Jadilah Orang Bodoh yang Pinter, Jangan Sebaliknya..!!

Share:

 
SAYA masih ingat saat menerima kiriman surat elektronik dari teman bernama Widyanto Duta Nugroho, malam Minggu sekitar pukul 21.00 wib, 19 Juli 2008 lalu. Entah apa yang Widyanto maksudkan dari suratnya itu, tiba-tiba saya ketawa sendiri setelah membacanya.

Pasalnya, ada yang lucu dari surat elektroniknya yang cukup panjang itu. Katanya "Jadilah Orang Bodoh yang Pinter Bukan Sebaliknya..!!" Orang Bodoh Akhirnya Pegang Peranan".

Begini suratnya: Kepada kawanku, Suryana. Ini saya kirim surat elektronik untukmu, simak dan ambillah sisi baiknya. Jangan berkecil hati kalau kita disebut orang bodoh oleh orang pintar. Sebab orang bodoh dapat menguasai orang pintar. Kalau mau tahu buktinya, ini saya rinci bukti-buktinya:

1. Orang Bodoh memang sulit dapat kerjaan, tapi kemudian orang bodoh mencoba berbisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar. Walhasil, bosnya orang pintar adalah orang bodoh itu.

2. Orang Bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah (troubleshooting). Walhasil, orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh. 

3. Orang Pintar belajar untuk mendapatkan ijazah, untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.

4. Orang Bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruhlah orang pintar untuk membuatnya. Orang bodoh pun pandai pidato dari teks yang ditulis orang pintar.

5. Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). Oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

6. Orang Bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas angin.

7.Orang Bodoh berpikir pendek, untuk memutuskan sesuatu dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil orang-orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.

8.Saat bisnis Orang Bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, walhasil orang-orang pintar "meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

9.Tapi saat bisnis Orang Bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

10. Mata Orang Bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Jadi:
1. Mending jadi orang pinter atau orang bodoh?
2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh?
3. Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh?
4. Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh?

Kesimpulan:
-Jangan lama-lama jadi orang pinter, jika rutin dikadali orang bodoh.
-Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
-Kuncinya adalah "risiko" dan "berusaha", karena orang bodoh berpikir pendek maka dia bilang risikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar risiko betul-betul kecil.

Dalam sesi penutup Widyanto mengakhiri: "Orang pinter berpikir panjang, maka dia bilang risikonya besar. Selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil risiko tersebut, dan akan selalu mengabdi pada orang bodoh" disadarinya atau tidak. 

Kalau Anda tersinggung dengan surat ini, maka Anda adalah Orang Bodoh itu. Tapi jika Anda tidak tersinggung dengan tulisan ini berarti Anda Orang Pintar.

Wassalam

No comments