Bacaan Al-Quran Merangsang Tingkat Inteligensia Anak

Share:

Al-Quran dapat merangsang tingkat inteligensia (IQ) anak, yakni ketika bacaan ayat-ayat Kitab Suci itu diperdengarkan di dekat mereka.

Dr Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitiannya tentang pengaruh bacaan Al-Quran dapat meningkatkan IQ bayi yang baru lahir dalam sebuah Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam sekitar tujuh tahun lalu.

Dikatakannya, bayi yang berusia 48 jam saja akan langsung memperlihatkan reaksi wajah ceria dan sikap lebih tenang saat dibacakan ayat-ayat suci Al-Quran. Tentu ini tidak sekadar ungkapan, suara mulut yang membaca Al-Quran langsung tembus ke jantung bayi melalui pendengarannya.

Pengalaman langsung penulis terhadap anak sendiri, dan ada kaitannya dengan argumentasi tadi. Sebelum berumur satu tahun, anak bungsuku Saira Nazneen Aqila baru bisa tidur jika dibacakan ayat-ayat suci dengan murottal Al-Quran.

Saya dan isteri tidak hanya membaca dengan mulut sendiri tetapi mencoba model lain dengan memutarkan mp3 Al-Quran di dekat sang bayi. Detak jantung si cantik menjadi teratur. Jujur saja, saya dan isteri merasa rasa cinta kepada Sang Kholik jauh lebih besar dan khidmat.

Jadi, jika bacaan Al-Quran diperdengarkan kepada bayi, akan merupakan bekal bagi masa depannya sebagai Muslim, dunia maupun akhirat.

Analogi contoh lain, dalam musik terkandung komposisi not balok secara kompleks dan harmonis, yang secara psikologis merupakan jembatan otak kiri dan otak kanan, yang output-nya berupa peningkatan daya tangkap/konsentrasi .

Terlebih dengan bacaan Al-Quran, malah lebih baik. Ketika diperdengarkan dengan tepat dan benar, dalam artian sesuai tajwid dan makhraj, Al-Quran mampu merangsang syaraf-syaraf otak pada bayi dan anak-anak balita.

Perlu dimaklumi, Neoron pada otak bayi yang baru lahir umumnya seperti "disket kosong siap pakai". Berarti, siap dianyam menjadi jalinan akal melalui masukan berbagai fenomena dari kehidupannya.

Pada gilirannya terciptalah sirkuit dengan wawasan tertentu. Istilah populernya apalagi kalau bukan intelektual. Sedangkan anyaman tersebut akan semakin mudah terbentuk pada waktu dini.

Neoron yang telah teranyam antara lain untuk mengatur faktor penunjang kehidupan dasar seperti detak jantung dan bernapas. Sementara neoron lain menanti untuk dianyam, sehingga bisa membantu anak menerjemahkan dan bereaksi terhadap dunia luar.

Selama dua tahun pertama anak mengalami ledakan terbesar dalam hal perkembangan otak dan hubungan antar sel (koneksi). Lalu setahun kemudian otak mempunyai lebih dari 300 trilyun koneksi, suatu kondisi yang susah terjadi pada usia dewasa, terlebih usia lanjut.

Makanya para pakar perkembangan anak menyebut usia balita sebagai Golden Age bagi perkembangan inteligensia anak.

Pada laman suara.com disebutkan, manfaat membaca Al-Quran bagi kesehatan, salah satunya dibuktikan oleh sebuah penelitian di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat. Kata Peneliti bernama Dr Ahmed Al-Qadhi, membaca atau memperdengarkan lantunan ayat suci Al-Quran dapat memberikan perubahan fisiologis yang besar bagi tubuh manusia.

Manfaat membaca Al-Quran:

1. Terbukti efektif meredakan stres dan kecemasan.
2. Menstabilkan tekanan darah dan denyut jantung, dan
3. Meningkatkan daya ingat dan mempertajamkonsentrasi.

Untuk itu alangkah lebih baik jika anak usia balita diajarkan juga hafalan Al-Quran untuk menyongsong kedewasaan umat yang Qurani. Kita perlu maklum ketika menemukan kesulitan mengajarkan ayat-ayat suci kepada anak, namun jika sudah terlukis maka sulit dihapus karena sudah membekas kuat dalam benaknya.

Rasulullah SAW bersabda:

العلم في الصغر كالنقش علي الحجر    

Belajar diwaktu kecil seperti melukis diatas batu.

No comments