Pemkot Tasikmalaya Tak Punya Bukti Kuat Terkait Kepemilikan Alun-Alun Indihiang

Share:


Dua orang ahli waris keluarga Nyimas Emos berfoto bersama tiga kuasa hukumnya setelah menjalani sidang di Pengadilan Agama  Kota Tasikmalaya. Foto: Edi ----

INTRONEWS -  Sidang Pemeriksaan data- data kepemilikan tanah yang saat ini menjadi Alun-alun Indihiang Tasikmalaya, digelar di Pengadilan Agama Kota Tasikmalaya, Senin 24/08/2020. 

Hadir dalam Sidang tersebut para pihak berperkara, antara lain penggugat Kartika yang merupakan perwakilan ahli waris dari Nyimas Emos Hamas Djuwaedi beserta kuasa hukumnya, Tergugat Pemkot Tasikmalaya yang diwakili Kuasa Hukumnya Sidiq SH dan rekan,  serta Tertugugat dua yang juga diwakili para pengacara tergugat dua. 

Sidang berlangsung singkat, majelis hakim diawal pembukaan sidang menegaskan kembali apakah pihak penggugat akan terus melanjutkan kasusnya. "Kami terus dan melanjutkan untuk tahap selanjutnya," tegas Hikmawan Primansyah SH selaku Kuasa Hukum Penggugat. 

Kartika yang merupakan bagian dari ahli waris dari Alm Nyimas Emos Hamas menyakini bahwa bukti Pemkot lemah. "Kami yakin menang 1000 persen," ucap wanita yang sudah 12 tahun memperjuangkan status lahan yang kini menjadi Alun- alun Indihiang itu. 

Sementara itu salah seorang Kuasa Hukum Tergugat Pemkot Kota Tasikmalaya, Sidiq SH  menyampaikan, "Kami belum siap untuk menanggapi," ungkapnya saat ketua majelis hakim menyediakan waktu kepada kuasa hukum Pemkot Tasikmalaya untuk memberikan tanggapannya. 

Terkait statment dari Kartika Ahli Waris yang menegaskan bahwa bukti- bukti yang dimiliki Pemkot Tasikmalaya atas kepemilikan lahan seluas 14.000 M2 sangat lemah. Kuasa Pemkot itu menjawab santai, "Kita buktikan saja di pengadilan. Saya tidak mau mendahului," jelasnya ketika dicerca pertanyaan wartawan seperti dikutip oleh Jurnal1.id (grup intronews.my.id). 

Hasil penelusuran tim investigasi Jurnal1.id di lapangan terungkap, tanah yang kini disidangkan di Pengadilan Agama Tasikmalaya merupakan milik keluarga besar Nyimas Emos Hamas, seperti dituturkan salah seorang warga yang enggan ditulis identitasnya. 

"Setahu saya kalau Alun- alun ini milik keluarga Nyimas Emos Hamas beberapa pihak kalau ingin menggunakan lapangan ini minta izinnya juga ke ahli waris bukan ke Pemkot Tasikmalaya, dan saya ada datanya siapa saja yang pernah mengajukan penggunaan dan penyewaan lahan tersebut," ujar sumber tersebut. 

Sidang akan dilanjutkan Senin pekan depan (31 Agustus 2020) untuk mendengarkan keterangan dari pihak tergugat.(Ed/Lis/IS)

No comments