Direktur YBLH: Pemimpin Jangan Ngomong Sembarangan Soal Perut Warga

Share:


"Orang Lapar Cenderung Nekad" ---

 

CIREBON - JAYA di Medsos, tetapi juga akhirnya dibuli di Medsos. Itulah Ridwan Kamil yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat. Ia kini serba salah di mata netizen dan rakyat Jawa Barat terkait dirinya menanggapi aspirasi kepala desa di Sukabumi yang harus mendata warga miskin akibat COVID-19.

 

Itulah kalimat yang meluncur dari Direktur Eksekutif Yayasan Buruh dan Lingkungan Hidup (YBLH) Cirebon, Yoyon Suharyono, menilai sikap Gubernur Ridwan Kamil (Kang Emil) yang dianggap keterlaluan akhir-akhir ini.

 

"Pemimpin jangan ngomong sembarangan dengan orang lapar. Soal perut Itu sensitif dan mereka akan nekad bahkan tidak ada yang ditakuti, karena dalam pikiran mereka yang penting ada beras," ungkap Yoyon saat dihubungi melalui whatsapp, di Cirebon, Minggu (26/04/2020).

 

Untuk soal bantuan sosial berupa uang maupun sembako, kata Yoyon, gubernur harus adil dan mencontoh para pemimpin dunia yang turun ke lapangan dan melihat langsung kegetiran mereka menghadapi krisis ekonomi.

 

"Tidak boleh ada yang terlewat. Sebab saat ini tidak hanya yang terdaftar sebagai orang miskin, banyak juga orang miskin baru gara-gara Virus Corona. Sebenarnya, mereka tidak takut virus corona, tetapi takut perutnya tidak terisi makanan karena di rumah tidak ada beras," kata Yoyon menggambarkan ngerinya situasi ekonomi rakyat saat ini.

 

Inilah yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin saat situasi jadi genting: jangan egois, tidak boleh merasa paling adil tetapi rakyat menderita. "Kalau rakyat mau nuruti pemimpin, ya kali ini diminta pemimpinnya harus mau dikritik dan merasakan penderitaan rakyat," pungkas Yoyon.[isur]

No comments