Rumah Ketum GPAN Siswandi Kedatangan Tokek Sejak 3 Tahun Lalu

Share:

Tokek Ini Rutin Minta Makan Setiap Jam 7 Malam ---



INI tokek beneran, bukan tokek kiasan. Datang sendiri ke rumah setiap jam 7 malam, dan sudah berjalan tiga tahunan. Tidak pernah diundang apalagi beli dari orang.

Jinak dan teriakan suaranya empat kali setiap hari itu bikin gemas, indah dan menjadi musik mp3 alami yang menenangkan jiwa. Tokek itu ukuran 30 cm. Tubuhnya kehijauan bermotif indah. Sepertinya tokek dewasa, saya tidak tahu dia jantan atau betina.

Selalu Kulo Nuwun tiap malam lewat teriakannya untuk minta makan. Dan hanya berteriak di rumah saya saja. kesukaannya jangkrik. Saya rutin ngasih 4-6 ekor jangkrik setiap hari. Kalau pagi dia keluyuran, pulang ke rumah saya setiap jam 7 malam. Begitu seterusnya sampai sekarang.

Begitu penuturan Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) , Brigjen Pol (P) ADV. Drs. Siswandi, Senin (11 Mei 2020) selepas solat subuh, saat bercerita tentang rumahnya di kawasan Petamburan Jakarta Barat yang selalu kedatangan seekor tokek lucu.

Banyak orang percaya tokek membawa keberuntungan, sinyal adanya rezeki bagi atap rumah yang disinggahinya, apalagi teriakannya lebih dari satu kali. Bagi Siswandi, kedatangan tamu kecil ini diambil sisi baiknya.

"Ya anggap saja kedatangan rezeki, hewan langka, mau datang ke rumah saya dan sudah tiga tahun lamanya. Makannya seperti sudah terjadwal setiap jam 7 malam. Ia konsisten dengan waktu makannya. Tiap pagi dia keluyuran entah kemana, tidak pernah kabur, tapi tiap sore datang ke rumah saya. Ini unik," kata Siswandi.

Terlepas dari pendapat orang tentang tokek, baginya suara tokek itu bikin asyik, indah dan tidak membosankan. Siswandi menganggap itu hiburan yang datang diutus dari langit untuk keluarganya. Di rumah itu ada dirinya, Ibu Renita isterinya, dan Aldo putera semata wayangnya.

Di musim wabah Corona banyak orang kesulitan pangan, Siswandi ikut membantu masyarakat yang kesulitan makan akibat pemberlakuan PSBB. Anehnya, rezeki itu selalu ada dan banyak orang yang menitipkan donasi kepadanya untuk disalurkan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.

"Saya percaya Tuhan yang ngatur semuanya. Tapi kalau soal tokek, 'kan sudah datang sejak tiga tahun lalu. Saya seperti diminta Tuhan untuk memeliharanya. Kalau itu pertanda rezeki melimpah, ya Aamiin Ya Mujibas Sailin. Tuhan Maha Adil," ucap mantan petinggi BNN dan Mabes Polri ini.

Cerita tinggal cerita, banyak literatur yang membahas tentang tokek. Ada yang berpersepsi buruk ada yang baik. Kita ambil sisi baiknya. Jangankan seekor tokek, sekelas anjing liar pun jika dia butuh bantuan maka manusia harus memberinya bantuan.

Ini akan berdampak sejajar ketika kita menyayangi binatang dan memeliharanya dengan kasih sayang, apalagi terhadap sesama manusia harus saling berbagi dan membantu, maka Sang Pencipta Makhluk itu akan mengutus makhluk lain untuk menyayangi kita. Insya Allah kita tidak akan merugi.

Coba perhatikan QS. Al'Ashr (103) ayat 1-3, bahwasanya orang yang tidak merugi itu adalah orang beriman, beramal saleh, saling menasehati dalam hal kebaikan dan kesabaran.

Patokannya, serahkan seluruhnya kepada disain Tuhan, karena kebenaran yang hakiki dari segala persoalan itu hanyalah datang dari Tuhan. Dan Tuhan selalu bertanggung jawab atas apa yang DIA rencanakan untuk manusia. Semoga tulisan ini bermanfaat.[isur]

No comments