Banyak Orang Bertanya 10 Fakta Tentang Mimpi

Share:


"Mengejar Bayang, Bayang Illusi ..." Begitulah Anggun C Sasmi menyanyikan lagu MIMPI yang menjadi penghantar dibukanya cakrawala kita mengenai MIMPI. Kata para ahli, mimpi adalah komunikasi antara tubuh, pikiran dan jiwa.

Sepanjang waktu kita bermimpi meski saat sedang bangun, hanya saja proses itu berlangsung di alam bawah sadar. Laman suara.com menulis "Setiap orang yang mengalami mimpi baik, menurut interpretasi Islam itu merupakan mimpi dari Allah".

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Mimpi sejati berasal dari Allah, dan mimpi buruk berasal dari Setan." (Sahih Al-Bukhari). Mereka yang biasa mengalami mimpi baik biasanya merupakan orang-orang yang jujur dan beriman.

Minggu pagi di awal November 2020 saat berjalan mencari bahan sarapan pagi, seorang tetangga tiba-tiba bertanya berapa nomor polisi mobil saya. Yang pasti hafal betul nomor mobil sendiri langsung saja saya jawab "1696". Lha, memangnya ada apa dengan nomor mobil saya? Dia jawab, tadi malam ia bermimpi diantar mobil saya  ke rumahnya.

Tak tahu maksud yang terkandung dalam pertanyannya, saya pun bertanya balik: oh, buat apa kira-kira nomor mobil saya? Dia jawab sambil nyengir kuda, semoga saja nomornya jitu untuk dipasangi togel.

Wah ini diluar dugaanku, rupanya mimpi bagi orang-orang tertentu menjadi petunjuk nomor jitu untuk beradu nasib judi togel. Jujur saja, saya tidak ikut mendukung judi togel. Bagiku sarapan pagi adalah prioritas pagi itu.  

Mungkin Anda juga mengalami hal serupa yang kemudian dihubung-hubungkan dengan tafsir mimpi dalam primbon jawa atau sunda. Belum lagi ada orang yang wajahnya pucat sambil menceritakan mimpi buruk yang dia alami tadi malam.

Ketahuilah, sesungguhnya mimpi tidak ada hubungannya dengan pernasiban manusia. Namun demikian Anda saya bawa ke beberapa fakta menarik mengenai mimpi:

1. Tunanetra juga Bermimpi

Orang yang terlahir tidak melihat (tunanetra) dalam mimpinya memang tidak melihat "gambar-gambar" tapi mereka bermimpi tentang suara, sentuhan dan emosi yang mereka rasakan.

Memang sulit bagi orang normal untuk bisa memahami, tapi keinginan tubuh untuk tidur dan bermimpi sedemikian kuatnya sehingga bisa mengatasi segala macam hambatan fisik manusia.

2. Anda Akan Lupa 90% dari Mimpimu

Sekitar 5 menit setelah terbangun Anda akan segera melupakan 50% dari mimpimu, 10 menit kemudian 90% "jalan cerita" mimpimu akan terlupakan.

Penulis puisi terkenal Samuel Taylor Coleridge pada suatu waktu terbangun setelah mendapatkan mimpi indah. Ia lalu segera menuliskannya di kertas untuk menggambarkan mimpinya tadi, setelah menulis 54 baris tiba-tiba ada orang yang datang ke rumahnya.

Setelah urusan dengan orang itu selesai, Samuel bermaksud menyelesaikan puisinya tadi, tapi dia tidak berhasil mengingat lagi mimpinya.

Puisinya itu tidak pernah selesai. Puisi yang tidak pernah terselesaikan itu berjudul "Kubla Khan" dan menjadi salah satu puisi paling terkenal di Inggris. Robert Louis Stevenson (penulis buku Doctor Jeckyll and Mr. Hyde) dan Mary Shelley's Frankenstein mendapatkan ide dari mimpi yang mereka alami.

3. Semua Orang Bermimpi

Semua orang bermimpi (kecuali pada beberapa kasus penyakit jiwa parah). Tapi laki-laki dan perempuan mimpinya beda dan beda pula reaksi fisiknya. Laki-laki cenderung bermimpi tentang laki-laki lain. Sedangkan perempuan mimpinya cenderung berimbang memimpikan soal laki-laki atau perempuan lain.

