Yasonna Laoly: Para Menteri Sudah Jelaskan UU Cipta Kerja ke Semua Kepala Daerah

Share:

INTRONEWS - Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Yasonna Laoly mengklaim, para menteri sudah mengundang kepala daerah se-Indonesia dan menjelaskan secara rinci mengenai UU Cipta Kerja. Isinya UU itu untuk kebaikan rakyat Indonesia.

Jika ada penolakan dari beberapa kalangan, Yasonna menilai wajar, tetapi jika tidak puas dengan UU yang bernama awal Omnibus Law itu tinggal ajukan saja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Pernyataan tersebut ia sampaikan pada konferensi pers selepas dirinya menyaksikan penandatanganan MoU Gerakan Hejo dengan BNN Jawa Barat dan Perhutani, di Alam Santosa Pasir Impun Kab. Bandung, Sabtu 17 Oktober 2020.

Selain menciptakan lapagan kerja, pemerintah juga memberantas perijinan yang carut marut, juga untuk mengurangi korupsi, mempercepat proses perijinan, dan mendorong UMKM tumbuh dengan memudahkan fasilitas perijinannya.

"Turunan UU Cipta kerja kita lihat nanti. Ini sedang kita kaji. Turunannya itu ya bisa berupa Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres)," ungkap Yasonna yang didampingi Bupati Bandung Dadang Naser dan Eka Santosa saat itu.

Jadi banyak orang yang salah menafsirkan UU Cipta Kerja, padahal para menteri seperti Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Pertanahan dll, sudah menjelaskan secara rinci di hadapan para kepala daerah tersebut.  

Yang kita sayangkan, lanjut Yasonna, sebelum membaca secara jelas sudah ada yang membuat hoax lebih dulu. Kemudian ini menjadi persoalan. "Kalau dirasa belum sempurna prosesnya dianggap tidak konstitusional, gugatlah ke MK, begitulah kita bernegara," tandas Yasona.

Bertemu Sobat Lama

Banyak yang bertanya mengenai kedatangan Yasonna Laoly ke Alam Santosa Pasir Impun Kab Bandung. Rupanya ia bertemu sahabat lamanya politisi gaek Eka Santosa. Pertemuan itu nampaknya menjadi perhelatan akbar.

Di lokasi pertemuan sudah ada BNN Jabar, Perhutani, Gerakan Hejo, Suku Nias dan Suku Sunda, mereka berkolaborasi menjadi satu kekuatan dahsyat yang sama-sama ingin membangun Indonesia maju. 

Para pengamat menyebutnya ini adalah spektrum perhelatan yang memiliki kedalaman arti dan tiada duanya. Yasonna Laoly disambut adat Nias di Desa Cikadut Cimenyan.

Meski pertemuan itu tidak fokus pada satu judul, tetapi terkesan kolaborasi yang unik. Hadir Eka Santosa sebagai tokoh senior di Jabar, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Bandung Dadang Naser, Kepala BNN Jawa Barat Brigjen Pol Sufyan Syarif, dan Waka Divre Perum Perhutani Jabar-Banten Bidang Kelola SDH Amas Wijaya.

Hadir para olot sunda dan tokoh Nias. Kolaborasi itu pun selain penyelamatan keseimbangan lingkungan, hutan, budaya adat, juga penyelamatan generasi dari bahaya narkoba. Bahkan dicanangkan BNN dengan program Desa Bersinar alias Bersih dari Narkoba. "Ada juga pariwisata dan penguatan program Desa Wisata," kata Eka Santosa tian rumah pada acara tersebut.

Campur aduk para tokoh di lokasi diwarnai hadinya anggota Komisi III DPR RI Marinus Gea yang juga Ketua Umum HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias) Pusat, yang berpartner erat dengan Yusman Ziliwu Ketua HIMNI Jabar.

Apresiasi Para Tokoh

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, dalam kata sambutannya menyatakan hampir seluruh suku bangsa Indonesia ada di Jawa Barat. Mereka hidup berdampingan dan menunjukan bahwa bhineka tunggal ika tumbuh secara alami dan damai di Jawa Barat.

Salah satu suku yang kini eksis di Jawa Barat antara lain 40 ribu lebih warga Nias atau warga Jabar asal Nias. Jalinan manis suku Sunda dengan Nias malah disimbolkan dengan pemakaian resmi jembatan kayu di Alam Santosa. Di bawah jembatan itu kini ditanami ikan langka yang nyaris punah di Tatar Sunda.

Tokoh masyarakat Batak, Robin Goeltom, hadir sebagai undangan dan menaruh perhatian khusus terhadap acara tersebut. Bahkan ada Neneng A Tuty dari Laskar Merah Putih.

Digelar dialog yang disiarkan langsung melalui Youtube. Kehadiran Menkumham Yasonna Laoly ke Alam Santosa, tak lebih dari representasi kehadiran Presiden RI ke Desa Cikadut. Hebatnya, label baru Desa Cikadut ini amatlah inspiratif dan berprospek baik.   

Kepala Desa Cikadut, Listati, mengaku plong setelah mengetahui acaranya sukses meski masih memiliki tantangan berat, karena Cikadut kini punya pengakuan luas sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Bandung dan Jawa Barat.

Tantangannya, semua program Desa Bersinar dan Desa Wisata harus dikembangkan secara baik.(Isur/HS)

No comments