UIN Bandung Raih Rekor MURI Pengukuhan Guru Besar Terbanyak 2020 | Bersamaan Hari Guru Nasional

Share:

 

INTRONEWS - BANDUNG - Bersamaan peringatan Hari Guru Nasional, Kampus UIN SGD Bandung bikin heboh. Sebanyak 13 Guru Besarnya dikukuhkan, dan kehebohan ini tercatat sebagai pemegang rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) "Pengukuhan Guru Besar Terbanyak" sepanjang sejarah Perguruan Tinggi Keagamaan di Indonesia.

Pemberian piagam MURI diterima Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof Dr H Mahmud MSi didampingi Ketua Senat Universitas Prof Dr H Nanat Fatah Natsir MS, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Prof Dr H Muhammad Ali Ramdhani STP MT, dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Prof Dr Suyitno MAg, di aula Anwar Musadad Bandung, Rabu (25/11/2020).

Pemecahan rekor MURI tersebut tercatat pada No.9742/R.MURI/XI/202 dan diumumkan dalam acara Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar yang digelar secara daring dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu.

Ketua Senat Universitas Prof Dr H Nanat Fatah Natsir MS menyebut, pengukuhan ini memecahkan rekor MURI pengukuhan guru besar terbanyak di universitas keagamaan se-Indonesia.

"Kita apresiasi 13 profesor ini sebagai rekor MURI pengukuhan guru besar terbanyak di Universitas Islam di Indonesia," kata Prof Nanat FN. 

Founder MURI, Jaya Suprana langsung mengucapkan selamat atas rekor MURI dalam hal prestasi pengukuhan guru besar terbanyak di perguruan tinggi keagamaan. Diakuinya guru besar tak lepas atas sumbangsih pemikiran dan karya terbaiknya di bidang ilmu pengetahuan.

"Ini merupakan koherensi tugas perguruan tinggi sebagai wahana agen perubahan menghadapi tantangan zaman. Salah satu parameter perguruan tinggi adalah pencapaian jumlah dan karya para profesornya," papar Jaya.

Ke-13 guru besar itu Prof Dr HM Subandi Drs Ir MP Guru Besar Bidang Ilmu Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas Sains dan Teknologi (FST); Prof Dr Hj Ulfiah MSi Guru Besar Bidang Ilmu Psikologi Konseling Fakultas Psikologi (FPsi); Prof Dr Yadi Janwari MA Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Islam Fakultas Syariah dan Hukum (FSH); Prof Dr H. Nana Herdiana Abdurrahman SEAk MM Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH);

Prof Dr H Ah Fathonih MAg Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum (FSH); Prof Dr H Koko Komaruddin MPd Guru Besar Bidang Ilmu Tafsir Fakultas Syariah dan Hukum (FSH); Prof Dr H Sahya MSi, Guru Besar Bidang Ilmu Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP); Prof Dr Hj Endah Ratnawaty Chotim Dra MAg MSi Guru Besar Bidang Ilmu Sosial  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP);

Prof Dr H Badruzzaman M Yunus MA Guru Besar Bidang Ilmu Tafsir  Fakultas Ushuludin (FU); Prof Dr H Tedi Priatna MAg Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK); Prof Dr H Jaja Jahari MPd Guru Besar Bidang Ilmu Administrasi Pendidikan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK); Prof Ahmad Ali Nurdin MA PhD Guru Besar Bidang Ilmu Politik Islam Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP); Prof Dr Fauzan Ali Rasyid MSi Guru Besar Bidang Ilmu Politik Hukum Islam Fakultas Syariah dan Hukum (FSH).

Dalam sambutannya Prof Dr H Mahmud MSi memaparkan beberapa hal. “Melalui pengukuhan ini anggap knowledge telah selesai. Selanjutnya, hal paling utama kearifan atau wisdom. Secara epistemologi, kebijaksanaan diperoleh melalui mujahadah hingga sampai ma’rifah. Dengan ini, maka profesor akan menjadi solusi. Kuatkan ilmu dan lanjutkan kearifan,” kata Prof Mahmud.

Rektor mengilustrasikan nasihat Sang Guru, sebutir padi ketika menjadi nasi pasti ada banyak orang yang terlibat. Mulai pemilik lahan, petani, tumbuh menjadi padi, dan terus hingga menjadi nasi. Di situ banyak pihak yang terlibat.

"Kampus ini telah memberikan banyak hal sehingga seseorang menjadi sukses dan berhasil. Karena itu, pikiran, tenaga, dan segala hal dedikasikanlah untuk kampus,” lanjutnya.

 

Atas pencapain Rekor MURI ini Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Prof Dr Muhammad Ali Ramdhani STP MT menegaskan ada episentrum perdaban di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Episentrum sendiri adalah titik pada permukaan bumi yang terletak tegak lurus di atas pusat gempa yang ada di dalam bumi.

“Ini sebuah episentrum peradaban, dan tentu bukan pencapaian yang instan. Saya juga mendengar ada 70 artikel mahasiswa semester I tembus publikasi ilmiah melalui konferensi internasional,” ungkap Dirjen yang akrab disapa Prof Dani itu.

Menurutnya, terdapat beberapa hal paling utama untuk mengisi ruang-ruang literasi, yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan fisik, dan kecerdasan spiritual. "Adapun ruang agregasi dari semua itu bermuara pada kebijaksanaan sebagai tema besar,” ungkap Dirjen Pendis.

Di hadapan 13 Guru Besar yang baru dikukuhkan itu Dirjen Pendis mengucapkan “Selamat untuk seluruh profesor. Selalu berhati-hati karena ucapan akan menjadi ilmu dan tindakan pasti menjadi contoh. Jangan berhenti belajar sebab berhenti belajar maka kematian hakiki. Sedangkan mereka yang terus belajar maka pasti memiliki masa depan.[isur/rls]

No comments