[VIDEO] Analisa dan Prediksi Jitu EKA SANTOSA di Pilkada Serentak Jawa Barat 2020 | Petahana di Atas Angin

Share:

 

Perhelatan demokrasi berupa Pilkada Serentak Jabar 2020 pada 9 Desember  telah usai. Aneka analisis dan prediksi sempat didedarkan para pengamat, lazimlah ada yang tepat namun tidak sedikit yang memunculkan kejutan menarik.

Dari 8 daerah (Kabupaten Bandung, Karawang, Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Pangandaran, Indramayu, dan Kota depok), yang sempat disampaikan analisa dan prediksinya oleh politisi senior Eka Santosa sekaligus tokoh Jabar, ternyata menuai banyak acungkan jempol, karena ramalan yang disampaikan Eka sehari sebelum pencoblosan (yakni 8 Desember 2020), nyaris semuanya tepat.

Pria yang pernah menjabat Ketua DPRD Jawa Barat dan Anggota DPR RI, itu pada Kamis 10 Desember 2020, sehari usai hajat besar Pilkada 2020 (9 Desember 2020), di kediamannya di Kawasan Alam Santosa di Pasir Impun, Cimenyan, Kabupaten Bandung, kembali me-review sekaligus mengemukakan analisa dan prospek lanjutan atas pilihan warga Jabar itu.

Ke depannya akan bagaimana konstalasi para pemimpin dengan rakyatnya, berikut partai pendukung maupun pengusungnya dalam konteks meningkatkan tingkat kesejahteraan, akan bagaimana pula keseimbangan politik lanjutannya?

Eka Santosa perihal prediksi pencoblosan ternyata cukup akurat, enam daerah dimenangkan Petahana dan dua daerah oleh kalangan artis. Kabupaten Bandung sendiri pemenangnya, sejatinya DS (Dadang Supriatna) adalah kader Golkar. Namun dari semua fakta yang terjadi, ada hal yang menarik, di mana Partai Gerindra yang notabene pemenang pemilu legislatif di Jabar, tidak mampu berbuat banyak untuk meloloskan kadernya atau yang mereka usung.

Partai Gerindra di Tasikmalaya tidak mampu memenangkan konstelasi politik lima tahunan. Sayang sekali, tidak mampu memanfaatkan kepercayaan rakyat padahal mereka berjaya di pemilu lalu.

Justru fakta berbeda dialami PKS, walaupun mereka tidak memiliki kader yang diusung, namun andil PKS  sangat besar terhadap pemenang Pilkada. Hal tersebut disebabkan pemilih PKS memiliki militansi tinggi dan baik. Ini yang membuat mereka berjaya di Pilkada Jabar kali ini.

Sementara Golkar sesuai prediksi minimal berjaya di dua daerah yakni Sukabumi dan Cianjur. Golkar berperanan dalam kemenangan Herman Suherman dan TB Mulyana Syahrudin.

Selanjutnya PDIP, tadinya diperkirakan tiga, namun ini sepertinya kansnya dua. PDIP menunjukan jatidirinya yang struggle dan militansi kuat dari kadernya, khusus untuk Pilkada Kabupaten Bandung, di mana kehadiran Yena Iskandar Masoem. Ini bagian dari pembelajaran, anggaplah ini sebagai kemenangan yang tertunda.

Untuk Demokrat sendiri menurut Eka, dapat dilihat Karawang menang secara significant: Partai Demokrat pada tahun 2004 dan 2009 pernah merajai partai politik di Jabar.

Intinya, pada Pilkada tahun 2020 di Jabar, faktor ketokohan atau kekuatan figur dari Paslon sangatlah berperanan menentukan kemenangan.[isur]

No comments