Eka Santosa Usulkan Yudi Nurul Ihsan Pengganti Edhy Prabowo

Share:

INTRONEWS - Dr sc agr Yudi Nurul Ihsan SPi MSi, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unpad Bandung, dinilai layak dan memenuhi syarat menggantikan Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Selain profesional dan ahli dunia perikanan dan ilmu kelautan, Yudi juga memiliki integritas cukup baik. 

Begitulah usulan yang dilontarkan tokoh Jawa Barat mantan Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unpad Bandung, Eka Santosa, saat dikonfirmasi mengenai sosok yang layak menduduki menteri KKP selepas ditinggalkan Edhy Prabowo akibat di-OTT KPK.

Eka Santosa menyadari jika menunjuk calon menteri adalah hak prerogatif presiden, namun masyarakat juga boleh mengusulkan jika itu untuk kebaikan bangsa dan negara. Terlebih KKP merupakan kementerian yang diandalkan untuk kemajuan Indonesia di masa depan.

"Saya kira Kang Yudi peluangnya cukup tinggi," ungkap Eka Santosa, di Bandung, Selasa 1 Desember 2020. Eka Santosa mengaku sangat mengenal baik sosok Yudi secara pribadi. Integritas secara akademis dan penguasaan kemaritiman, wawasan, dan praktik inovasinya cukup handal dan teruji.

"Ya, Pak Jokowi saatnya pula khusus untuk Mentri KKP, yang kini secara ad-interim diisi Pak Luhut BP, kemudian diisi oleh kalangan profesional, kalau tak diisi lagi oleh Ibu Susi Pudjiastuti, misalnya," kata Eka Santosa.

Dikatakan, saatnya Yudi ini diusulkan menempati pos Mentri KKP jika akan ada resufhle dalam waktu dekat ini untuk Presiden Jokowi.

"Silahkan oleh Pak Jokowi ditimbang-timbang antara alternatif Ibu Susi Pudjiastuti, Yudi Nurul Ihsan, dan Sandiaga Uno. Tinggal kebesaran hati Partai Gerindra untuk melepas atau akan mengusulkan mengisi pengganti Pak Edhy Prabowo," tambah Eka.

Segudang inovasi yang pernah Eka dengar langsung dari Yudi Nurul Ihsan tentang cara membuka potensi kelautan dengan lebih serius, tanpa dibumbui banyak unsur politik.

Eka mencontohkan, bertambahnya anggaran untuk KKP jangan seprerti sekaranga hanya sekitar Rp6 Triliun. Harus bertambah dan memunculkan keunggulan kemaritiman kelas dunia di Nusantara.

"Ini butuh anggaran besar, ya setara dengan Kementrian Pertanian yang sekitar Rp15 Triliun per tahun. Kang Yudi tahu persis saya kira, bagaimana jurus jitu memajukan kemaritiman kita," ungkapnya.

Pernyataan Eka Santosa yang juga Ketua Umum Gerakan Hejo itu terkait obrolan mendalam Yudi Nurul Ihsan dengan sejumlah awak media di gedung UTC Jln Dago Bandung yang membongkar alasan kemaritiman Indonesia jalan di tempat, Selasa (1/12/2020). Kala itu Yudi merayakan hari ulangtahunnya meski tidak disebutkan jumlah tahunnya.[isur]

No comments