[VIDEO] Kefir Kolostrum Anti Virus Corona yang Bisa Menghilangkan Bau Jengkol dan Pete di Mulut | Rekayasa LabTer UIN Bandung

Share:



Sobat Intro.
Banyak yang menyukai makanan berbau seperti jengkol maupun pete. tapi bau mulutnya itu susah hilang dalam beberapa hari. Kini Anda tidak usah khawatir karena ada minuman bernama Kefir yang akan menghilangkan mau mulut akibat makan jengkol atau pete. 

Namun demikian, di video kali ini kita simak dulu ulasan tentang kinerja lab terpadu UIN Bandung serta penelitian mengenai Kefir Kolostrum yang mampu meningkatkan imunitas tuguh kita secara sempurna. Kefir diujicoba kepad a pasien Covid19 dan hasilnya menakjubkan, pasien jadi negatif corona.
 
Kali ini kita mengeksplorasi laboratorium Terpadu UIN SGD Bandung. Persis kunjungan disaat masih suasana Adaptasi Kebiasaan Baru setelah hampir dua semester negeri ini terdampak wabah pandemi virus corona hingga kuliah tatap muka pun diliburkan.

Sebelum ke ruangan, mahasiswa, peneliti, termasuk karyawan mesti melewati tahapan prosedur kesehatan. Cuci tangan, hand sanitizer, jaga jarak, dan diperiksa suhu tubuh.  Di Lab Terpadu ini kita bisa menemui pimpinannya, Dr Tri Cahyanto MSi didampingi sekretarisnya Dr Neneng Windayani SPd MPd.

Kita kunjungi sejumlah ruangan dengan aktivitasnya. Kalau mahasiswa diwajibkan belajar melalui daring di rumah, namun para peneliti tidak bisa observasi atau penelitian di rumah, harus dilakukan di lab. Salah satu dosen ini misalnya, dia harus rutin memeriksa projeknya langsung di lab Terpadu.

SB: Ir. Ahmad Taofik, MP | Dosen Peneliti

Di gedung yang memiliki sekitar 50 ruangan ini, aktivitas penelitian dilakukan sesuai program dan prosedur.

SB: Dr Tri Cahyanto, MSi | Kepala Lab Terpadu UIN SGD Bandung

Konsentrasi kita terfokus pada salah satu penelitian yang sudah terekspose keluar, yakni pengembangan Kefir Kolostrum. Ini sejenis herbal penguat imun yang mampu menghalau virus corona.

Pihak peneliti UIN Bandung dan Komunitas Kefir Indonesia (KKI) membantu penyembuhan pasien covid-19 dan ujicoba berhasil, pasien jadi negatif. Jenis minuman ini kemudian diteliti lebih jauh untuk dikembangkan menjadi konsumsi masyarakat.

Berbeda dengan yakult atau yoghurt yang memiliki satu unsur, Kefir memiliki 60 unsur yang mampu membangun imun manusia secara sempurna. 

SB: Dr Neneng Windayani SPd MPd | Peneliti Kefir Lab Terpadu UIN Bandung

Kepala Lab Terpadu UIN SGD Bandung Dr Tri Cahyanto memberi ruang khusus untuk pengembangan Kefir Kolostrum ini. Bahkan para peneliti di sini siap memberikan pemahaman dan pelatihan cara membuat Kefir kepada masyarakat yang hendak bisnis Kefir.  Tidak hanya untuk pasien covid19, Kefir juga sangat baik dibudidayakan.

SB: Dr. Tri Cahyanto, MSi | Kepala Lab Terpadu UIN SGD Bandung

19 di RSKIA Bandung 6 pasien covid-19 menunjukkan hasil swab negatif di hari ketiga pemanfaatan kefir kolostrum. Tujuh pasien lainnya swab negatif pada hari kelima dan kesepuluh.

Tim Riset Kefir UIN Bandung dan KKI Pusat telah mengirimkan sejumlah kefir susu untuk pasien dan tenaga medis yang merawat pasien Covid-19. Yakni ke RSUD Sumedang, pusat isolasi mandiri di BPSDM Jabar, RSGM Unpad, serta beberapa rumah sakit lainnya di Jawa Barat yang merawat pasien Covid-19.

Tercatat 115 orang pasien Covid-19 hasil swab negatif dan atau dinyatakan sembuh pasca memanfaatkan kefir kolostrum/kefir susu yang disalurkan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan KKI.

isur suryana melaporkan ...

No comments