Jangan Anggap Sepele Berkendara Saat Hujan

Share:

HUJAN mulai mengguyur wilayah Bandung Raya, bahkan banjir bandang terjadi di sejumlah wilayah lainnya di Indonesia. Bagi Anda pengemudi mobil yang terjebak di genangan air hujan, jarak pengereman bisa menjadi dua kali lebih panjang dibanding kondisi kering.

Biasanya mobil yang melaju dengan kecepatan 80km/jam, proses pengereman hingga berhenti itu butuh jarak 53 meter pada kondisi kering, namun pada kondisi basah menjadi 106 meter. Kondisi ini jangan dianggap sepele, karena bagi yang baru bisa mengemudi kondisi ini bisa membahayakan Anda.

Jalanan basah bisa sering menyebabkan slip, karena resapan air ke aspal membuat ban kehilangan traksi. Hujan juga menyebabkan penglihatan pengemudi berkurang dan menurunkan daya pandang. Dalam kondisi itu air menutupi lampu utama, jendela, dan kaca depan/belakang, termasuk kaca spion.

Orang awam sering menuding hujan deras sebagai penyebab kecelakaan kendaraan. Namun banyak kecelakaan yang sebenarnya bisa dicegah jika pengemudi menyadari perbedaan mengemudi pada saat hujan atau saat musim kering.

Untuk mengurangi risiko kecelakaan diwaktu hujan deras, sebaiknya lakukan 10 tips aman berkendaraan ini:

1. Periksa Tekanan Ban

Kurang angin akan membuat ban lebih cepat aus, sehingga bisa menimbulkan terjadinya aquaplaning (ban kehilangan grip karena lapisan air), dan handling yang liar.

2. Turunkan Kecepatan

Turunkan hingga kecepatan rendah dan jaga jarak aman dengan mobil di depan. Bila kemudi masih liar dan sulit dikendalikan, berarti mobil masih terlalu cepat, lakukan secara perlahan menurunkan kecepatan.

3. Periksalah Karet pada Wiper Mobil

Jika permukaan karet wiper yang bersentuhan dengan kaca tampak mengkilap, segera ganti dengan yang baru. Pastikan air pembersih kaca depan cukup. Bawalah selalu deterjen atau shampoo di dalam botol untuk membantu mengkilapkan kaca.

4. Periksa Lampu dan Sistem Kelistrikan

Pada saat hujan lebat jangan sampai lampu mobil bermasalah yang bisa membahayakan keselamatan penumpang.

5. Disarankan Menghidupkan Lampu Depan

Meskipun hujan tidak terlalu lebat, lampu ini tidak saja membantu melihat jalan tapi juga membantu pengemudi lain melihat mobil Anda.

6. Gejala Slip Bisa Terjadi

Bila mobil mulai tergelincir, jangan menginjak habis rem. Jangan pula pompa rem bila mobil Anda dilengkapi anti-lock braking system (ABS). Sebaliknya, tekan dengan pasti dan arahkan kemudi sesuai arah slip mobil.

7. Berhenti Saat Hujan Deras

Bila hujan terlalu deras, sebaiknya berhenti, namun hindari rem mendadak. Hujan yang lebat akan membebani wiper, sehingga kaca depan selalu tertutup air. Ini berakibat pandangan ke depan sangat terbatas sehingga kemungkinan tidak bisa melihat batas-batas jalan maupun kendaraan lain. Carilah tempat peristirahatan atau tempat aman. Bila terpaksa berhenti di pinggir jalan, berhentilah se-pinggir mungkin. Hidupkan lampu depan dan lampu hazard agar pengemudi lain waspada.

8. Perhatikan Ketinggian Air

Bila harus terpaksa mobil berjalan terus meskipun hujan deras dan jalanan mulai banjir, perhatikan ketinggian air. Pusatkan konsentrasi dan kehati-hatian untuk menguasai laju kendaraan tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya.

9. Gunakan Gigi Rendah

Jika tinggi air mencapai seperempat ketinggian roda, mengemudilah dengan kecepatan rendah (bisa gigi 2 atau 3) dan jaga kestabilan. Bila tinggi air mencapai separuh ketinggian roda, sebaiknya kemudikan dalam posisi gigi dua. Jika ketinggian air melebihi separuh tinggi roda, konsentrasi perlu dimaksimalkan (gunakan gigi 1). Jika tinggi air membuat roda terendam seluruhnya, urungkan niat berkendara.

10. Pastikan Kemampuan Kendaraan

Sebelum memutuskan untuk menerjang banjir, pastikan kemampuan kendaraan Anda. Salah satunya dengan melihat kendaraan sekeliling, adakah yang berhasil lolos. Tapi cara ini belum tentu berhasil, siapa tahu kendaraan tersebut dimodifikasi atau dilengkapi perangkat anti banjir.

Tips ini ditulis Widyanto Duta Nugroho di laman yahoogroups dan disusun kembali oleh penulis berdasarkan masukan dari berbagai kalangan yang sudah mengalami masa sulit menerjang jalanan berair di waktu hujan.

Semoga bermanfaat, jika ada kekurangan dalam tips ini, Anda bisa menambahkannya dalam kolom komentar di laman ini. Anda juga bisa mengkritik cara-cara lama ini dengan cara yang lebih canggih dan aman.[isur]

No comments