Di Roasted Bar, Makan Sambil Beramal untuk Donasi Kebun Binatang Bandung

Share:



HEBATNYA orang Indonesia, disaat wabah pandemi Covid-19 melanda dan rakyat menjadi sengsara, muncul para dermawan secara sporadis di seluruh tempat. Sifat gotong-royong menjadi watak bangsa yang mencuat disaat Indonesia sedang berduka. 

Pandemi Covid-19 yang menghebohkan negeri ini tidak hanya berdampak bagi manusia, juga bagi satwa yang ada di kebun binatang. Konsentrasi kemarin, bantuan lebih diarahkan untuk manusia yang berlangsung sampai sekarang. Namun sebagiannya lagi perhatian diarahkan untuk satwa yang bisa saja kelaparan akibat tiga bulan tidak terurus. 

Kita tengok nasib sejumlah satwa yang ada di Bazoga alias Bandung Zoological Garden. Orang Jawa Barat menyebutnya Kebun Binatang Bandung. Biaya pakan satwa itu cukup besar, sehingga pengelola kewalahan biaya. Harus ada suntikan dana dari para pihak. 

Terkait dengan hal itu, pengusaha kuliner Rumah Makan "Roasted Bar", Ilhamsyah Dwihandika, yang berkedudukan di Jln Progo 34 Bandung, membantu pihak manajemen Kebun Binatang Bandung dalam pemenuhan pakan satwa. Roasted Bar merilis program donasi unik bertajuk "Berbagi Bersama untuk Kebun Binatang Bandung" dengan melibatkan para pelanggan setianya. 

Dari setiap item makanan yang dipesan, ditarik Rp2500 untuk didonasikan kepada Kebun Binatang Bandung. Program donasi ini dirancang sejak bulan mei dan mulai dilaksanakan pada 11-29 Juni 2020.  

"Donasi yang terkumpul dari program ini diserahkan pada Hari Senin 29 Juni 2020 kepada manajemen Kebun Binatang Bandung," ungkap CEO dan Owner Roasted Bar, Ilhamsyah Dwihandika kepada wartawan di kawasan Jalan Progo 34 Bandung, Sabtu (27/06/2020).

Tujuan dari program yang digagasnya ini, kata Ilhamsyah, membangkitkan kepekaan para pelanggan Roasted Bar, terutama kalangan milenial untuk berbuat baik kepada makhluk hidup termasuk satwa yang diurus manusia. 

"Sejauh ini respon dari para pelanggan sangat bagus dan menyambut baik program ini karena bisa menumbuhkan kepekaan kepada sesama mahluk hidup di dunia," kata Ilhamsyah yang sehari-hari menyediakan produk makanan istimewa dari daging ayam dengan variasi sambal yang akan membuat lidah penikmat kuliner Bandung ketagihan.

Sementara itu Marcom Bazoga, Sulhan Syafii alias Aan, menyambut antusias program donasi dari Roasted Bar ini. Menurutnya, program ini sangat baik, apalagi dilandasi niat tulus menggugah kepekaan anak-anak muda untuk saling tolong menolong terhadap sesama mahluk hidup. 

"Ini perlu ditiru bagi siapa pun, dan Bazoga membuka peluang donasi bagi siapa pun," tandas Sulhan. Program itu juga tidak menutup kemungkinan datang dari para pengusaha lainnya.


Bazooka Masih Sepi 
Sejak hari itu pula Kebun Binatang Bandung sudah mulai dibuka untuk umum, namun pengelola diberi batasan harus memenuhi syarat dan protokol kesehatan yang diberikan pemerintah kota Bandung melalui wakil wali kota. 

"Kami menerapkan protokol kesehatan kepada setiap pengunjung yang datang seperti mengecek suhu, menyediakan 16 wastafel baru dan lainnya. Selain itu, kami pun membatasi kunjungan wisatawan 30 persen dari daya tampung (6000) orang," ungkap Sulhan. 
Aturan berkunjung bagi para wisatawan masih cukup ketat, dibatasi hanya yang memiliki KTP Jawa Barat. Pengunjung diwajibkan menggunakan masker, dan membasuh tangan di wastafel yang disediakan pengelola. Hari Sabtu itu jumlah pengunjung hingga pukul 12 siang hanya mencapai 179 orang. "Masih sedikit," kata Sulhan. 

Pengunjung sebaiknya sudah dalam kondisi sarapan dan makan, perut tidak boleh kosong, karena pengelola melarang pengunjung gelar tikar untuk makan-makan di lokasi. Di dalam area Bazoga juga tidak ada warung atau foodcourt. Wahana bermain anak-anak pun, termasuk satwa tunggang tidak dibuka untuk umum. 

Harga tiket masih tetap Rp40.000 per orang, dan kebun binatang mulai buka sejak pukul 8 pagi dan harus sudah tutup pada pukul 16.00 wib. 

Pada tahun-tahun yang lalu sebelum ada wabah virus corona, jumlah pengunjung rata-rata per hari libur dan minggu mencapai diatas 2000 orang. Bahkan pada musim lebaran sempat mencapai jumlah kunjungan yang fantastis 40.000 orang. "Semoga wabah ini cepat berlalu," pungkas Sulhan.[isur]

No comments