Sekjen KBPP Polri Marah dan Akan Menuntut Neta S Pane ke Jalur Hukum | Apa yang Terjadi?

Share:

INTRONEWS - Sekretaris Jenderal Keluarga Besar Putra Putri Kepolisian Republik Indonesia (Sekjen KBPP Polri) Paul Alexander Oroh SH MTH, geram dan marah besar saat Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menuduh adanya gerakan money politic dalam penggalangan dukungan ketua baru KBPP Polri jelang Munas.

Kemarahan Sekjen KBPP Polri dianggap beralasan karena Neta S Pane membuat pernyataan sepihak dan sudah mengarah ke provokasi tanpa kajian. Neta S Pane menyatakan adanya upaya menyeret KBPP Polri ke dalam ranah politik praktis. Menurut Alexander, tudingan Neta S Pane itu mengada-ada, tidak benar, terkesan fitnah, dan hoax.

Neta S Pane dianggap telah mencoreng nama baik dan memojokkan KBPP Polri, sehingga argumen paling pantas menurut Sekjen KBPP Polri itu adalah menuntutnya lewat jalur hukum.

“Ocehan Neta S Pane itu benar-benar mencoreng nama baik KBPP Polri dan salah besar. Bahkan cenderung fitnah dan informasi hoax,” tandas Sekjen yang akrab disapa Alexander itu kepada awak media di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Alexander sangat menyesalkan tindakan dan omelannya Neta S Pane karena terlalu dalam mencampuri urusan internal KBPP Polri. Menurutnya, ini sangat tidak relevan dan dapat menimbulkan kegaduhan di dalam tubuh KBPP Polri.

“Sumber beritanya tidak solid, cenderung fitnah. Saya mencurigai berita atau sumber beritanya sengaja dititipi oleh seorang oknum pimpinan KBPP Polri yang tidak senang dengan pertemuan waktu itu. Yang dimaksud ialah pertemuan dengan salah satu calon ketua umum saat sosialisasi program,” kata Alexander.

Alaxander yang juga advokat dan ketua Gerakan Supremasi Hukum Indonesia (GSHI) tidak main-main dengan pernyataannya itu. Ia akan menempuh jalur hukum dan menginvestigasi sumber berita hoax tersebut. Begitu juga KBPP Polri akan menggunakan hak jawab secara kelembagaan kepada pembuat berita yang dianggap sepihak. Ditandaskan Alexander, keberadaan KBPP Polri selama ini damai-damai saja.

“Saya akan mengadukan hak jawab melalu Dewan Pers. Apabila sampai dua kali hak jawab belum dilakukan, maka saya akan lanjutkan ke ranah hukum pidana atau pun perdata,” kata Alexander sambil berpesan agar Neta S Pane sebaiknya tidak menilai rumahtangga orang lain dan diminta jangan ikut campur urusan Internal KBPP Polri.[isur/sis]

No comments