4. Mimpi Mencegah Gangguan Emosi

Pada penelitian mengenai tidur baru-baru ini, percobaan pada orang yang dibangunkan pada awal mimpi tapi tetap diperbolehkan tidur 8 jam sehari. Setelah 3 hari menjadi kehilangan konsentrasi, gampang marah, halusinasi dan tanda-tanda gangguan emosi lainnya. Jadi Anda jangan sering-sering begadang ngaskus dari malem-subuh bisa sakit jiwa.

5. Rangsangan dari Luar Mempengaruhi Mimpi Kita

Disebut "Dream Incorporation" dan Anda pasti sudah pernah mengalami ini. Pernah mimpi merasakan haus sekali. Lantas minum sebotol air tapi sebentar. Kemudian sudah haus lagi, minum lagi, haus lagi. Begitu terus berulang dan akhirnya saat kita bangun, baru sadar kalau kita sedang kehausan. Contoh lainnya saat kita mimpi kebelet pipis.

6. Saat Bermimpi Tubuhmu Akan Lumpuh

Hal ini terjadi untuk mencegah supaya tubuh kita tidak bergerak-gerak mengikuti "alur cerita" mimpi kita. Banyangin saja jika kamu mimpi dikejar massa, kalo kaki Anda tidak lumpuh bisa-bisa lari ke luar rumah dan disangka maling beneran oleh satpam.

Ada hormon yang dihasilkan saat kita tidur yang membuat saraf mengirimkan pesan ke tulang belakang, menyebabkan tubuh kita menjadi rileks dan lama-lama lumpuh.

7. Kita Hanya Memimpikan Apa yang Kita Ketahui

Seringkali kita bermimpi berada di tempat asing dan bertemu orang-orang yang tidak kita kenal. Tetapi sebenarnya otak kita tidak asal menciptakan itu. Sebenarnya semua itu sudah pernah kita lihat, hanya saja kita sendiri tidak mampu mengingatnya lagi.

Mungkin saja Anda pernah mimpi dikejar-kejar orang asing dengan golok terhunus yang akan membunuh Anda. Tetapi, mungkin saja, dalam kehidupan nyata orang itu teman ayah Anda yang pernah ketemu di mall waktu Anda masih berumur 5 tahun.

Sepanjang hidup kita sudah pernah melihat ratusan ribu wajah dan tempat, para ahli percaya jika memori otak kita punya kemampuan luar biasa untuk merekam semuanya. Jadi otak tidak akan pernah kehabisan "aktor dan setting" yang akan direplay dalam mimpi kita.

8. Mimpi Itu Tidak Seperti Apa yang Terlihat

Apa yang kita lihat dalam mimpi sebenarnya simbolisasi dari hal lain. Otak kita sangat kreatif saat kita tidur. Ia akan menggali database memori kita sedemikan dalamnya. Kita sendiri takjub dengan mimpi aneh itu (padahal semuanya sumbernya ya dari semua yang sudah pernah kita alami sebelumnya).

Bagaikan puisi, mimpi itu merupakan penggambaran simbolisasi yang sangat dalam. Itulah sebabnya mengapa banyak orang tertarik dengan buku tafsir mimpi.

9. Tidak Semua Orang Mimpinya Berwarna

Menurut penelitian, 12% orang normal mimpinya selalu hitam-putih, lainnya mimpi full color. Kita juga cenderung mengalami mimpi dengan "tema" yang sama, saya kasih contoh:

-Mimpi di sekolah,

-Mimpi dikejar-kejar (jadi maling),

-Mimpi lari dalam gerak lambat,

-Mimpi basah (paling seru),

-Mimpi datang telat,

-Mimpi bisa terbang,

-Mimpi jatuh,

-Mimpi gigi copot,

-Mimpi tidak lulus ujian,

-Mimpi kecelakaan,

-Mimpi kehilangan motor, dan

-Mimpi bertemu orang yang sudah meninggal.

10. Ngorok Itu Tidak Sedang Bermimpi

Kalo kamu terbangun pada saat fase tidur mencapai tahap REM (Randon Eye Movement), seringkali mimpi kita akan terasa lebih nyata daripada jika kita bangun setelah tidur pulas semalaman.

Bayi tidak bermimpi mengenai dirinya sampai sekitar umur 3 tahun. Tapi sejak umur 3 sampai 8 tahun mereka akan mendapatkan mimpi buruk yang jauh lebih sering daripada orang dewasa. Itu jadi jawaban dari kenapa anak kecil sering menangis setelah terbangun dari tidurnya.[isur, berbagai sumber]

No comments