Mahasiswa Peserta Kelas Menulis Siap Ikuti Munaqasyah Artikel Ilmiah

Share:

INTRONEWS - Kelas menulis untuk sasaran publikasi artikel di jurnal ilmiah berlangsung di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kelas ini mendapat dukungan besar dari rektor untuk akselerasi publikasi ilmiah sejak tahun 2017.

Munaqasyah merupakan ujian akhir mahasiswa untuk meraih gelar sarjana, biasanya berupa tugas akhir skripsi. Sejak Covid-19, mahasiswa memiliki peluang penyelesaian tugas akhir dalam bentuk artikel ilmiah.

Adalah Ahmad Shahid, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin UIN Bandung salah satunya. Mahasiswa Angkatan 2016 ini menulis artikel berjudul “Moral Kekhalifahan Manusia dalam Al-Qur’an Menurut Teori Ecotheology Islam: Studi Tafsir Tematik.”

Dosen pembimbing I Prof Dr Rosihon Anwar MAg juga selaku Wakil Rektor I, dan Dosen Pembimbing II Dr Ecep Ismail MAg Ketua Jurusan IAT.

Dekan Fakultas Ushuluddin Dr Wahyudin Darmalaksana MAg menyiapkan munaqasyah artikel ilmiah sebagai model. “Mahasiswa dilatih penulisan artikel ilmiah di kelas menulis,” ungkap dekan dengan sapaan Kang Yudi ini.

Mereka berlatih login ke jurnal ilmiah. Belajar submit naskah untuk mendapat respon dari editor jurnal, apakah naskah accepted atau rejected.

Kemudahan Menulis

Ahmad Shahid peserta kelas menulis aktif menyatakan rasa syukur, kelas menulis ini sangat membantu dan memudahkannya dalam proses penyusunan artikel ilmiah dari nol sampai akhir.

"Yang paling saya suka ketika merumuskan formula penelitian, karenanya penelitian saya bisa dirumuskan dengan baik,” ujar Ahmad. Persiapannya hampir sama seperti munaqasyah biasa, hanya saja artikel ilmiah memerlukan LOA (letter of acceptance) untuk bisa di munaqasyahkan.

Panitia Munaqasyah menyiapkan dua dosen penguji artikel ilmiah. Penguji berperan menilai kesiapan artikel sesuai hasil tinjauan penelaah (reviewer) jurnal ilmiah. Sebelumnya, mahasiswa telah mendapat LOA naskah artikel diterima (accepted) di jurnal dengan ketentuan revisi dari dua reviewer jurnal ilmiah. Penguji munaqasyah menilai kemampuan mahasiswa dalam merevisi naskah.

Mahasiswa didampingi dua dosen pembimbing tugas akhir dalam munaqasyah artikel ilmiah. Dosen pembimbing berperan memberi bantuan peningkatan kualitas penulisan untuk memastikan artikel terbit di jurnal ilmiah.

Ahmad Shahid telah mengantongi LOA dari Jurnal Terakreditasi Nasional (Science and Technology Index) Sinta 5 dan Index Moraref, yakni Jurnal Perspektif. Jurnal ini memiliki agenda terbit di akhir Tahun 2020.

Munaqasyah diagendakan 26 Oktober 2020, sedangkan pengiriman kembali naskah artikel ke Jurnal Perspektif 31 Oktober 2020. Pasca munaqasyah Ahmad Shahid diberi satu pekan untuk mengejar deadline pengiriman kembali naskah artikel ke Jurnal Perspektif.

Munaqasyah artikel ilmiah bukan saja memberi jaminan mutu, melainkan mahasiswa menjadi mengerti sebuah kesungguhan tidak pernah menghianati hasil.[rls/IS]

No comments