GANJA Bikin OTAK Kita MENCIUT dan Menciptakan Generasi BEGO

Share:

BAGI para pecandu atau pemula penghisap ganja, saya sarankan Anda hentikan kebiasaan buruk menghisap jenis rokok memabukkan itu. Ada sebuah penemuan para ahli, menghisap ganja atau mariyuana dalam jangka panjang dapat menciutkan beberapa bagian penting organ otak, serta memperburuk kualitas kesehatan mental Anda.

Tentu saja ini tidak omong kosong, pemerintah melalui UU Nomor 35 Tahun 2009  tentang Narkotika melarang barang haram itu, bukan tanpa alasan. Sebab Anda perlu melihat hasil penelitian yang dipublis The Archives of General Psychiatry. Penggunaan ganja dapat menyebabkan perubahan ukuran dua bagian otak, yakni hippocampus dan amygdala.

Pada pecandu ganja, ukuran hippocampus atau bagian otak yang berfungsi mengatur daya ingat rata-ratanya 12% lebih kecil ketimbang mereka yang tak menghisap ganja. Sedangkan ukuran amygdala (bagian otak yang berfungsi mengatur emosi dan ingatan) juga rata-rata sekitar 7% lebih kecil.

Riset juga mengungkap, pecandu ganja cenderung sering mengalami  gejala yang berkaitan dengan gangguan mental, meskipun kekuatan gejalanya tak dapat dikategorikan untuk diagnosa penyakit jiwa.

Menurut peneliti, bukti-bukti tentang dampak jangka panjang penggunaan ganja terhadap otak memang kerap berseberangan satu sama lainnya.

Murat Yucel PhD, peneliti dari ORYGEN Research Centre Universitas Melbourne Australia menulis, meski literatur yang berkembang menyebutkan penggunaan ganja jangka panjang berkaitan dengan dampak kesehatan yang luas, banyak komunitas masyarakat, termasuk pengguna ganja, percaya mariyuana secara relatif tidak berbahaya dan seharusnya dilegalkan.

Dengan fakta bahwa ada sekitar 15 juta orang Amerika Serikat menghisap ganja dalam satu bulan tertentu. Sekitar 3,4 juta orang menghisap ganja setiap hari selama 12 bulan, dan 2,1 juta orang menjadi pecandu pemula setiap tahunnya.

Ada sebuah kepentingan yang jelas tentang investigasi serius untuk mengklarifikasi kondisi patologis jangka panjang penggunaan ganja.

Dalam risetnya, para peneliti menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging) resolusi tinggi untuk membandingkan struktur otak dari 15 pria yang merokok lebih dari lima linting ganja setiap hari selama kurang lebih 10 tahun dengann 16 pria yang tidak memakai ganja.

Para partisipan juga harus melewati tes ingatan dan verbal kemudian diperiksa bila ada gejala kelainan mental. Hasilnya menunjukkan, pria pecandu ganja memiliki volume jarigan otak lebih kecil pada bagian hippocampus dan amygdala.  Pecandu juga lebih sering menunjukkan gejala kelainan mental.

Peneliti mengatakan, pemakai ganja juga menunjukkan hasil tes verbal yang lebih buruk,  namun perbedaannya tidak berkaitan dengan volume otak pada kedua kelompok partisipan.

Ala kulli hal, berhentilah memakai ganja. Sebab semakin banyak para penghisap ganja semakin bodoh generasi bangsa ini. Jika jumlah orang bodoh makin banyak, makin gampang bangsa asing menguasai Indonesia.[isur, berbagai sumber]

No comments