Siswandi: Irjen Fadil Imran Mimpi Buruk bagi Rizieq Shihab

Share:

RUPANYA tidak serta merta Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menunjuk Irjen Pol H Muhammad Fadil Imran sebagai Kapolda Metro Jaya. Jawara Cybercrime yang pernah membongkar skandal chatting mesum Firza Husein itu dianggap pantas mengurusi Rizieq Shihab dan euforia pendukungnya.

Desas-desus yang beredar di lingkaran polisi dan pensiunan polri ihwal kehadiran Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya, menghubung-hubungkan dengan peristiwa tahun 2017 lalu dimana Fadil Imran membongkar chatting mesum Rizieq Shihab dengan Firza Husein.

"Saat itu Fadil Imran masih menjadi Direktur Cybercrime Polri," ungkap Brigjen Pol Purn ADV Drs Siswandi yang pernah menjadi petinggi di Mabes Polri itu, Rabu (18/11/2020).

Pria yang akrab disapa Bang Sis kepada intronews.my.id menceritakan hubungan Fadil Imran dengan kasus Rizieq Shihab. Rizieq Shihab yang disebutnya sebagai pelarian berbagai kasus yang diekstradisi Kerajaan Arab Saudi itu, akan menghadapi Fadil Imran di penegakan hukum.

Fadil Imran, lulusan Akpol Angkatan 1991 sengaja digeser dari Jawa Timur ke ibukota menggantikan Kapolda Metro Jaya sebelumnya, Irjen Nana Sudjana, Senin (16/11/2020) lalu, untuk 'menghadapi' Habib Rizieq Shihab (HRS).

Diceritakan Siswandi, di Akpol 1991 Fadil Imran satu angkatan dengan Brigjen Krishna Murti, Karomisinter Divhubinter Polri, Muhammad Iqbal selaku Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Brigjen Prasetyo Utomo, Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, yang terpeleset kasus Djoko Tjandra.

Fadil Imran,  polisi reserse kelahiran Ujungpandang ini menjabat Kapolda Jatim sejak Jumat, 8 Mei 2020 lalu. Dia menggantikan Irjen Pol Luki Hermawan yang dipromosikan sebagai Wakalemdiklat Polri.

Tak perlu setahun bagi jenderal bintang dua berusia 52 tahun itu untuk kembali ke ibukota dan menempati posisi Metro 01. "Pasti seru, karena beliau polisi pemberani dan cerdas," kata Siswandi yang kini Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) itu.

Fadil  Imran menangani kasus "chat" mesum yang menjerat Muhammad Rizieq Shihab dan janda molek Firza Husein, saat menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya 2017.

Terkait chat mesum itu, Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, di bawah pimpinan Fadil, waktu itu sudah menetapkan Rizieq Shihab dan Firza Husein sebagai tersangka setelah melakukan gelar perkara.

Ketika dirunut dalam perkara ini, lanjut Siswandi, keduanya dipersangkakan dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Serta Pasal 27 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kasus Dihentikan
Pada 2018 Polda Metro Jaya menghentikan penyidikan kasus chat mesum yang menjerat dua sejoli itu. Ketika itu, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal, menjelaskan alasan penyidik menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3)  lantaran belum berhasil menemukan pelaku pengunggah foto tangkapan layar berisi chat mesum yang diduga antara Rizieq dan Firza Husein.

Pernyataan M Iqbal Sabtu (16/6/2018) lalu bahwa ada permintaan resmi dari pengacara untuk di-SP3, lewat surat, Setelah itu dilakukan gelar perkara. Maka kasus tersebut dihentikan karena menurut penyidik kasus tersebut belum ditemukan pengunggah (peng-upload) nya.

Pada Februari 2018, Fadil Imran juga berhasil membongkar kasus besar yang berkaitan dengan organisasi siber terorganisir Muslim Cyber Army (MCA) yang giat menyebar hoaks.

Kini kehadiran kembali Fadil Imran ke ibukota diharapkan dapat menuntaskan kasus mesum yang terbengkalai dan melibatkan sosok besar penganjur "revolusi moral" Itu.

Karir Polisi Cemerlang
Sisi lain Fadil Imran, kata Siswandi, ia banyak melewati pengalaman di reserse kriminal. Fadil juga sukses meraih gelar doktor dengan predikat 'Cumlaude' di Universitas Indonesia (UI) lewat disertasi tentang mutilasi.

Fadil Imran itu kelahiran 14 Agustus 1968, mengawali karier sebagai Kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Tak lama berselang, ia menjadi Kapolres KP3 Tanjung Priok, tahun 2008. Selanjutnya, Fadil menjabat Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2009. Sempat bertugas di Kepri.

Tahun 2013 kembali ke ibukota dan menjadi Kapolres Metro Jakarta Barat (2013) dimana pada masa jabatannya itu,  dengan ‘Team Pemburu Preman’-nya Fadil sukses membekuk biang preman yang ditakuti di Ibu Kota yaitu Hercules Cs.

Pria berpenampilan tenang ini gampang akrab dan suka humor. Semasa masih bintang satu,  ayah dua putri ini suka dipanggil 'Abang', Bang Fadil.

Siswandi paling suka dengan seloroh Fadil Imran yang tidak hanya diceritakan kepada para wartawan tetapi juga kepada sesama polisi lainnya. Seloroh paling populer saat Fadil menyatakan dirinya asli orang Solo. Rupanya Solo yang dimaksud bukan Solo yang ada di pulau Jawa, tapi Solowesi.[isur/rls]

No comments