Prof Tedi Priatna Dorong Tenaga Pendidik Miliki Kompetensi Pelayanan Prima

Share:

INTRONEWS - Wakil Rektor II UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof Dr H Tedi Priatna MPd dorong semua tenaga kependidikan dan dosen dengan tugas tambahan tingkatkan keterampilan dalam pelayanan prima di lingkungan UIN Bandung, khususnya Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK).

Tedi mengapresiasi kebersamaan yang terbangun di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Menurutnya, tidak mungkin Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) bisa maju tanpa ada kebersamaan.

“Saya menunggu momen untuk bisa bersua dengan bapak dan Ibu mengapresiasi Pak Dekan, Pak Wakil Dekan, khusus untuk fakultas Dakwah dan Komunikasi, karena dari satu sisi telah melampaui Tarbiyah, sampai saya debat dengan Pak Wadek I, kenapa bisa HKI Fakultas Dakwah dan Komunikasi melampaui Fakultas Tarbiyah," ujar Warek II ini.

Paradigma Pelayanan Prima

Terkait pelayanan prima, Guru Besar Pendidikan ini menekankan pada persoalan paradigma. “Problem utama dalam pelayanan prima adalah paradigma pelayanan. Dekan, wadek, kajur, bukan hanya jabatan tapi melekat dalam diri pejabat paradigma pelayanan dalam bekerja," tuturnya.

"Pada masa pandemic, ada hal yang cukup krusial, saat mahasiswa melakukan demonstrasi sampai jadi trending topic #SunanGunungDjatiMenggugat. Memang hari ini kita tidak melayani pelayanan fisik, tapi bagian administrasi tetap melayani membuatkan surat melalui WhatsApp, dosen juga tetap membimbing secara daring, jadi pelayanan kan tetap ada," tandasnya.

Tedi berpesan, jabatan itu amanah termasuk satpam dan cleaning service. Paradigma pelayanan sangat sederhana, yaitu sejauh mana jabatan tersebut bermanfaat untuk orang lain. Misalnya satuan pengaman, sejauhmana kehadiran satpam bermanfaat untuk orang lain.  Semua fungsinya harus bermanfaat.

Pimpinan yang baik tidak hanya bisa menyuruh tapi juga memotivasi untuk membangun Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FFK) dengan kebersamaan. Apalagi secara personal, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) SDM-nya memiliki kelas; ada Qori internasional, Dai Nasional, bahkan untuk kegiatan tingkat fakultas MC-nya MC nasional.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Dr H Ahmad Sarbini MAg menyampaikan laporan, semua sumber daya manusia pada semua unit terlibat; dari mulai dosen tetap dengan tugas tambahan, tendik, satuan pengaman, sampai cleaning service.

“Semua tendik dan dosen tetap dengan tugas tambahan terlibat, termasuk security dan cleaning service, dari 100 orang peserta, 3 orang tidak bisa hadir karena sakit,” pungkas Dekan FDK.[rls/IS]

No comments