Harapan Baru Pengurus Kadin Jabar, Selamat Bertugas Cucu Sutara | Tulisan DMK di Dalam Rutan

Share:


Ditulis oleh Ir. Dony Mulyana Kurnia (DMK)

Anggota Dewan Pertimbangan Kadin Jabar.------

 

Dalam jeruji besi rutan Kebonwaru, Bandung, saya mendapat info pelantikan kepengurusan Kadin Jawa Barat yang baru, hasil Muprovlub Kadin Jabar, 10 September di Purwakarta, akan di lantik hari Kamis, 22 Oktober 2020, di Trans Hotel, Bandung.

Saya senang sekali mendengarnya, dan segera menulis dan menitipkan tulisan ini kepada pengacara saya Bakti Sujana SH, untuk di sampaikan kepada pers dan seluruh kader Kadin se-Jawa Barat yang mengikuti acara pelantikan.

Saya pun dipercaya sebagai salah seorang anggota Dewan Pertimbangan Kadin Jabar, seharusnya saya hadir dalam pelantikan, namun kehadiran saya hanya bisa diwakili dengan tulisan ini.

Secara organisatoris Kadin Jabar, sa'at ini sedang mendapatkan batu ujian yang berat, namun kita semua kader Kadin, yakin dengan kebersamaan, di antara Kadin Indonesia (pusat), Kadin Jabar dan 27 Kadin daerah kota/kabupaten se-Jawa Barat, semua ujian berat ini dapat dihadapi dengan solusi sebaik-baiknya.

Ujian berat Kadin Jabar, masalah utamanya adalah Tatan Pria Sujana, yang masih belum menyadari akan kesalahan-kesalahannya, bahkan semakin di luar kontrol membuat prahara Kadin, selain melaporkan saya terkait pelanggaran UU ITE, sa'at ini Tatan menggugat 38 kader Kadin Jabar yang melaksanakan Muprovlub Kadin Jabar, 10 September di Purwakarta ke Pengadilan Negeri Bandung, yang di gugat termasuk  Ketua Umum Kadin Indonesia (pusat) Rosan Perkasa Roeslani, dan Cucu Sutara selaku Ketua Umum Kadin Jabar,  yang terpilih dalam Muprovlub. Gugatan Tatan menganggap muprovlub Kadin Jabar ilegal, dan tuntutan ganti rugi sebesar 22 M.

Dan bermodalkan gugatan ini, Tatan walau sudah dilengserkan melalui Muprovlub Kadin Jabar dan di berhentikan dari keanggotaan Kadin, oleh Kadin Indonesia (pusat), Tatan masih saja merasa sebagai Ketua Umum Kadin Jabar, dan ironis masih menduduki serta menyerobot kantor Kadin Jabar secara tidak sah.

Sedangkan terjadinya kasus ITE terhadap diri saya sendiri yang dilaporkan Tatan, adalah pendorong awal terjadinya mosi tidak percaya kader Kadin kota/kabupaten terhadap Tatan. Kita semua sudah mafhum UU ITE banyak sekali memakan korban, selain saya sendiri jadi korban, sekarang kedua senior saya sesama alumni ITB, Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat terkena badai UU ITE, menjadi tersangka juga.

Perlu di ketahui oleh masyarakat luas, kita harus lebih ekstra hati-hati dalam ber-medsos, salah-salah terjerat UU ITE seperti yang sekarang terjadi kepada diri saya, berhati-hatilah.

Apa yang terjadi pada saya, kalau di ibaratkan, ibaratnya seperti seorang yang teriak maling, sekarang ini bisa dilaporkan oleh maling ke Polisi, agar Polisi menangkap yang teriak maling tersebut, karena yang teriak maling melanggar UU ITE, astaghfirrullahal adziim. Dan sekarang saya merasakan ketidak adilan ini, harus mendekam dalam jeruji besi

Dan upaya lahiriyah untuk membuktikan malingnya, saya lapor balik ke Kejati Jabar, terkait indikasi penyimpangan dana hibah 1,7 M dari Pemprov ke Kadin Jabar, yang dilakukan Tatan Pria Sujana, yang melaporkan saya dengan tuduhan melanggar UU ITE. Hingga sa'at ini, laporan indikasi korupsi yang saya laporkan, sudah mulai di proses oleh Kejati Jabar, dengan pemanggilan Arifin selaku Kadis Indag Pemprov Jabar dan dua pejabat lainnya untuk penyelidikan, sementara pemanggilan Kejati Jabar terhadap  Tatan masih di tunggu.

Sementara ini kasus ITE yang menimpa saya, tidak jelas sebenarnya saya ini salah apa ? apa boleh buat, akan saya buktikan di pengadilan. Dari proses persidangan pengadilan yang sedang saya jalani dalam kasus ITE, sa'at ini tahap putusan sela yang akan di gelar hari Selasa, 27 Oktober 2020, mudah2an vonis putusan sela nanti ada keadilan. Aamiin YRA.

