Kloning Teknologi Hejotekno dan PT Pindad Ciptakan Mesin Pemusnah Sampah "StungtaXpindad"

Share:


Hanya Satu Kata untuk Sampah: MUSNAHKAN --- 

INTRONEWS – MoU antara Divisi Hejotekno (Gerakan Hejo) dengan PT Pindad (Persero) 26 Februari 2020 lalu, bersambung ke 16 Juli 2020, akhirnya berhasil melaunching produk insinerator "StungtaXpindad" di Komplek PT Pindad Jl. Gatot Subroto No. 517 Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat.

Performace StungtaXpindad pemusnah sampah tanpa asap (smokeless) ini hampir 90% tampil lebih fresh dari prototype sebelumnya. Kinerja mesin juga lebih meningkat. 

Betha Kurniawan Direktur Utama PT. Topteknoindo, mengenalkan kemasan baru Stungta sebagai mesin pemusnah sampah ramah lingkungan bersertifikat SNI, dan dalam waktu dekat sekitar 70 set akan dipasang di sepanjang DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum. 

Pihak tuan rumah PT. Pindad (Persero) yang diwakili Heri Heriswan, Direktur Bisnis Produk Industrial, dan Wiweka Hernadi selaku General Manager Peralatan Industri dan Jasa, sangat mengapresiasi peluncuran StungtaXpindad ini. 

Saatnya bangsa ini menghargai produk unggulan dalam negeri. Varian baru dari Pindad tersebut menjadi sangat unik. Secara umum, ini bersinggungan dengan peningkatan aspek lingkungan, pengembangan sosial, dan kesehatan. 

"Dikaitkan dengan sitausi pandemi Covid-19, kehadiran StungtaXPindad dapat memecahkan masalah lingkungan dan kesehatan,” ungkap Heri Heriswan. Sementara Wiweka Hernadi berdiskusi khusus dengan Eka Santosa, Ketua Umum DPP Gerakan Hejo. 

Mereka nampaknya bersepakat menggencarkan produksi dan penerapan StungtaXpindad di berbagai daerah. Dalam waktu dekat Gerakan Hejo diminta untuk mengimplementasikan konsep ketahanan pangan. Disisi lain PT Pindad siap mendukung mekanisasi peralatan pertanian demi efiensi dan peningkatan produktivitasnya, khususnya padi dan jagung. 

Wiweka menilai khusus spesifikasi produk StungtaXpindad, kemampuan dan kinerjanya di lapangan sangat inovatif bagi perbaikan lingkungan. Sampah dari hulu yang berasal dari rumahtangga bisa dimusnahkan untuk mengurangi kiriman ke TPA sampah. 

Semenara bagi Eka Santosa, mengamati perkembangan StungtaXpindad sebagai tahapan baru untuk memungkas solusi persampahan di Jawa Barat.

“Saatnya mengolah sampah di hulu (domestik) untuk dimusnahkan, setelah yang bersifat ekonomis dan organik, yang dapat dimanfaatkan masyarakat diolah melalui mesin ini,” kata Eka. 

“Darurat sampah ini terjadi sejak tahun 2000-an. Sayangnya kita masih berkutat menyelesaikannya dengan cara-cara konvensional, mahal dan tidak efisien,” pungkas Eka Santosa.(HS/IS)

No comments