Kelak Perempuan Lebih Tenang Dipersunting Pria Gak Ganteng | So What?

Share:

Metamorposis 'Beauty and The Beast' di Era Milenial Jadi Berkah Abadi ---

PADA 23 April 2008 lalu saya membaca sebuah laman yang cukup menarik. Sebuah tulisan yang ditulis Djoko Moernantyo di laman www.kabarindonesia.com benar-benar mengusik pikiran saya. Selama membaca tulisan ini saya teringat sebuah lagu berjudul "Beauty and The Beast". Kalau diterjemahkan secara bebas "Si Cantik dan Si Buruk Rupa" ... Kok bisa ya.

Pasti Anda juga mengira-ngira apa yang saya pikirkan dan bayangkan waktu itu. Apa mungkin pria berwajah jelek menikahi gadis yang cantiknya tidak hanya dilihat tapi dapat mendegubkan jantung kita?

Selepas membaca itu saya pun akhirnya bisa menjawab pertanyaan itu, ya sangat mungkin. Saat saya menulis kembali pengalaman itu tahun 2020 banyak membaca medos yang mengutip kejadian tidak lazim seorang pria buruk rupa menikahi seorang gadis cantik jelita.

Menjadi kabar gembira saat menelusuri lebih jauh tulisan itu, ternyata pria bertampang pas-pasan, jelek, atau mungkin merasa tidak tampan, tidak ganteng, tidak keren, tidak harus merasa kecewa dengan keadaan karena banyak gadis cantik siap menemani hidup Anda sampai liang lahat.

Ada sebuah penelitian yang tentunya sangat valid, sekarang tidak sedikit perempuan bersedia menikah dengan laki-laki bertampang pas-pasan dengan dalih bisa lebih bahagia ketimbang dinikahi pria ganteng.

Menurut penelitian, para perempuan cantik yang menikah dengan pria berwajah biasa justru merasa lebih bahagia dibanding pasangan ganteng. Sebaliknya, laki-laki lebih bangga jika menggandeng perempuan cantik.

Dulu pemeo ini sangat menyakitkan "Beruntung bagi Cowok, Tapi Bencana Bagi Cewek", tetapi pemeo itu terhapus dengan sendirinya dengan hasil penelitian tersebut.

Para responden dalam penelitian yang dilakukan para ahli di University of Tennesse Amerika Serikat mengatakan, dalam perkawinan, para pria mendapatkan manfaat besar karena memiliki istri cantik. Sementara itu para istri mengaku mencari pasangan yang mendukungnya, meski kurang tampan.

Dalam penelitian itu para ahli psikologi dari University of Tennesse melibatkan 82 pasangan suami-istri yang baru menikah enam bulan yang sebelumnya berpacaran tiga tahun. Usia para responden sekitar pertengahan dua puluhan tahun.

Secara umum disimpulkan, pasangan suami-istri bersikap positif dan lebih adem ayem jika sang istri berwajah cantik. Sebaliknya perempuan yang bersuamikan pria tampan justru kurang kompak satu sama lain.

Demikian pula, jika para laki-laki tampan menikahi perempuan yang wajahnya standar, mereka umumnya merasa kurang puas dengan perkawinannya. Tak heran jika dalam hal ini mereka berpendapat rumput tetangga selalu lebih hijau.

Pria lebih tertarik pada perempuan cantik dan menarik, sedangkan wanita biasanya memilih pria bertubuh lebih tinggi atau bergaji besar. Demikian kata Dan Ariely, ahli manajemen dari Media Arts and Sciences and Sloan School of Management.

Dalam perkawinan, pasangan sepadan bukanlah semata saat seorang perempuan cantik berjodoh dengan pria tampan. Namun lebih dari itu, sepadan berarti saat dua orang saling melengkapi.

Gak apa-apa pria gak ganteng, kan ada perempuannya yang cantik. Jadi dunia ini akan seimbang. Energi positif pun biasanya mengalir menuju energi negatif, maka terjadilah komunikasi saling membutuhkan.

Sang Pria ganteng bersanding dengan perempuan cantik, dunia pun terlalu gempita. 'rame teuing' kata orang sunda mah. Kalau di rumahtangga ada orang cantik-ganteng sama halnya seperti ada dua matahari. Kondisi rumah semakin panas. Coba kalau satu matahari, satunya lagi bulan, pastinya seimbang.

Jadi, kelak kalau wajah yang tidak terlalu tampan seperti Tukul Arwana laku keras, rasanya tulisan ini tidak salah-salah amat. Pria terlalu ganteng sebenarnya menanam rasa was-was bagi isterinya, digaet cewek lain.

Sebaliknya jika pria gak ganteng bersanding dengan perempuan gak cantik, itu namanya takdir tak bisa dipungkir, kadar teu bisa disinglar. Terima saja apa adanya, kelak akan melahirkan anak yang cantik dan ganteng.[isur]

No comments