Gubernur Ridwan Kamil Usul Agar Masyarakat Bisa Bayar Zakat Lewat Mini Market

Share:



INTRONEWS  -  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat mempermudah masyarakat membayar zakat menggunakan seluruh platform termasuk di loket pembayaran online, ritel, dan supermarket atau mini market.

Demikian pernyataan mutakhir gubernur Jabar saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas provinsi Jawa Barat bertema "Optimalisasi Pengelolaan Zakat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru" secara virtual di Bandung, Senin 13 Juli 2020.

Perlunya kemudahan pembayaran zakat itu lebih disebabkan masyarakat Jawa Barat yang terdampak Covid-19 secara ekonomi makin banyak dan sangat membutuhkan bantuan. Kata Gubernur Ridwan Kamil, sebelum Jawa Barat terkena Covid-19, jumlah kaum duafa hanya 25 persen. Namun setelah covid melanda jumlah mustahik naik menjadi 40 persen.

"Dan ternyata naik lagi menjadi 63 persen," ungkap gubernur sambil mengungkapkan jumlah orang yang perlu dibantu akibat virus corona yang dulunya hanya 9 juta jiwa dari 50 juta jiwa penduduk Jawa Barat, naik menjadi 38 juta jiwa yang mesti dibantu. Gubernur mengistilahkan dengan tangan di bawah.

Namun demikian, gubernur dalam pidato virtual tersebut mencontohkan terjadinya keunikan disaat covid-19. Penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) naik tajam dibanding sebelum munculnya wabah pandemi. Usut punya usut, gubernur menemukan alasan yang sangat signifikan.

"Masyarakat diberi kemudahan membayar PKB secara online dimana pun bahkan di loket dekat rumahnya sekalipun. Apalagi masyarakat banyak d rumah. Terinspirasi dari itu saya minta Baznas juga berikan kemudahan masyarakat membayar zakat," papar gubernur.

Rakorda virtual melalui Zoom dihadiri Ketua Baznas Jabar Prof Dr Arif Ramdani juga dihadiri Ketua Baznas Pusat Bambang Sudibyo, para pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ), para kepala daerah se-Jawa Barat, media, dan sejumlah elemen lainnya itu. 



Catatan Baznas Jabar, sebanyak 27 kabupaten kota se-Jabar hadir termasuk Bupati/walikota se-jabar, 15 lembaga amil zakat (LAZ), sehingga seluruhnya mencapai 185 peserta. Rapat virtual tersebut dinilai lebih efektif.   

Dalam keterangan persnya, Ketua Baznas Jawa Barat Prof Dr H Arif Ramdani didampingi Dr H Herry Kusaery selaku Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan dan Dr Hj Sri Fadilah SE, MSi, Ak, CA selaku Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan (PKP), menjelaskan Baznas Jabar memprioritaskan lebih dulu masyarakat yang terdampak Covid-19.

Arif Ramdani mengapresiasi saran gubernur yang meminta kemudahan masyarakat membayar zakat dalam berbagai platform e-commerce online. Baznas Jabar bahkan sudah melakukannya jauh-jauh hari dan akan menambah platform baru seperti diminta gubernur.

Pihaknya juga kini masih fokus menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak covid-19 khususnya secara ekonomi. Baznas juga ikut serta dalam pencegahan penyebaran covid, khususnya yang terdampak ekonomi dan sosial.

Baznas telah membagikan 138.756 paket bantuan kepada masyarakat. "Juga 11.761 paket makan, 131.595 paket sembako, 16.203 hand sanitizer, juga ada bantuan tunai sebanyak 12.861 penerima manfaat, membagikan APD medis dan vitamin lebih dari 5.230 paket, disinfektan untuk masjid dan tempat umum di 3.677 lokasi di Jabar, dan membangun wastafel 240 unit di Jabar," papar Arif Ramdani.

Sementara itu, masih menurut Arif Ramdani, potensi zakat Jawa Barat mencapai Rp26,84 triliun, sedangkan zakat yang berhasil dihimpun dan dikelola Baznas Jabar hanya sekitar Rp900 miliar. Jumlah tersebut masih sedikit meski dalam tiap tahun jumlah zakat meningkat 25-30 persen.

Diakui Aif Ramdani, selama ini potensi zakat di Jabar masih kebanyakan dari ASN. Baznas Provinsi Jabar pun namun berusaha mendapatkan potensi zakat lainnya dari BUMD di Jabar dan perusahaan-perusahaan yang tingkatanyya provinsi.

Sedangkan untuk tingkat kabupaten-kota penanganannya pun khusus untuk tingkatan kabupaten kota pula. Kata Arif Ramdani Baznas Jabar sedang berusaha mensosialisasikan zakat-zakat di luar zakat fitrah.

Pihaknya terus berusaha mengembangkan potensi zakat lainnya terutama zakat mal. Selain zakat-zakat lainnya seperti zakat investasi, zakat perdagangan, zakat peternakan dan zakat pertanian. "Wilayah Indramayu bahkan bisa menjadi contoh karena telah memulai untuk membayar zakat pertanian," tandasnya.[isur]

No comments