Rektor UIN Bandung Lantik 7329 Mahasiswa Baru Angkatan 2020/2021

Share:

 

PBAK Daring UIN Bandung 2020 ---

INTRONEWS - Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Dr H Mahmud MSi melantik 7.329 mahasiswa baru angkatan 2020/2021 secara daring pada Sidang Senat Terbuka sebagai Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di masa pandemi Covid-19, bertajuk Moderasi Beragama Pilar Membangun Indonesia Emas 2045, Rabu (23/09/2020).

Selamat datang mahasiswa baru di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung berbasis wahyu memandu ilmu dalam bingkai akhlak karimah. Diakuinya, pihaknya siap menjadi jembatan keberhasilan mahasiswa.

Rektor juga memperkenalkan potensi-potensi yang dimiliki kampusnya agar mahasiswa betah belajar di UIN Bandung. Tidak hanya itu untuk menumbuhkan kepercayaan, rektor menjelaskan segudang prestasi yang diraih kampus agamis itu.

Disebutkan pula, UIN Bandung menjadi pelopor dalam penyelenggaraan CBT, bahkan pada penerimaan mahasiswa baru Tahun 2020 semua PTKIN mengikuti kampus UIN Bandung, dimana UIN Bandung menjadi Panitia Nasional UM-PTKIN Tahun 2020 dan 2021. Endingnya masuk pada catatan MURI sebagai penerimaan mahasiswa terbanyak untuk tingkat PTKIN se-Indonesia.

Tiga lokasi kampus menjadi kebangaan sivitas akademika UIN Bandung. Antara lain di Jln Cipadung (Kampus I), di Jln Cimencrang (Kampus II), dan di Cileunyi (Kampus III) sebagai kampus moderasi beragama dan tahfidz quran. Bahkan rencana membangun kampus IV di Kab Bandung Barat.

Wujudkan Indonesia Emas Tahun 2045

Sidang Senat Terbuka dalam rangka PBAK dibuka Ketua Senat Universitas Prof Dr H Nanat Fatah Natsir MSi. Atas nama Keluarga Besar Senat Universitas diucapkan selamat datang kepada mahasiswa-mahasiswi baru.

"Saudara telah menjadi mahasiswa pilihan, unggul, terbaik dan hebat. Karena itu, saudara harus mampu membuktikan keunggulan dan kehebatan saudara dengan belajar sungguh-sungguh, tekun, kerja kejas, kerja cerdas, kerja tuntas, cepat selesai tepat waktu, serta berprestasi sesuai dengan cita-cita dan harapan kedua orang tua saudara," tutur Ketua Senat Universitas.  

Untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2045 mesti dikembangkan Islam Nusantara yang berkemajuan, toleran, moderat dan rahmatan lil'alamin. Diharapkan ke depan UIN Bandung lebih maju, sehingga tercapai apa yang telah ditetapkan dalam visi misinya.

Sementara dalam orasinya Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Prof Dr Suyitno MAg menekankan pentingnya peran mahasiswa di lingkungan PTKI tidak hanya untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, tapi harus menyebarkan Islam Rahmatan Lil Alamin.

Menurutnya, mahasiswa, dosen sangat berperan mewujudkan kampus sebagai laboratorium kehidupan dan kontribusi perguruan tinggi dalam melakukan aktivitas kemanusiaan, seperti ikut terlibat menangani Covid-19.

Wajib Diikuti Secara Daring

Ketua Pelaksana PBAK 2020 Prof Dr H Ah Fathonih MAg menjelaskan PBKA dilakukan secara daring asejak 23-24 September 2020 yang diikuti 7329 mahasiswa baru. Tahun 2020 wajib diikuti seluruh mahasiswa baru dan mahasiswa lama yang belum mengikuti PBAK.

"Karena masih tingginya penyebaran virus Corona maka tahun ini dilaksanakan secara online dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan tentu dengan durasi waktu yang agak singkat," tuturnya.

Target dan tujuan PBAK untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa baru tentang wawasan kebangsaan, wawasan keislaman. Mengetahui dan memahami visi, misi UIN Bandung, fakultas serta kebijakan pengembangan aspek akademik tata kelola organisasi kemahasiswaan dan kerja sama.[rls/IS]

No comments