Siswandi: Calon Kapolri Boleh dari Non Muslim | Asal Rekam Jejaknya Cemerlang

Share:

INTRONEWS - Isu nasional terus menghangat, kini calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis diperbincangkan, khususnya sinyalemen Kapolri Non Muslim. Isu ini mencuat tatkala salah satu calon kuat berpotensi menduduki kursi Kapolri.

Ini jadi menggelitik tatkala sinyalemen Kapolri Muslim - Non Muslim mencuat ke permukaan. Bagi mantan petinggi Polri, Brigjen Pol Purn ADV Drs Siswandi, Ketuhanan Yang Maha Esa itu berlaku untuk semua umat beragama.

Yang penting mempunyai visi-misi Polri. Tidak dipersyaratkan calon Kapolri harus dari penganut salah satu agama. Dalam persyaratan Kapolri, tidak tercantum harus muslim atau non muslim.

"Tetapi ia calon kapolri harus beragama, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa," ungkap Siswandi yang kini Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) itu kepada pers di Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Lebih jauh Siswandi menegaskan, siapa saja boleh jadi pemimpin di negara ini, asalkan menjaga agama yang bukan agamanya beribadah. Melindungi mereka dan tidak pilih-pilih kasih, menindak yang melanggar hukum.

"Kenapa ribut menyoalkan agama, yang penting bagaimana rekam jejak calon kapolri itu. Dan untuk calon Kapolri itu merupakan hak prerogratif presiden, sudah ada mekanismenya melalui Fit and Proper Test DPR juga kan?" kata Siswandi yang juga Ketua Law Firm Jagratara Mera Putih itu.

 

Kata Siswandi, Kapolri itu wajib mengayomi seluruh warga negara apa pun agamanya.

Di sisi lain Siswandi tidak keberatan dengan pendapat anggota DPR dari Fraksi Nasdem, Ahmad Syahroni, yang memperbolehkan bahkan menyuarakan calon Kapolri dari kalangan non muslim.

Seperti dilansir berbagai media, Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI Ahmad Syahroni tidak mempersoalkan calon Kapolri itu seorang non muslim. Polri merupakan instrumen negara untuk menjaga kamtibmas. Bukan lembaga dakwah yang pimpinannya harus beragama Islam.

Siapakah calon kapolri non muslim yang kini disuarakan kalangan legislatif itu, tiada lain Komjen Listyo Sigit Prabowo. Calon kuat yang digadang-gadang akan menduduki posisi Kapolri itu kini masih menjabat Kabareskrim Polri.

Selain tidak mempersoalkan agama apa yang dianut calon Kapolri nanti, Ahmad Syahroni juga menekankan calon Kapolri harus bintang tiga. Harus Komjen (komisaris jenderal) dulu, tidak loncat dari bintang dua ke bintang empat.[isur, dan sumber lain]

No comments