Mahasiswa Ushuluddin Pengakuan Global lewat Metamorf XIII OPAB 2020

Share:

INTRONEWS - METAMORF XIII OPAB, Orientasi Pengenalan Anggota Baru, Tahun 2020 berjalan lancar dan sukses. Agenda ini ditutup secara resmi Minggu (01/11/2020).

Sebelumnya Sabtu (31/10/2020) OPAB digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan, HMJ Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung sejak Jumat 30 Oktober 2020.

Metamorf merupakan idiom dari kata metamorfosa. Seperti kepompong bermetamorfosa menjadi kupu-kupu. Metamorf bermakna filosofis perubahan, menganalogikan peserta masuk jurusan untuk berproses dalam perilaku, nalar intelektual, spiritual, dan sebagainya. dEIKIAN KATA Nurlina, Ketua Panitia OPAB MABA, Mahasiswa Baru, Jurusan IAT Angkatan 2020-2021.

Berbagai acara telah digelar. Antara lain “Diskusi VUCA:  Volatility, Uncertainty,  Complexity,  dan Ambiguity.” Dunia VUCA dunia yang ditempati sekarang, dimana perubahan sangat cepat, tak terduga, dipengaruhi banyak faktor yang sulit dikontrol, dan kebenaran serta realitas menjadi sangat subjektif. Untuk materi ini dihadirkan Irma Riyani PhD, Dosen Tafsir.

Selebihnya Latihan Penulisan Artikel Ilmiah mengahdirkan pemateri Dr Wahyudin Darmalaksana MAg, Dekan Fakultas Ushuluddin, serta Penguatan Nilai-nilai Inti, Kompetensi Pengetahuan, dan Kapasitas Keterampilan yang disampaikan Dr Ecep Ismail MAg, Ketua Jurusan IAT, dan Dr Siti Chodijah MAg, Sekretaris Jurusan IAT.

Saat membuka acara, dekan menuturkan keunggulan serta berbagai prestasi Jurusan IAT. Antara lain Akreditasi A BAN-PT dan tengah mengajukan penilaian level Asean AUN-QA. Jurnal Al-Bayan tembus Akreditasi Nasional level 2 SINTA, Science and Technology Index. 

Dosen-dosen IAT sangat produktif publikasi di jurnal ilmiah, baik jurnal nasional maupun internasional bereputasi global. Prestasi mahasiswa melimpah dalam berbagai lomba level nasional. Rektor menganugerahkan penghargaan kepada seorang pengembang Start-Up dari Mahasiswa IAT pada Wisuda ke-79. Ujian tugas akhir, Munaqasyah, artikel ilmiah perdana dari Mahasiswa IAT.   

Kegiatan ditutup secara resmi oleh Dr Muhlas MHum, Wakil Dekan III mewakili Dekan. Mahasiswa diminta meningkatkan kultur akademik melalui latihan menulis artikel ilmiah, memperhatikan kalimat, dan belajar merangkai paragraf. Tidak boleh merasa cukup hanya di jenjang sarjana mesti meneruskan studi hingga jenjang magister dan doktor. Peluang beasiswa masih sangat terbuka lebar.

Kepada awak media, dekan memberi pernyataan tertulis. Ucapan terimakasih disampaikan kepada semua pihak, Rektor Prof Dr H Mahmud MSi, Wakil Rektor III dan jajaran, Dekanat dan seluruh jurusan serta unit-unit di Fakultas Ushuluddin (FU), dan struktur organisasi mahasiswa, yaitu M Helmi Mighfaza (DEMA FU), Bambang (SEMA FU), Reza Firmansyah (Ketua Umum HMJ IAT), dan segenap Panitia OPAB. Juga ucapan terimakasih serta selamat untuk MABA IAT 2020-2021.

“Situasi global VUCA sangat berhajat pada basis nilai. Di dunia VUCA sistem strukrur makin mengecil. Sedang sistem kultur pasti melebar. Nilai di masyarakat sangat melimpah. Dari yang melimpah itu, sistem struktur Fakultas Ushuluddin memancangkan tiga nilai utama, yakni uswah, khidmat, dan tasamuh," ujar dekan yang biasa disapa Kang Yudi itu.

"Uswah berarti keteladanan. Nilai ini diusung bersama di Ushuluddin dalam wujud leadership untuk perubahan dan kemajuan sekecil apa pun. Khidmat berarti pelayanan. Nilai ini dipancangkan bersama bagi terlaksananya service excellence. Tasamuh berarti moderat. Nilai ini ditopang bersama yang secara teknis diwujudkan dalan bentuk kolaborasi," paparnya.

Ketiga nilai utama itu menjadi kendali sistem struktur Fakultas Ushuluddin. Tetapi dunia VUCA relatif dapat dihadapi melalui penguatan nilai-nilai utama oleh sistem kultur. Kultur akademik yang hebat, kondusif, dan kritis yang mampu menghadapi dunia VUCA. Tantangan dunia VUCA jawabannya adalah basis nilai di sistem kultur.      

Pada penguatan kompetensi pengetahuan, saat ini informasi sangat melimpah di himpunan bigdata. Akademisi bertugas menambang dan mengelola informasi melalui pemikiran kritis dan sistematis hingga menjadi pengetahuan praktis.

Khusus bagi peminat ilmu Al-Qur'an dan Tafsir diarahkan mampu menjelaskan kandungan ayat-ayat Al-Qur'an berdasarkan berbagai metode tafsir dan pendekatan interpretasi yang relevan atau tepat.

Mahasiswa diarahkan untuk mengembangkan kapasitas keterampilan. Yang khusus berupa penulisan artikel ilmiah. Sejak di semester paling awal hendaknya mahasiswa berlatih akses pada repositori bereputasi, penerapan aplikasi references, dan mengenal template artikel.

Di semester lanjut berlatih submit artikel ke jurnal ilmiah. Artikel ilmiah meliputi tiga jenis, yakni artikel konseptual dari hasil pemikiran, artikel eksperimen dari hasil riset, dan artikel prototipe dari hasil desain, seperti rancang bangun aplikasi Al-Qur’an dan tafsir.

"Untuk capaian ini, hendaknya Mahasiswa berkolaborasi dengan Dosen. Kemitraan antara Dosen dan Mahasiswa harus terwujud," tandas dekan.

Ia setuju dengan idiom metamorfosa. Setiap saat dibutuhkan semangat baru, ide baru, kreatifitas baru, dan kondisi baru. Bersama ciptakan perubahan sejalan dengan tema kegiatan ini, yakni meningkatnya kreatifitas nalar dan intelektual guna terciptanya generasi Qur’ani yang unggul dan berdaya saing.

“Kami yakin MABA adalah kualitas-kualitas unggul dan siap berdaya saing bukan saja di kancah nasional melainkan pula di percaturan internasional di dunia global. Saat ini untuk meraih pengakuan global mudah di era internet of things. Hari ini era digital, era millennial, dan era generasi hebat. Karena itu, segera ambil tantangan, berinovasi, berpikir kritis, dan berkreatifitas tanpa batas. Untuk seluruh mahasiswa raihlah pengakuan tingkat global. Yakin bisa dan pasti bisa,” paparnya.

Kegiatan METAMORF XII OPAB 2020 melibatkan 211 MABA Jurusan IAT. Acara berlangsung secara virtual mengikuti prosedur kesehatan Covid-19. OPAB virtual dipusatkan dari Sekretariat HMJ IAT FU Jalan AH. Nasution 105, Bandung.[isur/rls]

No comments