Awal prahara Kadin Jabar, terjadi manakala saya yang membuat prestasi di Kadin Jabar, sebagai pembina UKM dengan membuka Pasar Kopi Banceuy, kota Bandung, dengan visi Lingkungan Hidup yang bekerjasama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan ( LMDH ), Perhutani Jabar dan Dinas Kehutanan Jabar. Pasar kopi banceuy mendapat penghargaan Rekor Prestasi Indonesia dari pemerintah pusat, sebagai Pasar Kopi pertama di Indonesia. Piagam penghargaan Rekor Prestasi Indonesia tersebut di tanda tangani oleh Ketua Rekor Prestasi Indonesia, yang di jabat Menaker RI, Hanif Dakhiri.

Tiba-tiba saja pada waktu itu, saya selaku Wakil Ketua Umum (WKU) Kadin Jabar bidang Lingkungan Hidup & CSR, diberhentikan oleh Ketua Umum Kadin Jabar Tatan Pria Sudjana, tanpa prosedur AD/ART Kadin. Sangat dimungkinkan pemberhentian ini, atas dasar itikad buruk, agar prestasi yang saya capai, tidak mengganggu even  peningkatan perdagangan kopi, De Majesty Braga yang tidak jelas target, sasaran dan prestasinya apa ? sementara anggaran dana hibah 1,7 M dari Pemprov Jabar, di gelontorkan terhadap even tersebut, tanpa sepeserpun diberikan untuk UKM Pasar kopi banceuy yang saya bina.

Otomatis saya tidak bisa menerima begitu saja pemberhentian tersebut, dan melakukan pengaduan terhadap Kadin Indonesia (pusat), dan melakukan perlawanan terhadap Tatan Pria Sudjana. Atas pengaduan saya, Kadin Indonesia dengan Ketua Umumnya Rosan Perkasa Roeslani dan Wakil Ketua Umum bidang Organisasi Anindya Bakrie, bisa melihat masalah yang terjadi antara saya dan Tatan secara jernih, dan tetap mengakui posisi saya selaku WKU Kadin Jabar, hingga mencabut SK Pemberhentian yg diterbitkan oleh Kadin Jabar.

Dalam situasi perlawanan itulah, dicari-cari kesalahan saya, dalam salah satu pesan WA di WAG Kadin Jawa Barat, yang kemudian dilaporkan oleh Tatan kepada Polisi, dengan tuduhan pelanggaran UU ITE. Dan kemudian di ikuti laporan balik saya ke Kejati Jabar, dengan indikasi Korupsi dana Hibah 1,7 M yang dilakukan Tatan.

Prahara di Kadin Jabar ini sudah barangtentu akan berimbas kepada dunia usaha di Jawa Barat, pukulan berat kondisi ekonomi akibat Covid-19, seharusnya dihadapi Kadin Jabar yang kuat dan solid, yang tentunya merupakan salah satu infra struktur ekonomi. Jika Kadin lemah yang merupakan mitra pemerintah sesuai UU No. 1 Tahun 1987, dalam dunia usaha dalam upaya mengantisipasi situasi ekonomi saat ini sudah barang tentu akan mengganggu program-program dunia usaha yang dicanangkan pemerintah dalam rangka penyehatan kembali ekonomi Jawa Barat, yang sudah kondisi berbahaya dengan masuk pertumbuhan minus.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dalam pernyataannya menghimbau agar semua yang berseteru di Kadin Jawa Barat untuk melakukan Islah, hal seperti ini secara moril tentunya sangat baik.

Namun prahara Kadin Jabar, sudah semakin akut, nasi sudah menjadi bubur, demi kepentingan dunia usaha dan  masyarakat Jawa Barat, saya sebagai kader Kadin Jabar, Teman Kuliah Ridwan Kamil dan salah seorang Timses Ridwan Kamil dari sejak Ridwan Kamil mencalonkan Walikota Bandung, menyarankan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, untuk melihat masalah secara jernih, dan bertindak tegas, melihat  Hitam Putih Prahara yang terjadi di Kadin Jawa Barat, dan mudah2an bisa menghadiri Pelantikan Pengurus Baru Kadin Jabar yang sah, dengan Ketua Umum Kadin Jawa Barat, Cucu Sutara.

Akhirul kata, selamat dan sukses atas pelantikan Kadin Jawa Barat yang baru, mudah-mudahan semua kader Kadin Jawa Barat di bawah kepemimpinan Cucu Sutara, bisa bertugas dengan sebaik-baiknya dalam mengemban amanah, sesuai UU pendirian Kadin; UU No. 1 tahun 1987, dan memegang teguh AD/ART Kadin yang merupakan Kepres No.17 tahun 2010. Dengan tentunya selalu berpegang teguh kepada Motto Kadin sebagai sumber kekuatan moril dari semua kader Kadin yaitu: TABAH, JUJUR dan SETIA.

No comments