MODEL BARU DIES NATALIS KE-52 UIN BANDUNG MELALUI TELECONFERENCE

Share:

Sidang Senat Terbuka Dies Natalis UIN SGD Bandung ke-52 Digelar Melalui Teleconference ---

BANDUNG  -Untuk pertama kalinya, Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-52 UIN Sunan Gunung Djati Bandung dilakukan melalui media teleconference dipimpin langsung Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, MSi diikuti 184 peserta, Rabu (08/04/2020).

Ke-184 peserta teleconference ini terdiri dari Guru Besar, para Wakil Rektor, Kepala Biro, Direktur dan Wakil Direktur, Dekan dan Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan/Prodi S1, S2, S3, Kepala dan Sekretaris SPI, Ketua Lembaga dan Kepala Pusat, Kepala Bagian sampai Kepada Sub Bagian di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Teleconference Sidang Senat Terbuka Dies Natalis UIN SGD Bandung ke-52 memakai aplikasi Zoom. Aplikasi Zoom adalah perangkat yang bisa digunakan untuk melakukan teleconference di mana saja dan kapan saja. Penggunanya pun bisa sampai beberapa orang.

Langkah-langkah menggunakan aplikasi Zoom:
1. Download
Untuk menggunakan aplikasi Zoom, pengguna harus mendownload terlebih dahulu di perangkat Apple, Android maupun Windows. Cukup ketik 'Zoom Cloud Meeting' di kolom pencarian.

Klik 'Download' atau 'Install' dan tunggu proses aplikasi Zoom beberapa saat. Terakhir, buka aplikasi dan gunakan untuk melakukan rapat jarak jauh.

2. Cara Pakai
Cara menggunakan Zoom Meeting di Android, maupun Apple bisa dengan masuk terlebih dahulu. Kemudian pilih 'Gabung Rapat' atau 'Masuk' untuk menggunakan aplikasi.

Jika rapat jarak jauh telah dilakukan di aplikasi Zoom, pengguna tinggal pilih 'Gabung Rapat' atau melalui link yang telah diberikan. Lalu, isi room number dan password yang telah dikirim sebelumnya.

Pengisian room number dan password dilakukan agar pengguna bisa masuk ke dalam rapat dalam aplikasi Zoom tersebut. Selain itu, pengguna bisa memulai rapat sendiri dengan membuat rapat sendiri dengan mendaftar terlebih dahulu.

Untuk Sidang Senat Terbuka Dies Natalis UIN SGD Bandung ke-52 yang menggunakan Teleconference dimulai dari pukul 13.30 yang dipandu oleh Kepala PTIPD, Undang Syarifudin. Setelah 184 peserta bergaung digelarlah Sidang Terbuka yang dipimpin oleh Prof. Nanat.

Join Zoom Meeting:
https://zoom.us/j/158572386?pwd=dG5RMzBrams4Ykx
hNU5Nd2NIV3FrUT09
 Meeting ID : 158 572 386
 Password : d1es52 

Pidato Ketua Senat 
Dalam sambutannya, Ketua Senat Universitas menjelaskan acara Dies Natalis ke-52 bertajuk Sinergi Bersama untuk UIN Sunan Gunung Djati Bandung Maju ini, berbeda dengan Dies Natalis sebelumnya.

"Saat ini bangsa kita, bahkan seluruh dunia, sedang prihatin menghadapi badai Corona Virus Disease (Covid-19) yang sangat mengerikan untuk keselamatan umat manusia, “salah menanganinya bisa hancur bangsa ini. Hal ini mengancam dan mengganggu seluruh sektor kehidupan bangsa, termasuk kondisi pendidikan," kata Profesor Nanat.

