Lokasi Banjir di Kelurahan Andir, Baleendah, kab. Bandung ---


BANJIR melanda Kelurahan Andir, Baleendah, Kab. Bandung, awal April 2020. Pemantauan Potensi SAR Asep Mulyana alias Asmul, langsung dari lokasi. Banjir terparah terjadi di RW 09 dan RW 07. Bahkan hampir semua RW di Kelurahan Andir terdampak merata. Lebih luas lagi Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang juga merata.

Padahal, disaat banjir melanda di sejumlah kecamatan di Kab Bandung, kasus penyebaran Virus Corona sedang mengganas. Sebagian pengungsi terpaksa berkumpul di tenda darurat, sebagian warga terpaksa diam di rumah yang terendam air. Banyak warga yang terjebak dan minim pertolongan karena doble musibah ancaman Covid-19 dan Banjir.

Kolam Retensi Cieunteung dan terowongan Curug Jompong ternyata tidak menyelesaikan masalah banjir ini. Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman Galamedia Bandung, di Kab. Bandung sendiri empat kecamatan terdampak banjir akibat luapan Sungai Citarum dan anak-anak sungai, sejak Selasa (31/3/2020). Yakni Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Kecamatan Ciparay. Ketinggian air di Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah mencapai 2-3 meter, dan di lokasi lainnya rata-rata mencapai 1 meter.

Berdasarkan data sementara hasil assessment Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung sebanyak 1.552 kepala keluarga atau lebih dari 5.000 jiwa yang terdampak banjir di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang.

No comments