Diberi 1200 Paket Sembako, Guru Madrasah Sebut Polda Jabar Malaikat Penyelamat

Share:




Polda Jabar Malaikat Penyelamat Guru Ngaji ---

INTRONEWS  - Masih ada sejumlah guru dari 8000 guru ngaji (non-formal) di madrasah-madrasah di Kota Bandung yang honornya Rp100 ribu hingga Rp200 ribu sebulan. Dalam kondisi normal saja honor mereka tidak cukup untuk makan. Tetapi mereka rela mengabdi demi pendidikan keagamaan muridnya. 

Saat wabah Covid-19 melanda penduduk negeri ini, para guru madrasah mulai TK hingga setingkat SD dan SMP di Kota Bandung, makin menderita. Terutama sulit menghindari rasa lapar karena kesulitan bahan makanan. Wajar saat bantuan dari Polda Jabar datang dalam bentuk ribuan paket sembako, para guru ini meneteskan air mata tanda bersyukur.

"Di situasi sekarang kami benar-benar menderita, Polda Jabar datang tepat waktu, kami sangat terbantu. Polda Jabar mah malaikat penyelamat kami. Mudah-mudahan yang lain bantu kami juga," kata Tati Rohayati, Guru TK Alquran Kota Bandung, kepada wartawan, ditemui di Rumah Hafiz Jln. Sukanagara 78 Antapani Bandung, Selasa (19 Mei 2020).

Hari itu, Selasa (19/5/2020) di tempat yang sama Kapolda Jawa Barat diwakili Kasubdit 1 Direktorat Intelkam Polda Jabar AKBP Drs Abdussalam MM menyerahkan bantuan berupa 1200 paket sembako. Yang menerima bantuan adalah para guru non-formal yang bernaung di Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Forum Komunikasi Pendidikan Alqur'an (FKPQ), dan Forum Pondok Pesantren (FPP).

Kapolda Jabar diwakili Kasubdit 1 Intelkam Polda Jabar, AKBP. Drs. Abdussalam, MM, hadir juga Kanit 1 Subdit Politik Dit Intelkam, Kompol Ade Solihin, Kasie Ponpes Kantor Kementrian Agama Kota Bandung H. Iman Aminudin SH,  dan Para perwakilan guru non formal.

Kasubdit 1 Dit Intelkam Polda Jabar, AKBP Drs Abdussalam, MM dalam kata sambutannya menyampaikan salam dari Kapolda Jabar kepada para guru non-formal. "Saya mewakili Kapolda Jawa Barat berharap bantuan ini dapat bermanfaat walau sedikit, dan meringankan beban para guru ngaji dan madrasyah di Kota Bandung," ungkapnya.

Di tengah pidatonya, Abdussalam menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polda Jabar terhadap nasib para guru non formal yang ada di Kota Bandung. "Kita berharap wabah Covid-19 segera berakhir agar kondisi ekonomi segera pulih kembali," harap Abdussalam.

Kasie Ponpes Kemenag Kota Bandung, H. Iman Aminudin SH mengapresiasi Kapolda Jabar yang peduli dan memperhatikan kondisi para guru non-formal. "Polda Jabar menjadi teladan, semoga kebaikan yang telah disampaikan mendapat balasan dari Allah SWT dan bermanfaat bagi para guru non formal yang saat ini terdampak Covid 19," ucapnya selepas menyaksikan pemberian paket sembako oleh personel Polda jabar kepada guru ngaji yang baru saja keluar dari pintu masjid di RW 18 Antapani Bandung.

Di tempat yang sama Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Alqur'an (FKPQ) Rida Rosidah menuturkan, jumlah guru non formal yang terdiri guru ngaji di FKDT, FKPQ dan FPP di Kota Bandung saat ini mencapai sekitar 8000 orang. Mereka semenjak merebaknya wabah Covid 19 tidak beraktivitas sama sekali, akibatnya berdampak buruk terhadap kondisi ekonomi keluarga.

"Alhamdulillah Polda Jabar peduli dengan kami dan memberikan bantuan paket sembako yang memang sangat dibutuhkan, terlebih menjelang Idul Fitri ini. Walau hanya sekitar 20 persen yang terbantu, tetapi minimal kepeduliannya itu membuat para guru ngaji bisa bernafas lebih panjang," ungkap Rida.

"Saya atas nama Forum Komunikasi Pendidikan Alqur'an mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Jabar dan Jajaran," tuturnya.[isur]

No comments