Selanjutnya dikatakan, Kalau merujuk kepada Al-Qur’an, musibah ini mungkin ujian bagi kita, peringatan atau mungkin juga adzab dari Allah SWT karena ingkar kepada-Nya. Mungkin wabah ini sebagai ujian bagi kita sebagaimana dikemukakan dalam Al-Qur’an: Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu.” (Q.S. Muhammad [47] : 31)

Mungkin sebagai pelajaran agar kita dapat mengambil pelajaran dari-Nya, hal ini sebagaimana dikemukakan dalam firman Allah Swt. “Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang berada di kapal itu, dan Kami jadikan (peristiwa) itu sebagai pelajaran bagi semua manusia.” (Q.S. Al-Ankabut [29] : 15)

Atau mungkin pula sebagai adzab yang diturunkan Allah Swt, sebagaimana dikemukakan dalam firman Allah “Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri; kecuali penduduknya melakukan kezaliman. “ (Q.S. Al-Qashash [28] : 59)

Prof. Nanat berharap mudah-mudahan keadaan ini merupakan ujian dari Allah kepada bangsa Indonesia, untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, sehingga menjadi bangsa yang diridhai Allah Swt., “Karena itu, marilah kita hadapi Covid-19 ini dengan tenang dan jangan panik,” jelasnya.

Ibnu Sina penulis buku Al-Qannun fi Al-Tibb pernah menulis: “Kepanikan itu separuh penyakit, ketenangan separuh obatnya, dan kesabaran adalah titik awal kesembuhan”.

Untuk menghadapi kondisi saat ini ada dua hal yang perlu dilakukan. Pertama, Pendekatan ikhtiar akli duniawi. Mari kita taati protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah itu secara disiplin ketat. Kedua pendekatan ikhtiar spiritual naqli. "Mari kita banyak berdioa, dzikir, beristigfar dan banyak membaca Al-Qur'an," pesannya. 

Apresiasi Rektor
Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si menuturkan saat ini kita dihadapkan dengan situasi yang mengkhawatirkan, disatu pihak ada pandemi Covid-19, di pihak lain kita juga memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

"Tentu situasi seperti ini dibutuhkan ketangguhan kita semua. Saya bersyukur dan berterimakasih kepada seluruh sivitas akademika UIN SGD Bandung tetap bekerja dengan baik, walaupun dengan situasi pandemi Covid-19. Karenanya kepada seluruh civitas akademika, khususnya para dosen saya berikan apresiasi setinggi-tingginya atas terlaksananya kuliah daring bersama dengan mahasiswa kita tercinta, demikian juga kepada para tendik yang telah memberikan layanan secara online, pihak kampus akan terus berikhtiar menyiapkan berbagi fasilitas untuk meningkatkan layanan secara online, baik untuk kepentingan perkuliahan maupun lainnya."

Rektor menegaskan beranjak dari pengalaman ini, maka program penguatan IT kedepan harus menjadi skala prioritas terlebih kita punya cita-cita untuk menjadi techno university.

Rektor berpesan, "optimislah bahwa setiap kesulitan ada banyak kemudahan. karenanya kita yakin bahwa situasi saat ini akan bisa kita lalui dengan baik tanpa menyisakan masalah di kemudia hari," ungkapnya.

Buat kita menghadapi situasi seperti ini, tentu harus menggunakan dua pendekatan: Pertama, secara lahir (medis) mengikuti aturan-aturan protokol Covid-19, yakni jaga jarak, bermasker, cuci tangan, di rumah aja. Kedua, pendekatan batin (agama) seperti berdoa setiap pagi dan sore, dawam wudhu dan juga jangan mendatangi tempat yang sudah terkena wabah, banyak beristighfar.

“Dalam situasi seperti ini tingkatkan iman dan taqwa kita kepada yang maha kuasa. Yakinlah jika dua pendekatan ini kita lakukan kuasa Allah akan kita rasakan,” tandasnya.

Mari kita terus bekerjasama dan sama-sama bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing untuk memberi manfaat dalam rangka berbuat baik untuk lembaga yang kita cintai UIN SGD Bandung.

“Sebagaimana sabda Rasul, khoirunnaas anfa'uhum linnas dan al-jamaa’atu rohmatun wal-firqotu ‘adzaabun. Karenanya pilihan kerjasama dan sama-sama bekerja menjadi sebuah keniscayaan untuk kemajuan UIN SGD Bandung dimasa depan,” pungkasnya.[rls/IS]

No comments